Warga Korsel Meninggal Dievakuasi di Langkat Dikabarkan Kena Virus Corona, Namun Ini Faktanya
Crew Kapal Sun Shine berstatus Warga Negara Korea, Jung Seungwon meninggal dunia dalam perjalanan.
Penulis: Dedy Kurniawan |
TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Crew Kapal Sun Shine berstatus Warga Negara Korea, Jung Seungwon meninggal dunia dalam perjalanan.
Jung Seungwon yang berada di kapal berbender Panama sempat dievakuasi di Pelabuhan Pangkalan Susu Lingkungan I Kelurahan Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat.
Korban sempat diberitakan beberapa media lokal meninggal dunia diduga terjangkit virus Corona.
Namun kabar ini langsung dibantah Tim Dinkes Langkat yang ikut mendampingi evakuasi.
"Korban satu orang, Warga Negara Korea. Jadi gini, kabar yang bilang dia (terkena) virus corona itu gak ada, belum ada pun yang bilang corona," jelas Sekretaris Dinkes Langkat, Ansari, Senin (10/2/2020).
"Sekarang jenazah di RS Pirngadi. Pun gitu ya menunggu lah dari Dinkes provinsi. Jangan lah buat resah masyarakat," tambahnya.

Jenazah korban dievakuasi Tim Kesehatan Pertamina Pangkalansusu bersama Poskamla TNI-AL Pangkalansusu, dan Satpol Air Polres Langkat, pada Minggu (9/2/2020, pukul 20.00 WIB di Pelabuhan Pangkalan Susu.
Proses evakuasi dengan menggunakan kapal milik Pertamina Pangkalan Susu di perairan perbatasan Provinsi Aceh dan Provinsi Sumut oleh Tim Kesehatan Pertamina Pangkalan Susu, Poskamla TNI-AL Pangkalan Susu, Sat Pol Air Polres Langkat, Kantor Syahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu.
Informasi dihimpun, WNA Crew Kapal Sun Shine berbendera Panama baru keluar dari perairan Singapura dengan tujuan Qatar.
Kapal Sun Shine bersandar pukul 19.00 WIB dari Pelabuhan Batam Provinsi Kepri.
Lalu sesuai tangkapan radar berada di kawasan perairan Belawan, dan mengirimkan signal Medical Evacuation kepada pihak Poskamla TNI-AL Belawan dikarenakan adanya satu orang crew yang mengalami sakit demam tinggi butuh penanganan medis segera.

Selanjutnya, Poskamla TNI-AL Belawan menginformasikan kepada Poskamla TNI-AL Pangkalan Susu dan Kantor Syahbandaran dan Otoritas (KSO) Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu.
Hal ini untuk melakukan proses evakuasi mengingat lokasi Kapal Sun Shine lebih dekat dengan perairan Langkat.
Pukul 21.30 WIB dilaksanakan proses evakuasi terhadap Kapal Sun Shine oleh tim gabungan dengan menggunakan kapal bots Martha Channel milik Pertamina Pangkalan Susu dengan Nakhoda, Nurul Fajrin Hasibuan dan 8 orang ABK.
Diperkirakan Senin (10/2/2020) pukul 01.00 WIB rombongan tim evakuasi tiba di Pelabuhan Pangkalan Susu.
"Hingga pukul 23.40 WIB di depan Kantor Syahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Pangkalan Susu, telah standby tim kesehatan yang sedang menunggu datangnya tim evakuasi. Saat dilakukan pertolongan pertama oleh tim evakuasi, kondisi WNA tersebut sedang kritis," kata Ansari.
Kemudian pada pukul 23.30 WIB, WNA crew Kapal Sun Shine tersebut telah dinyatakan meninggal dunia.
Sementara belum diketahui penyebab meninggalnya karena masih menunggu hasil rekam medis.
"Ada satu lagi itu identitas yang beredar temannya yang dampingi dengan identitas WNA crew ABK Kapal Sun Shine tersebut berdasarkan passport No. Paspor : P5098023A nama Jacky (30) warga Filipina," pungkasnya.
(Dyk/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/crew-kapal-sun-shine-wn-korea-meninggal-dunia-dievakuasi-di-langkat-1.jpg)