Demo Save Babi
Massa #SaveBabi Swadaya Kumpulkan Dana untuk Biayai Aksi
Ribuan orang berkumpul di depan Gedung DPRD Sumatera Utara dalam aksi #savebabi atau aksi 102, Senin (10/2/2020).
Laporan Wartawan Tribun-Medan, Fatah Baginda Gorby
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Ribuan orang berkumpul di depan Gedung DPRD Sumatera Utara dalam aksi #savebabi atau aksi 102, Senin (10/2/2020).
Amatan Tribun/www.tribun-medan.com, massa yang berkumpul menggunakan ulos sebagai ikat kepala, diletakkan di atas bahu dan sebagian besar memakai baju kaos berwarna putih.
Ketua Gerakan Aksi #savebabi, Boasa Simanjuntak sambil berorasi mengingatkan kepada seluruh kalangan bahwa aksi tersebut tak ada kaitannya dengan politik.
Sehingga menurut, Boasa tidak ada pihak yang mensponsori untuk biaya aksi tersebut.
"Maka kepada seluruh saudaraku di tempat ini, kita akan mengumpulkan dana untuk biaya aksi dengan sukarela, sambil kita bernyanyi O Tano Batak maka durung-durung bisa berjalan," jelasnya.
Seperti diketahui, durung-durung merupakan alat seperti jala yang digunakan untuk menangkap ikan. Durung-durung juga merupakan istilah untuk tempat menampung uang di dalm sebuah acara.
Terlihat beberapa orang membawa kotak berkeliling di tengah-tengah massa mengumpulkan uang sumbangan.
Sejumlah peserta aksi juga menebarkan spanduk bertuliskan Gerakan Aksi Damai Save Babi.
Pantauan wartawan www.tribun-medan.com, massa memakai ulos.
Tak sedikit pula yang mengibarkan Bendera Merah Putih.
Massa bernyanyi saat operator sound system memutar lagu O Tano Batak.
Kepada awak media, seorang peserta demo bermarga Tampubolon (50) menyampaikan ada 20 ribu orang yang ikut dalam aksi ini
Korlap yang berada di atas truk menginstruksikan agar para pendemo tetap jaga barisan saat menggeruduk kantor DPRD Sumut.
Utusan DPRD Sumut Viktor Silaen menyambangi para demonstran yang berada di depan Kantor DPRD Sumut.
Sekaitan isu pemusnahan babi, Viktor menyampaikan bahwa tidak akan ada pemusnahan babi.
Hal ini juga merupakan sejalan dengan aspirasi save babi.
"Mengenai penanggulangan, kita sudah memanggil dinas terkait, Dinas Peternakan Sumatera Utara, begitu juga Bupati dan Wakil Bupati maupun walikota dari 18 kota/ kabupaten kota yang terserang virus ASF," kata Viktor di depan DPRD Sumut, Senin (10/2/2020).
"Dalam penanggulangan, pemerintah kota akan bekerjasama dengan Kementerian nanti dan daerah, untuk segera melakukan pendataan dan kami sudah ajukan dana ke pusat dalam penanggulangan bencana ini," sambungnya.
Agar penyebaran virus ASF bisa ditanggulangi, maka ternak babi jangan berpindah-pindah dari daerah yang satu ke daerah lain.
Penanggulangan tersebut bisa terjadi bila pemerintah dan masyarakat bersatu dan bersinergi.
"Penanggulangan ini kita harus bersatu, pemerintah dan masyarakat harus bekerjasama. Jadi kami mengapresiasi gerakan save babi, dan kami akan tampung itu demi penanggulangan virus ini," ujarnya.
Aspirasi demonstran save babi yang menyinggung perihal kasus perizinan ternak babi di Binjai, Viktor berharap agar pihak yang terkait segera menyelesaikan hal tersebut.
Perihal konsumsi daging babi, Viktor menyampaikan bahwa tidak ada larangan untuk mengonsumsi babi sebab virus tersebut tidak menular kepada manusia.
"Siapapun yang ingin konsumsi, tidak masalah, silakan," jelasnya.
Dalam demo ini, Viktor juga menandatangani permohonan demonstran yang berada di depan Kantor DPRD.
Dengan adanya jawaban dari aspirasi demonstran ini, sebagian peserta demo sudah pulang ke rumah masing-masing.
Mereka juga menyampaikan bahwa mereka batal menggeruduk Kantor Gubernur untuk menyampaikan aspirasinya.
(gov/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/aksi-savebabi-di-depan-dprd-sumut.jpg)