Geng Motor Penyerang Warkop Masih Bebas Berkeliaran di Binjai, Aksinya Terekam CCTV
Hingga kini, para anggota geng motor yang melakukan aksi anarkis masih bebas berkeliaran.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan
TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Sekelompok pemuda geng bermotor menebar keresahan di masyarakat Kota Binjai. Hingga kini, para anggota geng motor yang melakukan aksi anarkis masih bebas berkeliaran.
Insiden terbaru terjadi di Warkop Bang Kumis Simpang Kebun Lada, Jalan T Amir Hamzah, Binjai Utara, Minggu (8/3/2020).
Anggota geng motor menyerang sekelompok pengunjung yang tengah asyik nongkrong.
Mereka secara brutal melempari dan merusak mobil Nissan Xtrail BK 564 RF milik Fachrozy Fadillah dan merusak sepeda motor yang sedang parkir serta melarikan handphone milik Irsan.
Menyikapi hal ini, Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Wir Han Arif mengakui para pelaku saat ini belum berhasil dibekuk. Timnya di lapangan masih melakukan proses penyelidikan.
"Belum ditangkap, kami masih proses penyelidikan identitas mereka, dugaannya orang mana kami belum tahu. Saksi-saksi sudah ambil keterangan dan pelapor korban yang kehilangan handphone," katanya, Selasa (10/3/2020).
Terpisah, korban penyerangan dan perampasan handphone, Irsan mengaku saat kejadian sedang bertemu dengan dua temannya, Bintang Perdana dan Agus.
Tiba-tiba ada 12 orang mengendarai empat sepeda motor datang dari arah Tugu Kota Binjai, dan langsung menyerang mereka.
"Datang geber-geber, bawa balok. Mereka datang menghampiri dan langsung menuduh kami sebagai pelaku penganiayaan adik orang itu. Handphoneku dirampas. Aku dan Agus langsung masuk ke dalam warkop," kata Irsan.
Sementara Bintang tidak sempat menyelamatkan diri hingga menjadi sasaran amuk geng motor yang membawa kayu balok, besi dan batu. Setelah menganiaya Bintang, anggota geng motor langsung melarikan diri.
Dalam kejadian ini, Bintang mengalami luka memar pada bagian mata setelah dipukul pakai besi. Sekujur tubuhnya juga lebam akibat dihantam besi dan bangku warkop.
"Aku gak sempat melarikan diri karena mengira teman. Aku enggak tahu apa-apa, langsung memukuli aku pakai besi dan bangku," kata Bintang.
Terpisah, pemilik warkop, Fahrezi mengaku sudah melaporkan kejadian itu ke Polres Binjai dan memberikan sejumlah keterangan. Diakuinya polisi juga sudah membawa barang bukti rekaman CCTV, meja dan bangku.
"Sudah lapor, kasih keterangan ada bukti juga terekam CCTV warkop. Bukti rekaman ini juga sudah diberikan akan kuberikan," katanya.
Kasubag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting mengatakan pihaknya sudah memegang bukti CCTV sebagai petunjuk dan alat bukti untuk mengejar para pelaku. Kendati demikian dia belum dapat memastikan para pelaku apakah warga Binjai atau warga luar Binjai.
(Dyk/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/cctv-geng-motor-binjai.jpg)