Pembunuhan di Sungai Denai

Mayat dengan Leher Nyaris Putus di Sungai Denai, Ternyata Dibunuh Pakai Samurai

Tim Reskrim Polsek Medan Area berhasil menangkap pelaku pembunuhan seorang mayat di Sungai Denai, Medan Denai bernama Muhammad Antoni Akbar (32).

Tribun-Medan.com/Victory Hutauruk
Tim Reskrim Polsek Medan Area dan Polrestabes Medan berhasil menangkap pelaku pembunuhan di Sungai Denai, Medan. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim Reskrim Polsek Medan Area berhasil menangkap pelaku pembunuhan seorang mayat di Sungai Denai, Medan Denai bernama Muhammad Antoni Akbar (32).

Pelaku merupakan warga Menteng Vll Ganh Bahagia No. 89 Kelurahan Menteng Kecamatan Medan Denai.

Korban ditemukan dalam kondisi tragis terapung pinggir sungai dengan kondisi tangan terikat ke belakang, khaki juga terikat, serta leher digorok nyaris putus.

Hingga saat ini korban belum diketahui identitasnya dan diperkirakan berumur 24 tahun.

Wakapolrestabes Medan AKBP Irsan Sinuhaji menyebutkan bahwa pelaku ditangkap pada hari Minggu (15/3/2020) sekitar pukul 15.30 WIB.

Ia bersembunyi di rumah tantenya di Kelurahan Bantan, Medan Tembung.

"Barang bukti yang digunakan oleh pelaku berupa satu buah samurai. Dan sebuah kabel listrik untuk mengikat tangan dan kaki korban," tuturnya saat konfrensi pers di Polsek Medan Area, Medan, Senin (16/3/2020).

Kronologi kejadian awalnya, dijelaskan Irsan terjadi pada 14 Maret 2020 sekitar pukul 14.00 WIB dimana Polsek Medan Area mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada korban terapung di pinggir sungai.

"Sesampainya di TKP korban tanpa identitas tangan terikat ke belakang kaki terikat dan leher digorok hampir putus dan Kami langsung menghubungi olah TKP oleh tim Inafis dan Korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diautopsi," ungkapnya.

Setelah itu Tim Gabungan Polrestabes Medan dan Polsek Medan Area melakukan penyelidikan ke arah hulu sungai. Tidak jauh dari lokasi temuan mayat, sekitar 1,5 kilometer, tim sampai di rumah gubuk.

"Anggota melihat seorang laki-laki lari dan polisi curiga dan langsung masuk dalam gubuk tersebut. Di sana ada bercak darah dan arah lari, ditemukan juga sebilah senjata tajam samurai, sandal dan mancis," tegas Irsan.

Ia menyebutkan bahwa diduga kuat pria tersebut adalah pelaku pembunuhan dan saat dikejar pelaku langsung melompat ke sungai.

"Lalu penyelidik bertanya ke masyarakat mengatakan bahwa orang yang lari tersebut bernama Muhammad Antoni Akbar," ungkapnya.

Lebih lanjut, Irsan menyebutkan polisi melakukan pencarian di seputaran sungai sampai malam tetapi hasilnya nihil.

Tim Tekab kemudian mendatangi keluarga tersangka, namun tetap tak membuahkan hasil.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved