Anggota DPRD Siantar Ngaku Dijauhi Masyarakat Setelah Disebut ODP, Kabid P2P Sesenggukan
Anggota DPRD Siantar menumpahkan kekesalannya saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Siantar
Penulis: Alija Magribi | Editor: Array A Argus
SIANTAR,TRIBUN-Anggota DPRD Siantar menumpahkan kekesalannya saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Siantar, Kamis (12/3/2020).
Pada kesempatan itu, sejumlah anggota dewan meminta Dinkes Siantar tidak asal- asalan memberikan keterangan terkait wabah virus Corona.
Sebab, sejak Dinkes menyatakan anggota dewan yang baru saja pulang dari Bali berstatus orang dalam pengawasan (ODP) virus Corona, sejumlah masyarakat pun ketakutan.
Warga mengira anggota dewan terpapar corona.
• Detik-detik Anggota DPRD Siantar Gebrak Meja karena Ditetapkan ODP setelah Pulang dari Bali
"Akibat dari perkataan beliau (Kabid P2P Dinkes Siantar, dr Erika Silitonga), kami sampai jadi perbincangan.
Kami juga dijauhi oleh masyarakat. Padahal kami ini adalah wakil rakyat," ungkap Ketua Komisi I DPRD Siantar, Andika Prayogi, Kamis siang.
Ia mengatakan, tidak seharusnya Dinkes Siantar melontarkan statemen yang dapat membuat gaduh dan takut masyarakat.
Tugas Dinkes itu semestinya memberikan pemahaman kepada masyarakat, tentang bagaimana melakukan upaya pencegahan.
• Anggota Komisi III DPRD Siantar Cek Gejala Corona, Hasil Belum Diumumkan
"Pandangan masyarakat jadi terganggu dengan pemberitaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan kepada kami," timpal Boy Iskandar, anggota dewan lain yang turut hadir saat RDP.
Boy mengatakan, harusnya Dinkes berupaya menenangkan masyarakat agar tidak panik.
"Harusnya berkoordinasi dulu lah dengan kami (jika ingin mengeluarkan statemen).
Kami juga punya jaringan di luar, sehingga timbul solusi nya," pinta Boy.
Namun begitu, karena ini sudah terlanjur terjadi, ia pun berharap agar RDP yang digelar kali ini dapat dijadikan evaluasi bagi Dinkes Siantar.
Dari amatan Tribun Medan di gedung dewan, Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Siantar, dr Erika Silitonga, yang dituding sebagai pihak yang mengeluarkan statemen tampak menangis.
Erika berulangkali dicecar anggota dewan karena pernyataannya itu.
"Kemarin ada wartawan bertanya pada saya. Apakah DPRD Siantar masyuk pantauan, saya bilang iya. Mereka termasuk," ungkap Erika.
• Kesal Dicurigai Suspect Corona, Anggota DPRD Siantar Sebut Kadinkes Abal-abal
Namun, ia tidak ada menyebutkan bahwa anggota dewan itu terpapar virus corona.
Dirinya hanya membenarkan bahwa ke 27 anggota dewan yang baru pulang dari Bali ikut dipantau.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Siantar, Ronald Saragih enggan berkomentar lebih lanjut mengenai polemik antara instansinya dengan DPRD Siantar.
Ia mengatakan, bahwa siapa saja yang datang dari luar daerah akan dipantau dan diawasi.
• Video TikTok Anggota DPRD Siantar di Bali Pasca-serahkan Berkas Pemakzulan Hefriansyah Noor
"Kami tetap lakukan pengawasan dan pemeriksaan," ungkap Ronald.
Ia mengatakan, pascamerebaknya virus corona, di Siantar saat ini ada 69 orang yang dipantau.
Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut apakah mereka yang dipantau itu termasuk 27 anggota dewan yang baru pulang dari kemarin atau tidak.
Cek Kesehatan
Sejumlah anggota Komisi III DPRD Siantar yang baru saja pulang dari Bali akhirnya menjalani cek kesehatan di RS Murni Teguh Medan.
Menurut Ketua Komisi III DPRD Siantar, Deny Siahaan, ada juga anggota Komisi II yang ikut serta menjalani pemeriksaan.
Namun, ia tidak ingat pasti jumlahnya berapa orang.
• Detik-detik Truk Militer Italia Angkut Peti Jenazah Berisi Korban Corona, 475 Kematian Dalam 24 Jam
"Saya enggak ikuti pasti berapa. Saya rasa ada 9-10 orang (yang ikut diperiksa)," kata Deny, Kamis (19/3/2020) sore.
Disinggung mengenai hasil pemeriksaan, Deny mengaku belum mengetahuinya.
Sebab, kata dia, hasil pemeriksaan akan diserahkan dokter setelah uji analisis selesai.
"Hasilnya belum tahu kapan keluar. Kita tunggu sama-sama nanti hasilnya, ya," pungkas Deny.(alj)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/anggota-dprd-siantar-melakukan-video-tiktok-di-bali.jpg)