Bus Masuk Jurang di Madina

Kecelakaan Tunggal Mini Bus di Madina, Ini Identitas Para Korban

Sebanyak 24 pelajar menjadi korban kecelakaan tunggal di jalan umum Km 18-1, Lintas Panyabungan dan Natal, Kecamatan Panyabungan Selatan

TRIBUN MEDAN / IST
WARGA membantu evakuasi para korban pascakecelakaan, Selasa (3/3/2020) malam. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 24 pelajar menjadi korban kecelakaan tunggal di jalan umum Km 18-1, Lintas Panyabungan dan Natal, tepatnya di Desa Hutarim Baru, Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Madina, Selasa (3/3/2020) malam.

Dalam peristiwa tersebut, dua orang penumpang meninggal dunia yakni M Iqbal (15) dan M Ansori (15) yang merupakan pelajar warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina.

“Meninggal ada dua dan luka berat ada tiga. Jumlah keseluruhan penumpang 24 orang. Sedangkan yang dirujuk karena luka berat ke Rumah Sakit di Padang satu orang, dan dua orang di rujuk ke Rumah Sakit Panyabungan. Sementara yang lainnya sudah kembali, sedangkan korban meninggal sudah di rumah duka,” ujar Kanit Laka Polres Madina, Iptu M Dalimunthe, Rabu (4/3/2020).

Adapun identitas para pelajar yang menjadi korban adalah:

1. Fatur (14) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Fatur mengalami luka robek pada kepala bagian belakang, hilang kesadaran dan mendapat perawatan di RSUD Panyabungan.

2. Muhammad Iqbal (15) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Iqbal mengalami luka robek pada kepala bagian belakang, keluar darah dari hidung dan meninggal dunia di RSUD Panyabungan.

3. Muhammad Ansori (15) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Ia mengalami luka robek pada kepala bagian belakang, keluar darah dari hidung dan meninggal dunia di RSUD Panyabungan.

4. Husni (16) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Ia mengalami keluar darah dari hidung, keluar darah dari telinga kanan dan hilang kesadaran dan dirawat di RSUD Panyabungan.

5. Andrean Maulana (12) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Ia mengalami luka memar pada ketiak kanan, bengkak pada mata kiri, hilang kesadaran dan dirawat di RSUD Panyabungan.

6. Muhammad Arif (13) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Iamengalami bengkak pada mata kiri, luka lecet pada pelipis kiri, bengkak pada pinggang dan dirawat Di RSUD Panyabungan.

7. Abdre Ibrahim (16) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Ia mengalami bengkak pada kepala atas dan berobat jalan.

8. Imam Zuhri (16) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Ia mengalami lecet pada paha kiri dan berobat jalan.

9. Faris Hidayat (16) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Ia mengalami paha sebelah kanan memar, rahang sebelah kanan memar dirawat Di RSUD Panyabungan.

10. Rasyid Hasani (15) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Ia mengalami luka memar pada kening kiri, lecet pada hidung, dirawat di RSUD Panyabungan.

11. Ikhwan Muhid (13) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Ia mengalami keluar darah dari hidung, tangan kiri memar, kaki kiri tidak bisa digerakkan dan dirawat di RSUD Panyabungan.

12. Lukmanul Hakim (14) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Ia mengalami bahu kanan tidak bias digerakkan, lengan kanan tergores, memar pada kepala sebelah kanan dan dirawat di RSUD Panyabungan.

13. Riski Ahmad Rangkuti (14) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Ia mengalami luka lecet pada pantat sebelah kanan, luka memar di punggung, luka memar pada leher sebelah kanan dan dirawat di RSUD Panyabungan.

14. Kusnul Aziz (16) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Ia mengalami luka lecet pada dagu, terkilir kaki kanan, dan dirawat jalan.

15. Rahmad Hidayat (17) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Ia mengalami bengkak pada hidung, bengkak pada kepala belakang, terkilir pada tangan kanan dan berobat jalan.

16. Riski Ahmad (14) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Ia mengalami luka lecet pada punggung kanan, luka lecet pada dagu kanan dan berobat jalan.

17. Amdu Afliriski (14) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Ia mengalami bengkak pada kepala kiri, luka lecet pada pinggang kanan, lecet pada dada kiri dan berobat jalan.

18. Aswin Yasid Nasution (14) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Ia mengalami luka lecet pada pinggang sebelah kiri, luka lecet pada lengan kiri dan berobat jalan.

19. Nabila Riski (14) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Ia mengalami luka lecet pada kepala dan tidak berobat.

20. Aliya Sakila (14) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Ia mengalami lecet di kepala dan tidak berobat.

21. Nurul Fatma (14) warga Desa Purba Baru, Kecamatan Lembang Sorik Marapi, Kabupaten Madina. Ia mengalami luka lecet di kepala dan tidak berobat.

23. Sazkia Adiameca (14) warga Kelurahan Pasar Hilir Kecamatan Panyabungan Kabupaten Madina. Ia mengalami luka lecet di kepala dan tidak berobat.

24. Tasya (14) warga Kelurahan Pasar Hilir Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina, mengalami luka lecet di kepala dan tidak berobat.

Kecelakaan Tunggal Mini Bus di Madina, Sekretaris Ponpes Purba Baru Sebut Bukan Siswa Mereka

Dalam kecelakaan tunggal tersebut, mobil minibus mengangkut 24 penumpang yang merupakan pelajar.

Kecelakaan bermula saat mobil penumpang bus merek Mitsubishi No Pol BB 1720 RA yang dikemudikan Ahmad Riadi Tanjung datang dari arah Natal menuju Panyabungan dengan kecepatan tinggi dan membawa penumpang yang berlebih.

Sesampainya di TKP diduga bus mengalami rem blong dan hilang kendali sehingga masuk kedalam jurang sedalam 30 meter.

Sejauh ini, pihaknya menduga bus masuk ke jurang usai mengalami rem blong saat hendak berbelok.

Begitupun hal ini masih dalam proses penyelidikan pihaknya untuk memastikan penyebab kecelakaan.

“Kemungkinan (rem blong). Cuma belum ita cek remnya apakah blong atau nggak. itukan harus kita buktikan. Tapi yang jelas itu, kalo untuk kecepatannya sekitar 60 KM per jam karena posisi persneleng gigi tiga,” jelasnya.

Dikatakan Dalimunthe, bus mengangkut pelajar Pondok Pesantren Purba Baru yang hendak berwisata karena proses belajar mengajar di hari Selasa selalu libur.

“Kalo itu belum kita konfirmasi lebih lanjut, karena kami fokusnya untuk korban dan evakuasi mobil dahulu. Mereka pelajar semua di Pesantren Purba. Kemungkinan besar orang itu baru selesai main-main karena kalau hari Selasa pesantren di sini libur. Mereka biasa rekreasi lah ke tempat wisata. Tapi, kita masih menunggu konfirmasi dari pihak korban,” sebutnya.

Pascakejadian, supir bus Riadi Tanjung mengalami terkilir kaki kanan dan luka memar pada lutut kiri.

Kini ia juga telah diamankan di kantor Kanit Lakalantas Polres Madina untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan.

“Sopir sudah kita amankan, tapi belum kita periksa. Hanya baru buat laporan polisi dan masih di TKP ini. Untuk barang bukti juga belum diangkat ini,” pungkasnya.(mft/tri bun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved