Akhyar Jelaskan Pentingnya Tugas dan Fungsi Guru dalam Program Medan Merdeka Belajar

Pemkot Medan gelar sarasehan untuk membahas program Merdeka Belajar dari Mendikbud Nadiem Makarim

Dok. Humas Pemkot Medan
Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution dalam acara Sarasehan Medan Merdeka Belajar di Gedung Serba Guna PKK Kota Medan, Jalan Rotan Proyek Petisah, Kamis (13/2/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Medan melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan menggelar Sarasehan Medan Merdeka Belajar di Gedung Serba Guna PKK Kota Medan, Kamis (13/2/2020).

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution membuka acara itu dan diikuti para guru dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF) se-Kota Medan.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menyamakan pemahaman, persepsi, dan tindakan dalam menjalankan program Merdeka Belajar yang dicanangkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim untuk seluruh sekolah di Indonesia.

Dengan begitu, program tersebut berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang optimal dalam proses belajar mengajar.

Turut hadir dalam acara itu Plt Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Medan sekaligus Ketua DPC Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-Kanak Indonesia (GOPTKI) Nurul Khairani Akhyar.

Hadir pula Plt Kepala Dinas Pendidikan Masrul Badri, sejumlah ketua lembaga bidang pendidikan di Kota Medan, seperti Pusat kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia (HIPKI), serta jajaran pengurus PKK Kota Medan.

Akhyar dalam arahannya mengatakan, program Medan Merdeka Belajar harus dipahami dengan saksama, sehingga  menghasilkan keselarasan dalam proses belajar mengajar di semua sekolah, mulai PAUD, TK, SD, dan SMP se-Kota Medan.

"Para guru memiliki tugas dan fungsi penting dalam program Merdeka Belajar,” kata Plt Wali Kota Medan dalam keterangan tertulis.

Ia melanjutkan, Medan Merdeka Belajar artinya tenaga pendidik harus mampu memberi ruang dan menemukan potensi, minat, serta bakat para murid untuk ditumbuhkembangkan.

“Itu karena setiap dari kita merupakan pribadi yang memiliki keunikan dan kemampuan berbeda," kata Akhyar.

Lebih lanjut, ia juga menekankan agar para guru menanamkan pendidikan karakter bagi murid sebagai modal dan kekuatan untuk menghadapi persaingan dan tantangan dunia yang terus bergerak dinamis.

Menurut Plt Wali Kota Medan, pribadi yang unggul dan berhasil adalah mereka yang memiliki karakter.

"Tumbuh kembang minat dan bakat harus diikuti pendidikan karakter sopan santun, beretika, mandiri, mampu berkompetisi, dan yang terpenting adalah takut akan Sang Pencipta, Allah SWT, Tuhan YME,” imbau Akhyar.

Ia optimis jika semua itu dimiliki setiap anak, mereka akan tumbuh menjadi generasi emas yang membanggakan.

Akhyar juga menjelaskan jika sarasehan itu turut ditujukan bagi para guru PAUD karena anak didik yang mereka ajar berada pada usia pertumbuhan yang dapat dibentuk.

"PAUD dan TK menjadi masa produktif untuk mendidik anak berkarakter. Di sinilah kita bangun fondasi mereka, sehingga nanti saat dewasa, telah tertanam dalam dirinya karakter baik yang telah diajarkan," ujar dia kepada peserta.

Akhyar pun mengajak para guru untuk turut serta menyukseskan program Pemkot Medan yang saat ini terus digelorakan, yakni Yuk Bikin Cantik Medan.

"Kami berharap, para guru dapat mengajarkan anak-anak didiknya membuang sampah pada tempatnya, sehingga menjadi kebiasaan mereka. Menjadi seorang pengajar adalah tugas mulia,” tuturnya.

Maka dari itu, akhyar turut mengajak semua pihak membawa dunia pendidikan menjadi lebih baik dan mengantarkan anak-anak menjadi manusia sukses nantinya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved