Boikot Pertandingan PSMS Berakhir, Ini Kesepakatan Kelompok Suporter dan Manajemen

Kelompok suporter PSMS akhirnya mengakhiri aksi mogok menonton pertandingan Ayam Kinantan.

Tribun Medan/Danil Siregar
Pertandingan PSMS Medan melawan Penang FA lanjutan Piala Edy Rahmayadi Cup sepi penonton, di Stadion Teladan, Medan, belum lama ini. Sebagian kelompok suporter memboikot untuk tidak menonton pertandingan. 

MEDAN, TRIBUN - Kelompok suporter PSMS akhirnya mengakhiri aksi mogok menonton pertandingan Ayam Kinantan.

Aksi mogok ini membuat Stadion Teladan sunyi pada pertandingan Piala Gubernur Edy Rahmayadi, Februari lalu. Suporter kecewa karena PSMS mengangkat Philep Hansen sebagai pelatih.

Manajemen PSMS dan perwakilan SMeCK Hooligan, KAMPAK FC, PSMS Fans Club, dan Ultras 1950 akhirnya bermusyawarah di Sekretariat PSMS, Rabu (4/3/2020).

Dalam musyawarah itu, disepakati bahwa kelompok suporter PSMS Medan siap mendukung tim kebanggaan masyarakat Kota Medan itu.

"Sudah aman dan sepakat mendukung untuk PSMS yang lebih baik," kata Sekretaris Umum Julius Raja, Kamis (5/3).

Manajemen PSMS Medan, kata Raja, berterimkasih atas dukungan dari kelompok suporter.

Dukungan suporter, katanya, sangat penting untuk membantu PSMS naik ke Liga 2 pada tahun 2021.
Ketua SMeCK Hooligan Lawren Simorangkir menyatakan siap mendukung panitia pertandingan PSMS agar sukses menggelar penyelenggaraan laga kandang.

Ia juga meminta para pemain PSMS berkerja keras untuk mencapai target Liga 1 musim depan.

"Kami sudah melakukan pertemuan dengan manajemen PSMS kemarin, sepakat untuk mendukung tim Ayam Kinantan berlaga di Liga 2," katanya.

Lawren juga mengimbau agar tidak ada lagi pihak-pihak yang mengganggu persiapan PSMS Medan menjelang bergulirnya Liga 2, seperti permasalahan logo.

"Kami tak ingin lagi ada yang ganggu PSMS seperti terkait permasalahan logo PSMS kemarin," pungkasnya.

Janji Philep Hansen

Sekjend SMeCK Hooligan, Bani Gultom menceritakan terkait boikot sudah ada kesepakatan dengan pelatih Philep Hansen bahwa jika PSMS sampai menelan kekalahan tiga kali berturut, maka pelatih itu harus mengundurkan diri.

"Sebenarnya sudah ada pertemuan sejak kemarin-kemarin dengan pelatih. Kami sudah berbicara dengan Philep dan sepakat kalau sampai PSMS kalah tiga kali berturut harus mundur. Kami akan kasih kesempatan buat pelatih untuk menunjukkan kemampuannya," ujarnya.

Perwakilan tim suporter juga telah meminta klarifikasi dari Philep Hansen tentang rumor dirinya terlibat pengaturan skor pertandingan saat melatih PSPS Riau.

"Yang kami pertanyakan itu juga sudah dijawabnya. Dia sudah jelaskan kepada kami dan kami terima alasannya. Ya, kita lihat saja semoga PSMS ini bagus," ujarnya. (Iam)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved