VIRAL Anggota Dewan dari Medan Amuk Polisi, Mengaku Tak Takut Mati dan Tantang Telan Virus Corona
Video saat ia menolak pihak berwajib melakukan pemakaman sesuai dengan SOP PDP Covid-19 pun banyak beredar diberbagai media sosial.
Bahkan seorang pria berbaju ASN Pemko Medan diancamnya, dan mengatakan akan dipanggilnya ke RDP DPRD Kota Medan, karena tidak mendukungnya.
• Pasien Positif Covid-19 di Sumut Melonjak 30% Menjadi 20 Orang, ODP Kini 2.909, PDP Turun 1 Kasus
• Rindu Manggung, Melly Goeslaw Pakai Pakaian Nyentrik padahal Cuma Bersih-bersih Rumah
Karena pihak kepolisian yang bertugas menyampaikan bahwa mereka akan tetap melakukan tugasnya, Edi Saputra pun tetap bersikeras menentang.
"Kami panggil kalian nanti, berlebihan kalian itu, jangan begitu, aku aja gak takut mati, kenapa kalo mati, matinya itu. Tembak aja kami biar mati. Siapa bilang positif (corona), kalian aja polisi," teriaknya.
Ia pun menuturkan bahwa dia tidak takut mati dan menyatakan bahwa negara ini sudah tidak betul lagi, lantaran hendak melakukan pemakaman sesuai SOP PDP Covid-19 pada pasien tersebut.
Bahkan dia menantang supaya polisi memberinya virus corona, untuk dia telan, sebagai bukti bahwa dia tidak takut sama virus corona dan kematian.
"Mana corona itu biar ku telan," ujarnya dalam video tersebut.
PAN Sesalkan Tindakan Kadernya
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Sumatera Utara, Yahdi Khoir menyesalkan perilaku kadernya yang mengamuk kepada aparat kepolisian di rumah duka pasien dalam pemantauan (PDP) Corona atau Covid-19.
Melalui video yang tersebar pada aplikasi WhatsApp, aparat kepolisian meminta kepada pihak keluarga untuk segera menguburkan jenazah pasien dalam pemantauan Corona tersebut.
Perihal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona tersebut. Pasien yang meninggal dunia tersebut berinisial SA dan merupakan pengurus di DPW PAN Sumut.
Akan tetapi, seorang anggota DPRD Kota Medan, Edi Saputra mengamuk karena tidak terima rekannya dikebumikan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemakaman pasien.
Yahdi mengatakan, bahwa kadernya tersebut tidak paham sebagaimana SOP yang telah dan seharusnya dilakukan terhadap pasien dengan gejala Covid-19.
"Saya sebagai ketua DPW pan sangat menyangkan hak itu, harusnya sebagai anggota legislatif paham dan mengerti masalah yang kita hadapi bersama ini," kata dia, melalui sambungan telepon genggam, Senin (30/3/2020).
Menurutnya, pastinya ada prosedur yang harus dilakukan tehadap pasien dalam pemantauan Corona meninggal dunia.
Yahdi prihatin dengan kadernya yang merupakan anggota DPRD Medan itu mengamuk kepada aparat kepolisian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/anggota-dprd-medan-dari-fraksi-pan-edi-saputra-mengamuk.jpg)