Kekuatan Raja Sakti Hilang Usai Ditembak Polisi, Wajahnya Pucat Duduk di Kursi Roda
Otak pelaku pembobol Indomaret Raja Maratua Sakti Lubis alias Ucok Kebong akhirnya ditangkap polisi. Ditembak saat lari
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Array A Argus
BINJAI,TRI BUN - Raut wajah Raja Maratua Sakti Lubis alias Ucok Kebong tak segarang seperti biasanya.
Kekuatan lelaki berusia 40 tahun ini mendadak hilang, setelah betis kanannya ditembak polisi.
Saat berada di rumah sakit, warga Jalan Nanas I, Lingkungan II, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat ini terpaksa menggunakan kursi roda.
"Pelaku ini kami tindak tegas karena berupaya kabur saat dibawa pengembangan.
Dia sebelumnya terlibat dalam aksi pembobolan gerai Indomaret," kata Kanit Reskrim Polsek Binjai Barat, Ipda HM Firdaus, Kamis (19/3/2020).
• Kronologi Lengkap Perampok Bersenpi Aniaya Tengkulak Sawit dan Anaknya, Menggondol Rp 40 Juta
Perwira berpangkat satu balok emas di pundak ini mengatakan, Ucok Kebong beraksi bersama rekannya M Ishak Lubis alias Gobang (36).
Pada 14 Maret 2020, Ucok dan Gobang manjat ke lantai tiga gerai Indomaret di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kelurahan Bandar Sinembah, Kecamatan Binjai Barat.
Di sana, kedua pelaku menggasak barang-barang Indomaret, hingga pihak swalayan mengalami kerugian Rp 13,4 juta.
"Setelah aksi ini diketahui pegawai swalayan, pihak Indomaret kemudian membuat laporan.
Lalu, anggota kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka Gobang," katanya.
• Tauke Sawit Dirampok, Uang Rp 40 Juta Digondol Perampok, Anak Korban Sempat Ditodong Pistol
Dari penuturan Gobang inilah polisi kemudian menangkap Ucok.
Ia diamankan saat hendak menjual barang hasil curiannya di Jalan Sirsak, Lingkungan VII, Kelurahan Sukaramai, Binjai Barat.
"Barang bukti yang disita dari tersangka ini berupa tiga kaleng susu merk Chilkid 800 gram,
dua kaleng susu Pediasure 850 gram, tiga kaleng susu Bebelove 800 gram, 8 kotak susu Enfagrow 400 gram,
satu botol sampo Zink, satu botol Clear, satu Pepsodent dan satu Ciptadent," pungkas Firdaus.
• Polres Simalungun Tangkap Perampok Truk Jeruk yang Mengaku Sebagai Polisi
Di lain tempat, petugas Sat Reskrim Polres Sergai mengamankan buronan kasus bajing loncat, Ryan Gutama alias Doyok.
Pria berusia 31 tahun itu ditangkap saat kembali ke rumahnya di Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban pada Rabu (18/3) kemarin.
"Ketika diamankan, tersangka Doyok ini tengah tertidur pulas di rumahnya.
Begitu dibangunkan oleh anggota, dia sempat kaget. Namun langsung disergap anggota," kata Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang.
Karena sudah terkepung, Doyok hanya bisa pasrah. Ia kemudian dimasukkan ke dalam mobil, guna dibawa ke Polres Sergai.
Saat diinterogasi, Doyok mengakui ikut mencuri dengan modus bajing loncat bersama tiga rekannya yang lain.
• Perampok Bawa Kabur Mobil di Parkiran, Ternyata Kerabat Korban Masih di Dalam Mobil
"Dua pelaku lainnya masing-masing Reza Aulia Habib alias Reza dan Angga Satrio alias Basir sudah lebih dulu kami amankan.
Ada satu lagi yang masih diburon, yakni tersangka Rizal alias Pesek," kata Robin.
Berdasarkan hasil penyelidikan, Doyok terakhir kali beraksi pada 10 Juli 2019 lalu.
Kala itu, ia bersama rekan-rekannya mencuri puluhan kotak rokok yang dibawa menggunakan mobil box Isuzu berpelat L 9230 UU, yang kebetulan melintas di Desa Rampah Kiri.
Akibat perbuatannya itu, penyuplai rokok mengalami kerugian hingga Rp 43,6 juta.
"Dalam kasus ini, tersangka kami jerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun.
Untuk satu orang pelaku lainnya bernama Rizal alias pesek masih kami buron," pungkas Robin.
• Wanita Pemberani Nekat Potong Alat Kelamin Perampok yang Hendak Memperkosanya
Sembunyi di Loteng
Raja Maratua Sakti Lubis alias Ucok Kebong, buronan pencurian dengan modus bajing loncat ternyata sudah beberapa kali ditangkap polisi dalam kasus serupa.
Saat diamankan polisi, Ucok sempat kabur ke rumah seorang warga. Ia berusaha bersembunyi di atas loteng.
"Tersangka Ucok ini residivis kasus pencurian yang pernah ditahan pada tahun 2018 lalu.
Saat itu, ia menjalani hukuman satu tahun," kata Kanit Reskrim Polsek Binjai Barat, Ipda HM Firdaus.
Setelah bebas, Ucok tidak taubat. Dia kembali beraksi di sejumlah tempat.
Bahkan, sebelum membobol gerai Indomaret, Ucok juga membobol rumah milik warga, yang tak jauh dari lokasi kejadian kedua.(dra/dyk)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pembobol-indomaret-binjai.jpg)