Kompetisi Cosplay di Dies Natalis Aotake ke 19, Pecinta Anime Semakin Bertumbuh

Khusus kompetisi cosplay dibagi menjadi dua kategori penampilan yakni coperform dan Costreet competation.

Tribun Medan/Gita Tarigan
Para Cosplayer di acara Dies Natalis Aotake Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU), Sabtu (14/12/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kembali hadir dengan konsep unik, Dies Natalis Aotake ke-19 yang digelar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) dihadiri ribuan pengunjung, Sabtu (14/12/2019)

Sejak pagi, Dies Natalis Aotake sudah dipadati oleh ribuan pengunjung. Uniknya para pengunjung yang didominasi oleh anak milenial ini, turut beepakaian ala anak muda Jepang, bahkan tbeberapa diantaranya sengaja menggunakan kostum anime Jepang sebagai bentuk kecinyaannya terhadap negeri sakura tersebut.

Seperti tahun sebelumnya, Dies Natalis Aotake yang paling ditunggu penonton yakni kompetisi Cosplay, puluhan pendaftar sudah terlihat menggunakan kostum unggulannya masing-masing.

Sekretaris Panitia, Leci Syanda Ritonga mengatakan selain untuk merayakan ulang tahun jurusan Sastra Jepang ke 19, kegiatan ini juga untuk memperkenalkan jurusan sastra di kalangan milenial.

"Ada tujuh kompetisi; karoke, moji chalenge, e-sport, lomba makan mie ayam cepat, cosplay, dan dance cover. Tahun ini kami pakai konsep harapan atau Tanabata. Kami sediakan pohon harapan untuk pengunjung," katanya.

Para Cosplayer di acara Dies Natalis Aotake Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) , Sabtu (14/12/2019
Para Cosplayer di acara Dies Natalis Aotake Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) , Sabtu (14/12/2019 (Tribun Medan/Gita Tarigan)

Selain itu pengunjung juga dihibur dengan penampilan Nagareboshi, Moe Jidai Densetsu, dan Intervalle. Khusus kompetisi cosplay dibagi menjadi dua kategori penampilan yakni coperform dan Costreet competation.

"Antusias pendaftar sangat bagus, bahkan di hari pertama udah banyak yang pake baju cosplay. Kita buka untuk umum, jadi peminatnya lumayan banyak, terutama anak SMA," katanya.

Ia berharap melalui kegiatan ini, semakin banyak anak muda yang tertarik pada budaya Jepang yang unik serta semakin banyak yang berminat pada jurusan Sastra Jepang.

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved