Abdul Rohim: Saya Ingin Jadi Legenda PSMS seperti Bang Legimin
Rohim mengaku sangat kecewa saat tahu PSMS gagal naik ke Liga 1 pada musim lalu.
Penulis: Ilham Fazrir Harahap |
TRIBUN-MEDAN.com - Nama Abdul Rohim sudah tidak asing lagi di telinga para pecinta PSMS Medan.
Sempat membela PSMS dan jadi idola suporter, musim lalu Rohim bermain di klub Liga 1 Persebaya Surabaya.
Namun, Rohim memilih hengkang dari Persebaya. Ia tak mau memperpanjang kontraknya dengan Persebaya. Rohim justru memilih kembali ke kampung halamannya bermain dengan PSMS meski hanya memperkuat tim kasta kedua Liga Indonesia.
Kini Rohim sudah bergabung dan berlatih dengan Legimin dkk. Ia akan fokus menatap kompetisi Liga 2 yang akan bergulir 13 Maret mendatang.
Pada kesempatan kali ini, reporter Tribun Medan, Ilham Fazrir Hrp bisa berbincang dengan Rohim sebelum menggelar latihan. Ia menceritakan proses bagaimana akhirnya berkabung dengan tim Ayam Kinantan.
Berikut wawancara dengan Abdul Rohim.
Apa alasan memilih PSMS Medan ketimbang bertahan di Persebaya Surabaya?
Pertama saya melihat kegagalan PSMS musim lalu yang sedikit lagi naik ke Liga 1. Di situ saya sangat kecewa. Kok bisalah PSMS gagal, padahal selangkah lagi naik ke Liga 1.
Jadi, melihat kegagalan itu, saya merasa terpanggil ke PSMS ini. Tergerak hati saya mau gabung sama PSMS untuk naikkan ke Liga 1 musim depan.
Kedua, yang pasti karena saya Anak Medan, khususnya Sumatera Utara, pasti ingin main di sini.
Saya lihat anak-anak Medan yang main di Liga 1 mau main ke Medan. Artinya mereka saja mau, kenapa saya tidak? Itulah yang membuat saya mau ke sini.
Jujur saja ada juga klub-klub yang minta saya main. Termasuk Persebaya itu mau memperpanjang kontrak saya. Tapi saya sudah komit untuk main ke PSMS walaupun di Liga 2.
Bagaimana proses bergabung dengan PSMS?
Sisa kontrak saya dengan Persebaya itu sampai 31 Januari. Pertengahan Januari, saya sudah komunikasi dengan Pak Mul (manajer PSMS). Dia memberikan saya tawaran.
Saat itu saya bilang masih ada kontrak dengan Persebaya. Saya harus menghargai kontrak itu. Kalau mau, tunggu setelah kontrak saya selesai. Alhamdulillah Pak Mul mau menunggu dan bersabar sampai kontrak saya selesai.
Setelah itu kita jalin kesepakatan soal nilai kontrak dan akhirnya deal. Terus terang mendapat tawaran itu saya sudah kepengin main di PSMS. Makanya akhirnya saya sepakat main di PSMS.
Berapa besar nilai kontrak di PSMS?
Kalau nilai kontrak PSMS dengan Persebaya memang lebih tinggi di sana. Tapi tidak jauh berbeda juga kok nilai kontraknya. Artinya masih sesuai yang saya inginkan.
Saya bukan melihat nilai kontraknya. Memilih PSMS ini karena dari awal tadi sudah panggilan hati.
Apa target bersama PSMS tahun Ini?
Tentu target saya ke sini sama dengan pemain dan suporter agar naik ke Liga 1. Ini sudah menjadi target saya mau naikkan ke PSMS lagi.
Tapi di luar dari itu, ada keinginan saya menjadi seperti Bang Legimin.
Seiring berjalannya waktu, saya ingin menjadi legenda PSMS yang namanya selalu diingat masyarakat Medan maupun suporter.
Cuma ya itu tidak jadi patokan juga. Kita belum tahu ke depannya bagaimana. Saya nikmati saja dulu sekarang ini, setelah itu nanti ke depannya bagaimana kita lihat saja.
Bagaimana Anda melihat keseriusan manajemen untuk membawa PSMS kembali ke Liga 1?
Musim ini saya lihat sepertinya manajemen sangat berambisi menaikkan PSMS ke Liga 1. Mereka juga sampaikan kepada saya dan pemain bahwa PSMS mau naik ke Liga 1 tahun depan.
Kemudian saya lihat juga manajemen mau datangkan pemain anak-anak Medan ke sini. Berarti kan sangat serius mereka membangkitkan PSMS lagi.
Apakah target manajemen harus naik ke Liga 1 musim depan menjadi beban?
Kalau beban sih enggak. Justru ini menjadi tantangan buat kami khususnya buat saya untuk naikkan PSMS ke Liga 1.
Memang tidak mudah untuk naikkan PSMS ke Liga 1. Makanya inilah proses tantangan itu, dari Liga 2 menuju Liga 1. Saya anggap ini tantangan agar lebih ringan. Kalau kita anggap sebagai beban, inilah yang bakal menjadi sulit.
Bagaimana penilaian Anda Terhadap Pelatih PSMS Saat ini?
Saya kan saat ini belum ada berlatih dengan Coach Philep. Apalagi Coach Philep baru hadir dan semalam saya izin latihan, jadi belum ada bertemu.
Berjalannya waktu baru bisa tahu bagaimana dengan Coach Philep.
Bagaimana perasaannya ketika para suporter nenginginkan Anda kembali ke PSMS?
Alhamdulillah, tentu saya sangat ucapkan terima kasih kepada suporter mau mendukung dan berikan saya semangat main ke sini lagi.
Artinya kini sudah sejalan. Mereka inginkan saya ke sini, begitu juga saya mau ke sini. Intinya saling mendukung, saling men-support untuk PSMS yang lebih baik ke depannya.
Melihat persaingan kiper (untuk jadi kiper utama), bagaimana pendapat Anda?
Semua kiper yang ada sekarang memiliki kualitas bagus. Ada Adi pemain muda, kemudian Herlian dari Cilegon. Semua memiliki kesempatan untuk menjadi kiper utama.
Tergantung kepada pelatih kiper yang tentukan siapa yang menjadi kiper utama nanti.
Intinya di sini saya ikuti instruksi pelatih, apa yang diinginkan pelatih harus saya ikuti. Biar Coach Sahari Gultom yang melihat nanti ke depannya bagaimana. (lam/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/03022020_pemain_psms_danil_siregar-5.jpg)