Respons Bupati Ashari, Pro-Kontra RS GL Tobing Jadi Rumah Sakit Alternatif Penanganan Corona
Berkaca dari Natuna yang sempat dijadikan tempat karantina WNI yang dipulangkan dari Cina tidak perlu ada keraguan
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Salomo Tarigan
TRI BUN-MEDAN.com- Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan meminta agar masyarakat tidak panik terkait dijadikannya rumah sakit GL Tobing Tanjung Morawa sebagai rumah sakit alternatif tempat penanganan pasien Covid-19 (Virus Corona).
Saat ini, sedang terjadi pro dan kontra di masyarakat karena adanya kebijakan dari Pemprov Sumut yang ingin menjadikan rumah sakit milik PTPN II itu sebagai rumah sakit penanganan pasien virus Covid 19.
" Percayalah pada Pemerintah, masyarakat tidak perlu ragu. Apapun yang diputuskan oleh Pemerintah sudah ada perimbangannya dan pasti yang terbaik termasuk dipilihnya rumah sakit PTPN ini,"ucap Ashari Tambunan ketika menggelar jumpa pers usai memimpin rapat koordinasi pencegahan penyebaran Covid 19 di ruang aula Cendana Kantor Bupati Kamis, (19/3/2020).
Ashari menjelaskan keberadaan virus sudah disikapi dengan baik oleh Pemerintah.
Disebutnya semua pihak wajib untuk bersyukur karena kondisinya Indonesia masih dalam keadaan yang lebih baik dibandingkan dengan lain.
Pemerintah tidak pernah menganggap remeh persoalan ini sehingga penanganannya pun cukup serius.
Berkaca dari daerah Natuna yang sempat dijadikan tempat karantina WNI yang dipulangkan dari Cina,tidak perlu ada keraguan masyarakat.
" Pemerintah tentu tidaklah gegabah karena di Natuna juga enggak ada dampak buruk. Di sini kita harusnya bersyukur. Mustinya ini menimbulkan rasa tenang karena belum ada satupun di Deliserdang yang positif dan marilah kita terus berdoa. Laksanakan kegiatan seperti biasa, perbanyak olahraga supaya terus sehat,"kata Ashari Tambunan.
Satu hari sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi sudah melakukan peninjauan langsung ke rumah sakit GL Tobing Tanjung Morawa untuk melihat bagaimana kondisi dan kesiapan rumah sakit untuk dijadikan salah satu tempat penanganan virus Covid 19. Pasca kedatangannya itu berbagai pro dan kontra dikalangan masyarakat pun muncul khususnya masyarakat di Kecamatan Tanjung Morawa.
Pro dan kontra itu terjadi salah satunya di media sosial. Karena virus Covid 19 ini bisa mengenai siapa saja beberapa diantara masyarakat pun ada yang mendukung.
Di sisi lain ada juga yang merasa khawatir karena takut penularannya bisa semakin meluas.
" Kalau kita inikan hanya berharap yang penting masyarakat di Tanjung Morawa ini jangan pula sampai ada yang kena karena Corona ini,"kata Heri warga Tanjung Morawa.
(dra/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bupati-deliserdang-ashari-tambunan-dan-forum-komunikasi-pimpinan-daerah-fkpd.jpg)