Breaking News

Setahun Tak Kunjung Punya Anak, Pria ini Terkejut Ternyata Menikahi Seorang Laki-laki

Seorang suami asal Hunan, China ini, sudah menikah selama setahun tapi tak kunjung dikaruniai anak. Baru tahu, istrinya rupanya seorang laki-laki.

Tayang:
Bastile Post via Grid Health
Pasangan suami istri tak kunjung punya anak setahun menikah. Akhirnya diketahui bahwa keduanya sama-sama berjenis kelamin laki-laki. 

Dokter mengatakan bahwa displasia gonda Xiaohui lebih tidak terlihat di tubuh.

Namun, karena dia memiliki lebih banyak estrogen, dia lebih condong ke wanita daripada pria.

Kelamin ganda pada seseorang sebenarnya bukan hal baru di dunia medis.

Kelamin ganda memang lebih sering terjadi pada pria, yang membuatnya tampak seperti wanita.

Secara umum, kelainan perkembangan seksual kelamin ganda sebenarnya bisa didiagnosis sebelum kelahiran bayi.

Bayi yang secara genetik lahir sebagai perempuan (dengan dua kromosom X) bisa menunjukkan tanda-tanda atau gejala, meliputi:

  • Pembesaran klitoris, yang dapat menyerupai penis kecil
  • Tertutupnya labia (bibir vagina), atau labia yang terdiri dari lipatan dan menyerupai skrotum
  • Benjolan yang terasa seperti testis di penyatuan labia

Adapun bayi yang secara genetik terlahir laki-laki (dengan satu kromosom X dan satu kromosom Y) bisa menunjukkan gejala-gejala kelamin ganda, antara lain:

  • Kondisi di mana saluran sempit yang mengangkut urine (air kencing) dan air mani tidak sepenuhnya membentang hingga menjangkau ujung penis
  • Penis yang kecilnya tidak normal dengan bukaan uretra lebih dekat ke skrotum
  • Tidak adanya salah satu atau kedua testis pada apa yang terlihat seperti skrotum
  • Testis tidak turun dan skrotum yang kosong dan terlihat seperti labia dengan atau tanpa mikropenis (penis berukuran sangat kecil)

Mengenai kondi ini mengutip laman urologyhealth.org, jika ada yang salah dengan proses ini namanya  sexual development disorder (DSD).

DSD disebabkan oleh hormon. Alat kelamin bisa berkembang dengan cara yang tidak terlihat normal. Mereka bisa tidak jelas atau "ambigu."

Seorang bayi dapat memiliki fitur dari kedua jenis kelamin. Istilah medis "interseks" juga digunakan untuk menggambarkan alat kelamin yang ambigu.

Penting dipahami DSD tidak sama dengan trans seksual alias trans gender.

Seorang waria alias trans gender adalah orang yang tidak melihat diri mereka sendiri sebagai jenis kelamin mereka.

Sedangkan DSD berbeda. Mereka disebabkan oleh hormon yang mengubah cara janin berkembang.

DSD dapat menyebabkan berbagai masalah, seperti yang pernah dialami oleh Xiaouhui saat kecil, sekitar usia 15 tahunan.

  • Organ seks yang tidak terlihat pria atau wanita
  • Menstruasi dapat dimulai pada usia yang dini, dan hal ini dialami oleh Xiaouhui.
  • Ketidakseimbangan hormon atau elektrolit
  • Hipospadia dapat terbentuk. Di sinilah pembukaan penis tidak di ujung, dan testis belum jatuh

Untuk menegakan diagnosis yang tepat DSD, dan menentukan jenis kelamin yang tepat, tes dan pemeriksaan ini yang harus dijalani:

  • Pemeriksaan fisik organ seks luar
  • Tes darah untuk menunjukkan tingkat kromosom dan hormon anak Anda
  • Tes USG atau MRI untuk melihat organ dalam
  • Genitogram untuk melihat organ seks bagian dalam. Ini termasuk sinar-X dan kateterisasi lubang antara alat kelamin dan anus. Ini akan menunjukkan uretra dan ukuran vagina, jika ada. Tes ini bermanfaat untuk merencanakan operasi.
  • Biopsi, untuk menguji jaringan gonad di bawah mikroskop
  • Dalam kasus yang jarang terjadi, studi penyelidikan gen dapat membantu. Sebagai contoh, studi kromosom dengan kariotipe akan membantu menentukan 44XY DSD.
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved