Cegah Virus Corona di Sumut

BREAKING NEWS, Ada 68 Orang Dikarantina Rumah di Sumut Terkait Virus Corona, Ini Penjelasan KKP

Sebanyak 68 orang dikarantina rumah oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan terkait Virus Corono (2019-nCoV) di Sumut.

Tribun-Medan.com/Victory Hutauruk
Kabid Pengendalian Karantina dan Surveilam Epidemiologi KKP Kelas I Medan, Rahmat Ramadhan Nasution 

BREAKING NEWS, 68 Warga Dikarantina Rumah di Sumut Terkait Virus Corona, Ini Penjelasan KKP

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Sebanyak 68 orang dikarantina rumah oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan terkait Virus Corono (2019-nCoV) di Sumut.

Hal ini disampaikan, Kabid Pengendalian Karantina dan Surveilam Epidemiologi KKP Kelas I Medan, Rahmat Ramadhan Nasution, Senin (10/2/2020).

Informasi yang dihimpun Tribun, 68 warga tersebut terdiri dari Warga Negara Asing (WNA) dan WNI yang dikarantina di beberapa titik seperti di Kota Medan, Sibolga, Deliserdang, Karo dan Takengon, Aceh.

Perempuan Ini Mengira Ada Tikus di Lotengnya selama 12 Tahun, Tak Disangka Ternyata Mantan Kekasih

Salah satu warga yang disolasi rumah tersebut berinisial TOS (41) warga Jalan Menjangan, Medan yang tiba di Bandara Kualanamu pada 9 Februari 2020 dan diisolasi sejak 9 Februari 2020 di rumahnya.

Puluhan warga tersebut akan dikarantina selama 14 hari.

Rahmat menjelaskan bahwa karantina rumah tersebut diatur dalam UU Karantina dan sebagai pengawasan penyebaran Virus Corona bagi warga yang baru pulang dari China.

Mantan Suami Karen Idol Pakai Head Set saat Putri Tunggal Jatuh dari Balkon, Ini 4 Fakta Lainnya

"Sebenarnya aturan itu untuk memperketat pengawasan tentang penyebaran n-CoV ini.

Kita kan ada UU Karantina, ada karantina rumah jadi kita ambil yang karantina rumah karena n-CoV ini sudah masuk ke Indonesia," jelasnya saat konferensi pers di Dinas Kesehatan Sumut, Medan.

Ia menyebutkan bahwa karantina rumah tersebut berguna untuk memantau kondisi dari para warga yang dikarantina yang dilakukan secara berkala oleh Dinkes setempat.

"Jadi ada tanggung  jawabnya bahwa setiap harinya bisa memantau dan memastikan kondisi warga yang baru pulang dari China selama 14 hari," tambahnya.

Ingat Pria Viral yang Diantar Istri Pertama Menikah Lagi? Akhirnya Terkuak Identitas dan Profesinya

Rahmat menjelaskan bahwa 68 orang tersebut tak hanya warga negara asing, namun juga para WNI yang merupakan mahasiswa.

"Juga selain WNA, ada beberapa warga negara Indonesia yang datang dari China, dapat beasiswa mereka itu.

Jadi, kita beri perlakuan yang sama, bahwa WNA maupun WNI yang datang dari China tetap kita karantina rumah selama 14 hari," jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa selama 14 hari tersebut, 68 warga tersebut diminta untuk memakai masker dan tidak keluar dari rumah.

"Kita juga minta penanggung jawabnya untuk memastikan dia di rumah selama 14 hari dan memakai masker.

Notifikasinya sudah kita berikan ke Dinkes provinsi, perpanjangan tangannya ke Dinas Kesehatan kota dan merekalah yang memantau selama 14 hari," pungkasnya.

Pengamat kesehatan di Sumut dr H Delyuzar SpPA (K) mengatakan, karantina diatur dalam undang-undang yang bertujuan mencegah penyakit agar tidak menular kepada orang lain.

Karantina rumah. kata Delyuzar, termasuk upaya pencegahan yangh dimaksud.

"Jadi, bisa dikarantina di rumah.

Pokoknya intinya tidak menularkan ke orang lain," ujar Delyuzar.

Ia menjelaskan wajar seseorang dikarantina jika kedapatan melakukan perjalanan ke negara terjangkit virus atau penyakit.

"Mereka harus melewati masa inkubasinya, masa inkubasi itu dua minggu, memang harus dikarantina mereka untuk penyelamatan.

Asal memang benar benar dikarantina dengan baik, tidak kontak dengan orang lain, ya tidak masalah.

Dia harus melewati masa inkubasi, baru bisa dilepas itu bagian dari pada pencegahan, ada undang undangnya," ungkapnya.

Kata Delyuzar, virus corona ini bisa menular lewat batuk, bersin, dan percikan dari cairan orang yang menderita.

"Saran kepada yang dikarantina, tentu yang pertama harus pakai masker, hindari kontaminasi dengan orang lain, dan harus cuci tangan," katanya.

Ia menjelaskan keluarga yang menjaga juga harus menghindari kontak dengan mereka, harus pakai masker yang standar, masker N95, dan jarak mereka tidak boleh terlalu dekat.

"Jarak 1,8 meter itu virus juga bisa kena.

Cuci tangan pakai sabun, pakailah masker yang standar, penutup mata atau kacamata khusus yang memang melayani mereka.

Ketahuan gejala itu akan muncul setelah 14 hari, kalau tidak muncul, ya terbebas," ucapnya.

Apabila ada muncul gejala virus corona yakni demam, batuk, flu, sesak nafas disarankan ke RSUP H Adam Malik. "Karena di sana ada tim penanganannya," katanya.

Informasi terbaru Selasa (11/2/2020) sudah 83 warga di Sumut dikarantina rumah oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan terkait Virus Corono (2019-nCoV).

"Ada 83 orang yang dikarantina, semua di Sumutkan yang masuk melalui Bandara Kualanamu, dari pelabuhan belum ada. Dan mereka yang tujuan nya di wilayah Sumut ini aja," tutur Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan, Pri Agung AB .

Ia menyebutkan ke-83 orang tersebut merupakan WNI dan WNA yang memiliki riwayat berpergian dari China.

"Ada WNI dan WNA, tersebar di wilayah Sumut ini, ada di medan, Deliserdang, Karo, Sibolga," ungkapnya.

Lebih lanjut, Agung menyebutkan seluruh warga tersebut akan dikarantina selama 14 hari secara sukarela di rumahnya masing-masing.

"Bukan diisolasi, istilah nya karantina rumah jadi volunteer.

Jadi secara sukarela di rumah selama 14 hari, tidak dengan paksaan, tapi sesuai dengan UU mereka harus melakukannya," tambahnya.

Ia menyebutkan bahwa apabila ada warga yang melanggar dan keluar sebelum waktu 14 hari tersebut dapat dikenakan sanksi.

"Kalau mereka melanggar kan ada UU No 6 tahun 2018.

Sanksinya sesuai UU sih ada cuma ini sehat-sehat aja sih dan mereka patuh," pungkas Agung.

(vic/tribunmedan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved