SD Santo Antonius 1 & 2 Siap Digitalisasi Perpustakaan, Peringkat II Perpustakaan Terbaik Kota Medan
Perpustakaan digital akan mempermudah murid untuk mendapatkan informasi atau ilmu yang ingin mereka cari
T R I B U N-MEDAN.com - Perpustakaan yang identik dengan suasana tenang, lengkap dengan beragam buku, bak 'Surga' bagi para pencinta buku.
Seiring perkembangan zaman, perpustakaan kini tidak hanya bersifat offline.
Sudah banyak perpustakaan layanan publik yang bergerak berbasis digital.
Perpustakaan berbasis digital inilah yang sedang dirampungkan SD Santo Antonius 1 dan 2.
Pustakawan SD Santo Antonius, Novi sangat mendukung adanya Perpustakaan berbasis digital ini.
Ia menuturkan bahwa penerapan tersebut akan mempermudah murid untuk pencarian buku.
"Saya sangat setuju dan mendukung penerapan perpustakaan berbasis digital. Karena dengan penerapan tersebut, akan mempermudah murid untuk mendapatkan informasi atau ilmu yang ingin mereka cari," ujar Novi kepada T r i b u n, Minggu (23/2/2020).
Prestasi perpustakaan SD Antonius juga patut diperhitungkan.
Pada 2019 lalu SD Santo Antonius meraih peringkat kedua pada kategori Perpustakaan Terbaik kota Medan dan peringkat pertama pada kategori pustakawan terbaik.
Kepala SD Santo Antonius 1 dan 2, Franseline mengungkapkan bahwa ada beberapa penilaian yang harus dilewati perpustakaan untuk memenuhi kriteria.
Di antaranya adalah fasilitas dan tata kelola perpustakaan.
"Dalam perlombaan ini tenaga pustakawannya sudah dikasih materi kemudian dipresentasikan. Perpustakaan juga dinilai mengenai koleksi buku yang tersedia, tata kelola peminjaman buku dan media apa saja yang tersedia. Selain itu dari segi fasilitas juga dilihat karena mereka juga survey langsung ke perpustakaan," ungkap Franseline.
Franseline menuturkan melalui perlombaan yang diselenggarakan oleh perpustakaan Medan ini, SD Santo Antonius bergerak untuk mendigitalisasi perpustakaan.
"Perpustakaan di SD Santo Antonius ini belum online. Kami sudah membeli aplikasi untuk dapat online terhubung langsung ke perpustakaan nasional. Akhirnya kami harus ganti semua barcodenya dan kami sedang melakukan input online. Selama ini kami offline," tuturnya.
• Tim SAR Temukan 2 Jenazah Terakhir Korban Susur Sungai SMPN 1 Turi, Ini Daftar 10 Pelajar yang Tewas
• Banjir Jakarta Terseret Isu Wanita Bisa Hamil di Kolam Renang, Inilah Kicauan Menggelitik Netizen
Perpustakaan Sd Santo Antonius 1 dan 2 saat ini memiliki koleksi buku sebanyak 2300 eksemplar dan nonbuku sekitar 200 seperti kaset dan dvd.
Ribuan buku tersebut terdiri dari berbagai jenis seperti buku bacaan ilmiah, fiksi ilmiah, fiksi, dan nonfiksi.
Buku dan fasilitas yang lengkap juga menjadi daya tarik bagi murid untuk mau menghabiskan waktunya di perpustakaan. Novi menuturkan bahwa hampir sebagian besar koleksi buku yang ada di perpustakaan telah dibaca oleh murid.
"Di perpustakaan kita, antusias anak-anak terhadap buku yang ada di perpustakaan sangat tinggi. Hampir sebagian besar buku yang ada di perpustakaan telah mereka baca, karena setiap istirahat mereka selalu menyempatkan diri untuk membaca ke perpustakaan," ungkap Novi.
Selain membaca, Murid SD Santo Antonius memiliki kebiasaan rutin untuk rajin meminjam buku perpustakaan. Novi menjelaskan bahwa setiap buku baru datang, murid sangat antusias untuk segera membaca.
"Mereka sangat rajin meminjam buku ketika jadwal meminjamnya. jadi setiap minggu itu buku pinjaman mereka berbeda terus, sampai kalau mereka ada liat kardus buku baru datang langsung menerka bahwa itu buku baru untuk perpustakaan dan mreka langsung menjumpai saya mengenai buku itu. Melihat itu saya sangat senang karena menurut saya dengan begitu berarti keingin tahuan mereka juga sangat tinggi," kata Novi.
Novi juga berbagi tips untuk menjaga perpustakaan sekolah agar terawat. Ia menjelaskan bahwa setiap perpustakaan harus memperhatikan kebersihan dan kerapian buku. Novi sendiri memiliki kebiasaan untuk selalu merawat perpustakaan.
• MALAM INI Jadwal Liga Inggris: Arsenal vs Everton dan Duel Manchester United vs Watford
"Saya setiap pagi sebelum perpustakaan buka, saya mengelap, menyapu dan membersihkan perpustakaan. selain itu, Mengatur suhu di ruangan perpustakaan dan memberikan wewangian yang lembut agar ruangan terasa wangi dan anak-anak merasa senang," jelasnya.
Perpustakaan yang baik merupakan impian setiap sekolah agar murid rajin untuk berkunjung ke perpustakan. Melalui perpustakaan berbasis digital ini, Franseline selaku kepala sekolah memiliki target khusus kedepannya.
"Melalui perperpustakaan digital ini kami berharap agar target bisa kami kejar yakni tidak hanya sekolah yang mendapat akreditasi, perpustakaan juga terakreditasi. Karena kalau perpustakaan terakreditasi, orang lain dapat datang melihat, dan itu berarti ada nilai yang mau dilihat," pungkas Franseline.
(cr13/t r i b u n-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sd-santo-antonius-1-2-siap-digitalisasi-perpustakaan-peringkat-ii-perpustakaan-terbaik-kota-medan.jpg)