Pemprov Sumut Tak Mampu Gelar Festival Danau Toba, Togu Simorangkir Bandingkan dengan Festival Babi
Ia pun menyoroti alasan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Ria Telaumbanua meniadakan festival tahunan tersebut
"Triatlon itu ada lari, renang, sepeda. Atau kegiatan-kegiatan yang lain kita bentuk, bukan ditiadakan kegiatannya, tapi bentuknya apa, metodenya apa agar si wisatawan itu datang ke Danau Toba," jelas Edy.
Lebih lanjut Edy Rahmayadi mengatakan mengganti Festival Danau Toba itu dengan banyak even.
"Banyak-banyak kita selenggarakan di sana sehingga banyak orang datang ke sana. Makanya inilah, ini harus kita tertib, rakyat di sana juga bisa mendukung," tambahnya.
Dengan tertib dan adanya dukungan masyarakat, maka harapan Gubernur Edy banyak orang yang datang ke Danau Toba.
"Dia mau berpariwisata, kalau datang ke situ menjadikan masalah kan dia malas lagi balik lagi ke sana," pungkasnya.
Baskami Nilai Ria Telaumbanua Tak Becus
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara, Baskami Ginting turut angkat bicara tentang FDT 2019 yang gagal mendatangkan ribuan wisatawan ke Danau Toba.
Menurut dia, tidak ada keistimewaan yang dilakukan oleh pemerintah, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
"Kita sangat sesalkan kegagalan FDT ini, tidak ada nilai jual yang ada di sana," katanya, melalui sambungan telepon genggam.
"Kita sangat menyesalkan Edy Rahmayadi mengangkat kepala dinas yang tidak bisa melakukan kerja dengan baik. Gimana wisawatan mau datang kalau kerjanya begitu," imbuh Baskami.
Menurut dia, festival itu sedianya digelar untuk menjual produk-produk khas Danau Toba. Baik itu, dalam bentuk seni tenun (kain), adat istiadat dan kultur yang ada.
"Festival itu digelar seharusnya dapat menjual yang ada di Danau Toba. Kalau tidak ada yang dijual kita sangat sesalkan kegiatan yang telah menghabiskan anggaran itu," jelasnya.
Togu Simorangkir Bandingkan dengan Festival Babi
Ditiadakannya Festival Danau Toba di Tahun 2020 turut menjadi perhatian penggagas Festival Babi Danau Toba yaitu Togu Simorangkir.
Ia pun menyoroti alasan dari Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Ria Telaumbanua meniadakan festival tahunan tersebut di akun media sosial facebooknya.