Masker Langka di Medan, Apotek di Jalan Iskandar Muda Kehabisan Stok
Dua apotek di Kota Medan yang berada di Apotek Iskandar Muda dan Apotek Terry Farma kehabisan stok masker.
Penulis: Victory Arrival Hutauruk |
TRIBUN-MEDAN.com - Sejak menyebarnya virus corona yang telah membunuh 492 nyawa dari 26 negara yang telah terinfeksi, kini masker di Kota Medan menjadi langka.
Oleh sebab itu kita perlu menjaga kebersihan dan kesehatan diri kita agar dapat terhindar dari virus mematikan ini.
Selain harus rajin mencuci tangan dan menjaga kebersihan, menggunakan masker juga sangat penting untuk mencegah penyebaran virus corona.
Dua apotek di Kota Medan yang berada di Apotek Iskandar Muda dan Apotek Terry Farma yang berada di Jalan Iskandar Muda, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru kehabisan stok masker.
Saat ditanya, karyawan Apotek Terry menyebutkan bahwa masker sudah habis sejak dua hari lalu, baik itu tipe N95, masker earloop (bedah) maupun masker hijab.
Ia menyebutkan kekosongan tersebut karena barang distributor sudah diborong saat masih berada di Pelabuhan Belawan.
"Sudah diambil semua sama orang Belawan. Di distributor sudah kosong jadi tidak ada suplier ke apotek lagi. Coba deh cari ketempat lain, dicari kemanapun udah enggak bakalan ada, sudah diborong sama orang Belawan," tutur wanita berseragam cokelat ini, Rabu (5/2/2020).
"Semua enggak ada lagi, mau jenis apapun udah gak ada," tuturnya.
Lebih lanjut ia menyebutkan kekosongan tersebut sudah dua hari yang lalu sejak maraknya kasus Virus Corona.
"Sejak 2 hari yang lalu, makanya kita mesanpun juga gak bakal ada, distributornya langsung yang bilang kosong," tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa saat ini harga di pasaran harga masker tipe earloop yang biasanya seharga Rp 40 ribu sudah menjadi Rp 120 ribu.
"Udah naik harganya, biasanya kita beli 40 ribu sekarang 120 ribu sekotaknya. Segitu harganya dari distributornya langsung. Itu makanya kita udah enggak ngambil lagi, gimana kita mau jual ke konsumen dari sananya udah mahal nanti enggak ada yang mau beli," tambahnya.
Wanita yang tak ingin disebutkan namanya ini juga menjelaskan kekosongan masker ini tidak tahu sampai kapan akan berlangsung.
"Kapan datangnya enggak tahu, dari distributornya sendiri enggak tahu," jelasnya.
Senada, penjaga di Apotik Iskandar Muda menyebutkan seluruh jenis masker sudah tidak ada sejak seminggu yang lalu.
"Semua habis maskernya yang mana pun enggak ada sudah pada kosong. Di sistributornya pun habis, paling membludaknyakan dalam satu minggu ini sudah tidak ada. Itupun sebentar aja udah enggak ada lagi," jelasnya.
Ia pun tak mengetahui stok masker tersebut kapan ada lagi.
"Kitapun tidak tahu kapan akan ada lagi," cetusnya.
Sementara, untuk di Apotek Kimia Farma yang berada di Jalan Iskandar Muda, masih memiliki stok untuk jenis masker earloop dan masker hijab.
"Kita masih punya masker earloop dan masker hijab, harganya itu kalau normal sekotaknya Rp30 ribu, sekarang Rp60 ribu itu dari distributornya. Kalau masker hijabnya biasanya Rp40 ribu sekarang Rp70 ribu. Jadi kalau apotik di luar sana harganya sudah lebih Rp100 ribuan itu. Kita tidak nggak mau naikkan seperti itu disini. Kita harus jaga kepercayaan pelanggan karena kita tidak bisa mengada-ngada buat harga," jelas salah satu pegawai bernama Indah.
Namun untuk masker tipe N95, sudah kosong sejak pertengahan Januari dimana Virus Corono sudah menyebar ke seluruh belahan dunia.
(vic/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/masker_earloop_virus_corona.jpg)