Perampokan di Batubara
Ini 5 Fakta Ernika (55) Merangkak Kondisi Berlumuran Darah, Perampok Tikam Leher dan Perut Korban
Ini 5 Fakta Ernika (55) Merangkak Kondisi Berlumuran Darah, Perampok Tikam Leher dan Perut Korban
Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya
TRIBUN-MEDAN.com, LIMAPULUH - Aksi perampokan sadis terjadi di toko kelontong di Jalan Lintas Sumatera, Desa Binjai Baru, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batubara, Jumat (24/1/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.
Pelaku Amrullah (38) warga Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, berkali-kali menikam wanita paruh baya pemilik Toko Citra, Ernika br Saragih (55).
Dalam kondisi berlumuran darah darah, korban sempat berteriak minta tolong.
Teriakan itu didengar warga, yang langsung datang ke lokasi.
Warga berhasil menangkap pelaku tak jauh dari toko kelontong. Pelaku pun menjadi bulan-bulanan warga.
Berikut 5 fakta perampokan sadis di Batubara.
1. Merangkak Kondisi Berlumuran Darah
Warga yang tengah beraktivitas di Jalan Lintas Sumatera, Desa Binjai Baru, Kecamatan Datuk Tanah Datar, Kabupaten Batubara terkejut mendengar teriakan minta tolong dari sebuah toko kelontong yang berada di kawasan tersebut pada Jumat (24/1/2020) sekitar pukul 11.00 WIB.
Tak lama dari asal sumber suara, terlihat seorang pria mengenakan baju warna hijau berlari keluar dari dalam Toko Citra.
Setelah terdengar teriakan minta tolong dari toko kelontong, seorang wanita paruh baya keluar merangkak dengan kondisi berlumuran darah dari toko tersebut.
Wanita yang menjadi korban itu adalah Ernika br Saragih (55), yang saat kejadian tengah menjaga toko miliknya.
"Posisi aku di kedai seberang, cakap-cakap sama kawan. Kulihat ibu itu keluar, udah berdarah-darah. Sebelumnya ada juga kulihat orang, laki-laki pakai baju hijau lari," ungkap seorang saksi mata, Yusuf Harahap, Jumat.
Melihat kejadian itu, Yusuf dan temannya langsung mengejar pelaku yang belari ke arah Kota Kisaran. Usaha pengejaran itu akhirnya berhasil. Pelaku pun sempat dihakimi warga.
2. Sudah Direncanakan
Aksi perampokan yang dilakukan Amrullah (38) warga Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, ternyata sudah direncanakan secara matang.
Kasat Reskrim Polres Batubara, AKP Pandu Winata mengatakan, salah satu bukti bahwa aksi kejahatan telah direncanakan tersangka yaitu pemilihan waktu.
"Seperti sudah merencanakan aksi perampokan tersebut, karena dia memilih waktu di saat orang akan melaksanakan Salat Jumat," sebut Pandu, Jumat.
Disebutkan Pandu, tersangka diamankan setelah personel Polres Batubara yang tengah melakukan patroli melintas di tempat kejadian perkara (TKP). Amrullah terlihat tengah menjadi bulan-bulanan warga.
"Pelaku ditangkap seratus meter dari tempat kejadian, pelaku sempat menjadi bulan-bulanan warga yang geram, beruntung pelaku dapat diselamatkan dari amukan warga oleh polisi yang datang," ujarnya.
Kini tersangka sedang melakukan pemeriksaan di Polres Batubara. Dari keterangan Amrullah, diketahui pelaku menganiaya korban karena melawan saat ia ingin mengambil perhiasan korban, Ernika br Saragih.
"Pelaku menusuk perut korban sebanyak dua kali, dan satu tusukan di bagian leher korban. Pelaku masih kami proses," kata Pandu.
3. Luka Tusuk di Leher dan Perut
Menurut suami korban, Arnold Damanik (60), istrinya mengalami luka tusukan di bagian leher dan perut.
Pelaku menusukkan pisau saat korban tengah menuju kamar mandi yang ada di dalam toko.
"Di batang leher ada tiga, perut ada satu, dalamnya 5 cm. Pisaunya diambil pelaku dari toko kami," kata Arnold yang ditemui di Rumah Sakit Setio Husodo, Jumat.
Peristiwa yang dialami Ernika Saragih diketahui Arnold setelah mendapat telepon dari menantunya. Saat itu ia sedang berada di ladang miliknya yang tak jauh dari toko mereka.
"Saya pas kejadian lagi di ladang. Ditelpon menantu, katanya mamak kena rampok. Langsung saya balik ke toko," sebutnya.
Sekembalinya di toko, Arnold yang melihat istrinya telah berlumuran darah langsung melarikan korban ke RS Setio Husodo, Kisaran.
Ia pun mengaku sempat melihat Amrullah yang telah diamankan.
4. Sempat Basa-basi dengan Pelaku
Arnold, suami korban, ternyata sempat berkomunikasi dengan pelaku sebelum berangkat ke ladang.
"Sebelum berangkat ke ladang, pelaku sudah ada di depan toko kami. Bahkan pas lagi siram-siram air ke jalan, saya bilang ke pelaku, banyak abu. 'Ia, banyak abunya, Pak' katanya," ungkap Arnold.
Dari keterangan istrinya, diketahui bahwa peristiwa perampokan yang dilakukan pelaku terjadi saat Ernika Saragih hendak mengambil air wudu untuk melaksanakan Salat Duha.
Setelah korban melepas jilbab panjangnya, perhiasan emas di tangannya terlihat.
Diduga hal itu membuat pelaku yang sejak pagi berada di depan toko, menjadi gelap mata dan ingin menguasai harta korban.
5. Dihakimi Warga
Pascatertangkap warga, Amrullah, pelaku perampokan, sempat menjadi bulan-bulanan warga yang geram dengan aksi kejahatannya.
Di dalam sebuah rekaman video amatir berdurasi 2 menit 41 detik, warga masih saja beberapa kali menghujani pukulan dan tendangan ke arah Amrullah, meski tangannya telah terborgol di belakang tubuhnya.
Melihat tindakan itu, petugas yang berada di lokasi mengingatkan warga untuk tidak lagi menghakimi pelaku.
"Udah, udah," teriak seorang petugas di dalam video tersebut.
Tersangka kemudian dibawa ke Polres Batubara.
(ind/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/perampok-diperiksa-di-mapolres-batubara.jpg)