Putri Kladia Kenang Momen Indah Pacaran dengan Kapten (Anm) Erizal Sidabutar
Hubungan Alm Kapten (Anm) Erizal Sidabutar dengan sang pacar, Putri Kladia, sebelum terpisah selamanya, ternyata cukup intens.
Putri Kladia Kenang Momen Indah Pacaran dengan Kapten (Anm) Erizal Sidabutar
Laporan Wartawan Tribun Medan / Dohu Lase
TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Hubungan Alm Kapten (Anm) Erizal Sidabutar dengan sang pacar, Putri Kladia, sebelum terpisah selamanya, ternyata cukup intens.
Menurut Putri, 'Abang' -panggilan sayang Putri untuk Erizal- selalu ingin dekat. Prajurit Sat Gultor 81 Kopassus itu tak pernah lupa kasih kabar sebelum menuju lokasi tak bersinyal. Begitu ada waktu, pasti menelepon.
"Walau dia tugas, sibuk, dia selalu menghubungi saya sebelum naik heli (helikopter-red) pergi ke mana pun. Selalu menelepon, selalu minta doa. Kalau ada apa-apa, dia selalu minta didoakan dalam salat," tutur Putri saat ditemui Tribun Medan jelang prosesi pemakaman, Jumat (20/12/2019).
Putri mengungkapkan, Erizal berangkat tugas ke Papua tanggal 31 Januari 2019 silam. Periode tugas itu, kata Putri, hingga tanggal 31 Desember nanti.
Mereka terakhir bertemu bulan April lalu, saat Erizal pulang ke Jakarta.
"Yang bulan April itu, dia cuma pulang sebentar. Tiga minggu, terus balik lagi ke Papua," ujar Putri.
Erizal dan Putri pun memanfaatkan masa pulang selama tiga minggu itu dengan menghabiskan waktu berdua. Waktu itu, Putri masih kuliah.
"Di rumah saja, kita sukanya di rumah. Di rumah saya, di Cijantung. Suka masak bareng, kita berdua suka masak soalnya, main-main (senda gurau-red), nonton TV, bersih-bersih rumah, dan banyak lagi. Jalan-jalan ke tempat seru, palingan cuma ke mal," tutur Putri.
Selama di Jakarta, Erizal selalu ingin berdua dengan kekasih hatinya, usai beres kerja.
"Kebetulan di bulan April itu, aku kosong. Kuliah tinggal skripsi. Jadi, itulah momen-momen yang paling sering. Kan selama ini abang sibuk di kesatuan. Itu full selama dia pulang di Jakarta bulan April kemarin, dia menemani saya," sambungnya.
Saat bertemu bulan April itu, Putri pun sempat mengutarakan protes pada Erizal, karena dinilai terlalu sibuk.
"Dia di Papua sering operasi, jadi teleponan sekali-sekali. Sampai saya bilang, 'Kok tim kamu melulu? Baru pulang, sudah balik lagi (kembali ke lokasi medan berat)'," ujar Putri.
Putri mengatakan, ia jatuh hati kepada Erizal, karena hubungan mereka saling membangun. Almarhum selalu memotivasinya, mulai kuliah hingga urusan kerja.
"Waktu itu, saya ditantangnya untuk cepatkan skripsi. Alhamdulillah, sebulan setengah, selesai. Habis itu, dia suruh cari kerja. Belakangan, dia malah suruh resign bulan Desember ini, karena dia pulang juga tanggal 31 Desember," ujar Putri.
Putri kala itu bingung dan Erizal kemudian mengutarakan alasannya menyuruh Putri mengundurkan diri dari pekerjaan.
"Dia bilang, 'Nanti aku pulang, kamu resign, iya. Kan kita mau menikah. Cita-cita kita kan menikah. Jadi, kamu ibu rumah tangga saja, urus anak dan urus suami'," ungkap Putri.
Putri mengatakan, Erizal adalah pria romantis dan suka menggombal.
"Wah, kalau abang, tiap hari selalu gombal. Orangnya romantis sih," ujar Putri.
Kala diminta menyebut satu kata atau kalimat gombalan pamungkas Erizal, Putri enggan memberitahu. "Ah, banyaklah," ujarnya.
Kala disinggung, Putri enggan membeberkan secara detail soal perjumpaan mereka hingga akhirnya berpacaran.
Ia cuma menyebut bahwa Erizal yang pertama kali men-chat dirinya.
"Waktu itu saya langsung bilang, saya butuhnya suami, bukan pacar. Dia kenalan lewat chat. Dikenalkan sama teman dia. Kemudian, dia ajak pergi, ketemuan. Saya bilang, 'Papaku, kalau mau ajak anaknya, harus datang ke rumah'," beber Putri.
"Ternyata dia berani. Jumpa pertama kali di rumah saya. Sebelumnya enggak ada yang berani," ucap Putri sambil tersenyum lebar.
Waktu didekati, Putri mensyaratkan tidak mau pacaran, tetapi dinikahi. Syarat itu pun diamini almarhum.
"Saya bilang soal saya mau serius, enggak mau pacar-pacaran. Dia bilang, tunggu saya selesai tugas," kata Putri.
Menurut Putri, hal yang paling dirindukan dari kepergian Alm Erizal ialah perhatiannya terhadap orang-orang yang ia sayang.
"Yang bikin kita berat ditinggal almarhum ialah karena almarhum orangnya perhatian, penyayang, dan pelindung. Dia enggak pernah khawatir sama dirinya sendiri. Dia lebih khawatir sama keluarga dan orang yang ia sayang," ungkap Putri.
Putri mengaku, pernah sekali, ada orang melecehkan dirinya. Erizal langsung naik pitam dan hendak memberi pelajaran pada orang yang melecehkan tersebut.
"Pernah sekali, ada orang berkata enggak enak ke saya. Dia langsung emosi. Saya selalu bilang ke abang, jangan pernah main fisik ke orang. Kalau sama saya, dia enggak pernah marah," kata Putri.
Salah satu pesan terakhir Alm Erizal kepadanya, yakni almarhum akan pulang lebih awal jika berhasil keluar dari daerah konflik dengan selamat.
"Hari Sabtu tanggal 14 kemarin, sebelum dia meninggal, kami teleponan. Dia minta doa. Dia bilang mau pergi tugas, medannya sulit. Dia bilang, 'kalau aku selamat, aku pulang tanggal 25 Desember'," kata Putri.
Kapten (Anm) Erizal Zuhri Sidabutar berpulang di usia 29 tahun. Ia merupakan anggota Sat 81 Kopassus, satuan yang membidangi masalah Penanggulangan Teror.
Putra kedua pasangan Aiptu Rukur Sidabutar dan Elisabeth Christina br Siahaan ini gugur dalam baku tembak dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua, Selasa (17/12/2019) lalu.
Saat itu, Erizal dan regunya tengah ditugaskan menjamin keamanan warga di daerah tersebut. Sebab, warga melaporkan sering mendapat gangguan keamanan, antara lain berbentuk intimidasi dan penjarahan harta-benda, dari KKSB.
Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel (Sus) Taibur Rahman melalui rilis pers menyebut, hari itu ada dua prajurit Kopassus TNI yang gugur, yaitu Erizal dan Serda Rizky Ramadhan. (cr16/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/putri-kladia-kekasih-erizal-zuhri-sidabutar.jpg)