Pembunuh Alung Harahap
Alung Harahap Ternyata Dibunuh Kekasihnya, Ini Kronologi Pembunuhan Sadis di Kamar Kos Jalan Punak
Polisi Akhirnya berhasil mengungkap kasus pembuhan Alung Harahap di rumah kos di Jalan Punak, Kelurahan Sei Putih Timur II.
TRIBUN-MEDAN.com - Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru Akhirnya berhasil mengungkap kasus pembuhan Alung Harahap di rumah kos di Jalan Punak, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara.
Korban yang bernama Rubiah alias Biyan (17) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar kosnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, korban mengalami luka di bagian lehernya.
Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto mengatakan, Senin (9/12/2019), pelaku berjumlah satu orang.
Hubungan pelaku dan korban adalah berpacaran.
"Pelaku bernama Samsir Halomoan Harahap (30).
Si pelaku melihat korban baru pulang sehingga ia beranggapan bahwa korban selingkuh dengan orang lain."
"Kemudian tersangka pulang ke rumahnya, namun kembali datang menjumpai korban di dalam kamar kosnya," ujarnya.
Lanjut Dadang, pelaku juga mengambil ponsel korban yang berada di atas tempat tidur.
"Si korban meminta ponselnya, namun tersangka tidak memberikannya.
Si korban kemudian mengambil pisau cutter.
Melihat itu, pelaku langsung berusaha menangkap dan memukul serta memijak korban dan melakukan penikaman sehingga korban meninggal dunia," ungkapnya.
Pelaku diamankan petugas pada Jumat (6/9/2019) pukul 19.00 WIB di Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara.
Pelaku disangkakan pasal 338 Subs pasal 365 ayat (3) subs pasal 351 ayat (3).
"Dari pengungkapan kasus tersebut, kami mengamankan barang bukti berupa satu baju kaos lengan pendek yang bernoda darah, satu buah baju kaos warna hitam dan satu buah pisau cutter," pungkas Kombes Dadang Hartanto didampingi Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah Tobing.
Terungkap penemuan lain di TKP, dari badan korban ditemukan sayatan di leher sebelah kanan dan ada bekas luka benturan lebam di kening bagian atas, pipi, dan kaki.
Korban juga kenakan jam kecil berwarna hitam di tangan bagian kanan.
Kotak bungkus rokok.
Kotak sabun, gagang pisau karter berwarna merah dan tulisan "MATI KW (Mati kau)" menggunakan darah segar milik korban.
Tulisan itu tertulis tepat di dinding kamar korban yang berwarna putih.
Setelah melakukan aksi pembunuhan, pelaku yang diduga teman dekat korban AH alias Bian alias Alung Harahap (25), melarikan diri.
Untuk menghilangkan jejak, pelaku sempat mencuci pisau cutter yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban.
Setelah itu, agar jejaknya tak tercium pihak kepolisian, pelaku membuka bajunya yang berlumuran darah dan membuang dilokasi.
Teranyar, di lokasi beberapa orang masih tampak terlihat mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Beberapa orang orang ibu-ibu tampak duduk di depan warung pintu masuk ke arah kos-kosan.
Mereka saling bercerita mengenai kejadian yang baru terjadi di daerahnya tersebut.
Foto korban yang beredar identik dengan salah satu akun di media sosial Facebook atas nama akun Alung Harahap.
Hal itu dikuatkan dengan kaos yang dikenakan oleh korban saat dibunuh, sama dengan kaos yang dikenakan perempuan dalam akun lini masa Facebook tersebut.
Dalam postingan cerita dibuat sekitar enam jam lalu, terlihat foto korban bersama dengan seorang laki-laki.
Mereka berdua memakai kaos berwarna hitam.
Alung pakai kaos bertuliskan merek salah satu brand terkenal di dunia.
Kaos yang dikenakan identik dengan pakaian yang dipakai korban.
Sebelum ditemukan tewas, korban tampak mesra berfoto berdua dengan seorang laki-laki dengan mimik wajah tersenyum bahagia.
Namun nahas, beberapa jam setelahnya korban ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar kosnya di Jalan Punak, Kota Medan.
"Diduga kuat korban dibunuh dengan pisau cutter yang ditemukan di lokasi.
Setelah selesai olah TKP, ditemukan sayatan di leher sebelah kanan dan ada bekas luka benturan di kening bagian atas, pipi dan kaki," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto, Rabu (4/12/2019).
Untuk memastikan siapa pelaku pembunuhan, Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto mengatakan pihaknya akan mencari CCTV disekitar lokasi.
"Kami sudah mencari beberapa alat bukti seperti CCTV termonitor."
"Kita akan memantau melalui CCTV, apa yang dilakukan pelaku sebelum dan sesudah menghabisi nyawa korban," ujarnya.
Dijelaskan Eko bahwa pelaku keluar dan masuk ke dalam kos-kosan korban melalui pintu belakang, bukan melalui pintu depan yang ramai orang berlaku lalang melintas.
Di mana dari arah pintu belakang itu, lokasi tampak lebih sepi dan merupakan tembok belakang rumah orang di sekitar lokasi kejadian.
Pelaku keluar dan masuk lewat pintu belakang setelah itu dia kabur.
"Pelaku sempat mencuci pisau cutter yang digunakan untuk habisi nyawa korban. Setelah itu, pelaku membuka kaos dan langsung lari," ungkap Eko.
Terkait apakah korban diduga kuat dibunuh pacar, Eko belum berani menyimpulkan siapa pelaku pembunuh korban.
"Untuk itu belum bisa kita pastikan.
Kita masih lakukan pemeriksaan saksi-saksi dan sebagainya," ujarnya.
Eko memastikan bahwa korban pernah bersekolah di daerah Tanjung Pura.
"Korban informasi pernah bersekolah di SMA 1 Tanjung Pura," jelasnya.
(mft/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pembunuh_alung_harahap_5.jpg)