PSMS MEDAN

Ingat Jampi Hutauruk, Kiper Legendaris PSMS Berharap Ayam Kinantan Promosi ke Liga 1

Pernah merumput bersama sejumlah nama tenar seperti Abdulrahman Gurning, Syahrial, Sutrisno, Badiaraja Manurung

Penulis: Chandra Simarmata | Editor: Salomo Tarigan
HO/tri bun medan
Mantan pemain sekaligus legenda PSMS Jamaluddin 'Jampi' Hutauruk 

TRI BUN-MEDAN.COM, MEDAN -

Nama Jamaluddin 'Jampi' Hutauruk tentunya tak asing terdengar bagi para pecinta sepak bola nasional, apalagi anak Medan dan Sumatra Utara umumnya.  

Hingga saat ini nama mantan penjaga gawang andalan PSMS Medan di era 80-an ini masih cukup populer. Wajar jika namanya kini masuk jadi salah satu legenda karena penampilan apiknya saat berlaga di era kompetisi perserikatan.

Jampi pernah menghuni skuat PSMS era 87 yang dijuluki sebagai the dream team, meski tim bertabur bintang tersebut gagal juara di tahun tersebut.

Selain itu Jampi juga pernah eksis sebagai pelatih kiper skuat ayam kinantan.

Namun tak banyak yang tahu bahwa sebelum menjadi pesepakbola, Jampi Hutauruk lebih dulu menjadi atlet karate.

Tak tanggung, pria kelahiran Rantauprapat, 5 April 1957 ini merupakan pemilik sabuk hitam DAN 3.

Bahkan Jampi sempat mengikuti ajang bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 1977.

"Memulai karate saat usia saya sekitar 18 tahun. Saya pernah tampil di PON tahun 77 saat masih menekuni cabor karate. Saat itu belum ada (kategori) kelas seperti saat ini," ujarnya, Senin (30/3/2020).

Jampi menuturkan, Setelah menekuni karate hingga tahun 1977, pada tahun 78 dirinya memilih banting setir menjadi pesepakbola.

Hal ini dilakukannya setelah adanya perubahan sistem dalam karate seperti penambahan kelas.

Di cabor sepak bola, Jampi yang mengidolakan pemain legendaris Arsenal Pat Jennings memilih posisi sebagai kiper.

"Saya pengin jadi kiper karena bisa bebas dan gunakan kaki dan tangan. Jadi bisa seperti saat di karate," katanya.

Sebagai pesepakbola, Jampi bukan tanpa prestasi. Sejumlah prestasi juga pernah digapainya.

Antara lain medali emas PON tahun 1985 bersama Suharto AD, Amrustian, Ponirin Meka dan lainnya. Bahkan selain membela PSMS, Jampi juga pernah berseragam Mercu Buana, salah satu klub tenar lainnya saat itu.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved