Virus Corona

Arab Saudi Lockdown Mekah Madinah dan Riyadh, Menag Akui Ibadah Haji 2020 Mungkin Ditunda

Raja Arab Saudi Raja Salman mengumumkan lockdown di Riyadh, Mekkah, dan Madinah, Rabu (25/3/2020.

Editor: Tariden Turnip
arab news
Arab Saudi Lockdown Mekah Madinah dan Riyadh, Menag Akui Ibadah Haji 2020 Mungkin Ditunda . Kondisi Madinah lengang setelah dilockdown sejak Rabu (25/3/2020) 

Arab Saudi Lockdown Mekah Madinah dan Riyadh, Menag Akui Ibadah Haji 2020 Mungkin Ditunda

Arab Saudi mencatat kematian ketiga pasien virus corona (Covid-19), Kamis (26/3/2020).

Korban ketiga adalah warga Madinah, 51 tahun, meninggal dunia setelah dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis

Juru bicara Kementerian Kesehatan Dr Mohammed Al-Abd Al-Aly mengatakan 112 kasus baru Covid-19) dilaporkan sejak Rabu (25/3/2020).

Total kasus Covid-19 yang dikonfirmasi Arab Saudi menjadi 1.012, di antaranya 23 staf medis.

Melansir Arab News, Al-Abd Al-Aly mengatakan bahwa 33 pasien sembuh.

Arab Saudi mengumumkan kematian pertama akibat virus corona, Selasa (24/3/2020), seorang warga Afghanistan. Dia mengembuskan napas terakhir di Madinah.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Talal Al-Shalhoub mengatakan semua jalan menuju Mekah, Madinah dan Riyadh di-lockdown.

Sebelumnya Raja Arab Saudi Raja Salman mengumumkan lockdown di Riyadh, Mekkah, dan Madinah, Rabu (25/3/2020.

Akses keluar masuk ditutup di tiga kota tersebut, sedangkan pembatasan perjalanan juga akan dilakukan pada 13 wilayah lainnya.

Penerbangan internasional ditangguhkan, dan penangguhan terhadap visa untuk umrah sepanjang tahun. Masjid, sekolah, mal, dan restoran juga ditutup.

Jam malam juga dimajukan mulai pukul 15.00, dari yang sebelumnya pukul 19.00 waktu setempat hingga pukul 06.00 pagi

"Ada orang yang ceroboh dan tidak mematuhi jam malam, dan tindakan yang diperlukan telah diambil terhadap mereka," katanya.

Suasana Riyadh saat lockdown
Suasana Riyadh saat lockdown (arab news)

Talal Al-Shalhoub menambahkan bahwa jam malam menetapkan bahwa individu harus tinggal dan bekerja dari rumah, dan mereka yang tidak patuh akan dihukum.

Peraturan ini mengubah ritme kehidupan sehari-hari di negara berpenduduk sekitar 30 juta orang itu.

Sebelumnya, pertemuan larut malam di kedai kopi atau di rumah adalah hal biasa, tetapi sekarang tidak bisa dilakukan.

Salah seorang warga dari Turki bernama Nasif Erisik, yang bermain kartu hampir setiap malam dengan teman-teman di salah satu rumah mereka, mengatakan, dia dan teman-temannya kini bermain secara online. 

" Corona telah mengubah kebiasaan kita dan segalanya dalam hidup kita," kata Erisik, dikutip dari Reuters.

Pekan lalu, Raja Salman menyatakan bahwa kerajaannya bakal menghadapi "pertarungan lebih sulit".

Sebab, selain wabah corona, mereka juga dihantam penurunan harga minyak.

Pihak kerajaan menyatakan, mereka bakal mengucurkan paket stimulus besar, yakni sebesar 120 miliar riyal, sekitar Rp 526,8 triliun.

Selain itu, Riyadh dilaporkan juga berencana mengajukan pinjaman yang total nilainya mencapai 50 persen dari GDP negara.

Larangan ataupun paket stimulus juga diberlakukan negara lain di kawasan Teluk, setelah 2.100 kasus Covid-19 ditemukan di kawasan tersebut

Di tengah wabah Covid-19, Menteri Agama Fachrul Razi mengaku masih menunggu perkembangan kebijakan pemerintah Arab Saudi.

Menurut dia, ada kemungkinan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020 ditunda karena wabah Covid-19.

Jika hal tersebut benar terjadi, kata Fachrul, dana pelunasan biaya perjalanan ibadah haji akan dikembalikan ke calon jemaah.

"Jika ternyata haji tahun ini dibatalkan, dana yang disetorkan saat pelunasan, dapat dikembalikan lagi ke jemaah," kata Fachrul melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (27/3/2020).

Fachrul menyebut, pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) calon jemaah Indonesia masih terus berproses.

Sampai hari ini, tercatat 83.337 jemaah sudah melakukan pelunasan.

Tahapan pertama ini masih terus berlangsung hingga 30 April 2020.

Namun demikian, belum ada keputusan final dari pemerintah Arab Saudi soal penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

"Kemenag terus mengikuti dan memantau perkembangan kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji, termasuk perkembangan pembatasan ibadah yg dilakukan Saudi di dua kota suci, Makkah dan Madinah.

Kita juga menyiapkan mitigasi kalau pelaksanaan ibadah haji dibatalkan oleh Pemerintah Arab Saudi," ujar Fachrul.

Menurut Fachrul, persiapan layanan haji seperti pengadaan akomodasi, transportasi darat dan katering yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia terus berjalan.

Namun, sesuai dengan instruksi yang diberikan oleh Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, pembayaran uang muka haji belum dilakukan.

Demikian pula untuk keperluan penerbangan.

Mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, Kemenag sementara waktu menunda pelaksanaan bimbingan manasik haji secara konvensional yang melibatkan kerumunan massa.

Bersamaan dengan itu, Kemenag tengah memfinalkan beberapa skenario pelaksanaan manasik, antara lain, distribusi buku manasik ke jemaah, memanfaatkan media televisi dan radio untuk proses pembelajaran, menggunakan sarana pembelajaran daring, hingga edukasi dan sosialisasi melalui media sosial.

Fachrul pun mengimbau para calon jemaah tetap mengikuti setiap tahapan haji, sambil terus memantau perkembangan di Arab Saudi.

"Apapun keputusan Kerajaan Saudi dan pemerintah Indonesia, itu pasti dilakukan bagi kemaslahatan orang banyak, khususnya para calon jemaah haji," katanya.

Arab Saudi Lockdown Mekah Madinah dan Riyadh, Menag Akui Ibadah Haji 2020 Mungkin Ditunda

Sebagian artikel ini dikompilasi dari Kompas.com dengan judul "Arab Saudi Terapkan Lockdown di Riyadh, Mekkah, dan Madinah", "Menag: Jika Haji Tahun Ini Batal, Dana Dikembalikan ke Calon Jemaah",

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved