Zuraida Hanum Perang Mulut dengan Keluarga Hakim Jamaluddin Saat Acara Peletakan Batu Nisan
Tiga orang dari pihak keluarga hakim Jamaluddin, meluapkan kekesalan dengan melabrak Zuraida Hanum.
Zuraida Hanum Perang Mulut dengan Keluarga Hakim Jamaluddin Saat Acara Peletakan Batu Nisan
TRIBUN-MEDAN.com - Setelah satu minggu penemuan jenazah hakim Jamaluddin, yang bertugas di Pengadilan Negeri (PN) Medan, pihak keluarga melakukan peletakan batu nisan di kuburan almarhum yang berada di Kabupaten Nagan Raya, pada Sabtu (7/12/2019) kemarin.
Acara peletakan atau penanaman batu nisan di kuburan hakim Jamaluddin itu, dihadiri sejumlah orang dari keluarga istri korban, Zuraida Hanum (42). Termasuk Zuraida Hanum ikut dalam rombongan.
Peletakan batu nisan dijadwalkan pukul 12.00 WIB. Namun sebelum acara dimulai terjadi cekcok antara pihak keluarga.
Tiga orang dari pihak keluarga hakim Jamaluddin, meluapkan kekesalan kepada Zuraida Hanum.
Perang mulut pun terjadi. Suasana semakin panas dan baru mereda setelah dilerai oleh warga sekitar.
Tiga anggota keluarga hakim Jamaluddin langsung meninggalkan lokasi, sedangkan acara peletakan batu nisan terus dilaksanakan hingga selesai.
Rohana, kakak hakim Jamaluddin, mengungkapkan pihak keluarga sangat terpukul atas peristiwa meninggalnya sang adik secara tragis.
Apalagi selama ini adiknya itu selalu aktif menjalin komunikasi dengan keluarga.
“Terakhir adik saya pulang ke Nigan (lokasi penguburan) beberapa pekan lalu mempesijuek pulang dari haji,” kata Rohana kepada sejumlah wartawan di kediamannya di Desa Nigan, Jumat sore.
Mewakili keluarga Jamaluddin di Nigan, Rohana meminta polisi agar mengungkap tuntas dan menangkap pelaku yang membunuh Jamaluddin. “Kita mengharapkan polisi serius mengungkap kasus ini,” pintanya.
Harapan serupa disampaikan Anggota Ikatan Pemuda Nigan, Salahuddin. Pihaknya meminta polisi di Medan serius menuntaskan kasus pembunuhan terhadap hakim Jamaluddin.
“Hukum setimpal pelaku. Kami minta diusut tuntas,” pungkas Salahuddin kepada wartawan.
Ia mengaku kenal dengan hakim Jamaluddin. Menurutnya almarhum semasa hidupnya sangat baik dengan warga Nigan dan juga sering berkomunikasi.
“Kami dari kalangan pemuda Nigan sangat bersedih atas kepergian almarhum dengan kondisi yang tidak wajar,” ujarnya.
• HEBOH Curhat Mellya Juniarti Usai Diceraikan Ustaz Abdul Somad, Sebut Giring Opini dan Arang Hitam
• Calon Mempelai Pria Tega Sebar Video Syur Calon Istri Berdurasi 2 Menit 49 Detik
• Sebelum Gantung Diri di Pintu Rumah, Ibu Muda Posting Tentang Pelakor di Facebook
Misteri Kematian Hakim Jamaluddin
Misteri kematian hakim Jamaluddin, hingga kini belum terungkap. Kejanggalan demi kejanggalan terus muncul dalam pengungkapan kasus ini.
Hakim Jamaluddin ditemukan tewas di mobil Toyota Land Cruiser berpelat BK 77 HD di areal kebun sawit Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumut Jumat (29/11/2019).
Berdasarkan hasil autopsi, diketahui korban sudah meninggal 20 jam sebelum dilakukan autopsi. Artinya, hakim Jamaluddin (55) sudah meninggal sekitar pukul 03.00 atau 04.00 pagi.
Namun, istri Jamaluddin yakni Zuraida Hanum (42) menyebutkan bahwa suaminya meninggalkan rumah sekitar pukul 05.00 WIB.
Satpam Perumahan Royal Monaco, Muhyadin juga menyebutkan pada 29 November subuh, ia melihat Zuraida Hanum yang membuka pagar. Saat itu sekitar pukul 05.00 WIB.
"Saya yang jaga malam terakhir itu memang ada lihat bapak itu keluar jam 5 pagi dari rumah. Tapi tidak tahu bapak itu, bahwasanya sama teman atau sendiri tapi yang buka gerbang rumah itu istrinya," jelasnya, Jumat (6/12/2019).
Kejanggalan lain terkait CCTV di rumah hakim Jamaluddin. Humas PN Medan, Erintuah Damanik menjelaskan saat kematian Hakim Jamaluddin pada 29 November 2019 lalu, ternyata CCTV di rumahnya dicabut.
"Info dari kepolisian itu menyebutkan kalau CCTV itu tidak dicolokkan, tapi sebenarnya itu berfungsi, jadi disengaja," tuturnya.
Namun, polisi menemukan CCTV di sebelah rumah hakim Jamaluddin. Dalam rekaman CCTV itu terlihat pukul 04.00 WIB ada mobil Land Crusher Prado yang keluar dari rumah hakim Jamaluddin, namun dengan arah yang berbeda.
"Jadi hal janggal lainnya diambil dari CCTV rumah tetangga, kalau mobil itu keluar biasanya ke kanan. Tapi kalau hari itu ke kiri, bukan ke arah pengadilan. Dan setelah mobil itu lewat ada sepeda motor yang mengikuti," jelasnya.
Pihak kepolisian menyebutkan bahwa saat ini istri Jamaluddin turut diperiksa di Aceh terkait kematian suaminya.
"Lagi dilaksakanan pemeriksaan di Aceh," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Medan Eko Hartanto melalui pesan WhatsApp-nya kepada www.Tribun-Medan.com, Kamis (5/12/2019).
Eko membantah kalau Zuraida Hanum telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. "Gak ada," katanya.
Kendati demikian, Eko tak menampik penyidik kepolisian kini sedang melakukan penyelidikan dan peniyidikan intensif terhadap istri korban, Zuraida Hanum.
• Nikita Mirzani Bikin Sensasi Lagi, Bagi Segepok Uang di Depan Cinta Laura hingga Sebut soal Prestasi
• Pertikaian Berujung Kematian Terjadi di Marelan, Dua Orang Warga Ditusuk, Satu Tewas
Sebelumnya, Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto menyebutkan pelaku diduga sebagai orang dekat.
Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik, hakim Jamaluddin tewas antara 12 sampai 20 jam sebelum mayatnya ditemukan pada Jumat (29/11/2019).
"Karena sudah lewat meninggal, kaku, udah lemas kembali, kemudian lembab kembali, dan arah kepada pembusukan," ujar Agus, Rabu (4/12/2019).
Saat ini tim dari Polda Sumut dan Polrestabes Medan masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku pembunuhan hakim Jamaluddin.
"Kita mau menduga orang sebagai pelaku itu kan enggak boleh gegabah. Dalami semuanya alibi, kita periksa semua alat bukti yang ada. Mohon doa restu agar kasus ini segera terungkap," ucap Agus.
Polda Sumut juga sudah memeriksa 22 orang saksi terkait kasus tersebut, termasuk Zuraida Hanum yang diperiksa di Aceh.
Polisi saat ini juga tengah mencari bukti penting, yakni handphone milik hakim Jamaluddin.
Pentingnya alat komunikasi itu, untuk menguak siapa sosok yang dihubungi pria 55 tahun itu. Sosok itu pula yang disebut-sebut dijemput Jamaluddin di Bandara Kualanamu Internasional, sebelum ditemukan tak bernyawa di dalam mobilnya.
Kesaksian Zuraida Hanum
Saat heboh kematian hakim Jamaluddin, istri korban sempat memberi keterangan kepada awak media.
Zuraida Hamum menyebut sekitar tiga pekan lalu sebelum hakim Jamaluddin ditemukan meninggal, sempat ada teror di rumahnya dari orang yang tidak dikenal.
Menurut pengakuan Zuraida Hanum, teror itu berupa pagar depan rumahnya sempat ditabrak sebuah mobil orang tidak dikenal.
“Namun penabrak itu tidak diketahui. Dampak pagar rumah ditabrak menjadi rusak dan harus diperbaiki,” kata Zuraida dalam wawancara dengan sejumlah wartawan di kediamannya di rumah duka di Nagan Raya, Aceh, setelah prosesi pemakaman suaminya pada Sabtu (30/11/2019) petang.
Kejadian pagar rumah ditabrak itu terjadi sekira pukul 07.00 WIB. Saat itu suami serta dirinya dan anak-anak masih di rumah karena belum ke tempat kerja dan sekolah.
Bahkan peristiwa itu juga membuat tetangga terkejut karena suara cukup keras terdengar. “Meski itu tidak ada kaitan dengan peristiwa ini, tapi kami melihat itu tidak wajar,” ujarnya.
Zuraida Hanum mengaku tidak menyangka suaminya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar pada Jumat (29/11/2019) lalu.
Menurut Zuraida Hanum, suaminya sempat pamit untuk ke bandara. Saat itu, suaminya berangkat sekira pukul 05.00 WIB subuh. Semua perlengkapan seperti baju, sepatu dan perlengkapan kantor sudah disiapkannya di dalam mobil.
Zuraida Hanum mengaku sudah menyarankan kepada suami agar didampingi untuk pergi ke bandara. Namun, hakim Jamaluddin tidak mau dengan alasan karena sudah pagi.
Menurut Zuraida Hanum, almarhum juga mengatakan setelah ke bandara akan langsung ke kantor PN Medan. “Siapa yang akan dijumpai saya tidak tahu. Bapak tidak cerita ke saya siapa yang ingin berjumpa,” sebutnya.
Zuraida mengaku tidak menaruh rasa curiga lantaran selama ini suaminya terkadang pulang larut malam, dan pergi ke kantor meski hari masih subuh.
Terkait kematian sang suami, Zuraida Hanum pun meminta kepolisian di Medan dapat mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku.
Sebab, ia menilai kasus kematian suaminya di dalam mobil adalah kondisi tidak wajar.
Apalagi, Zuraida Hanum melihat adanya luka memar di hidung korban.
“Saya lihat kondisi bapak memar di hidung ketika dibawa ke rumah sakit. Harapan saya (kasus) ini segera terungkap,” harap Zuraida Hanum. (*)
Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Keluarga Hakim Jamaluddin Cekcok di Pemakaman , Saat Peletakan Batu Nisan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/zuraida-hanum-saat-mendampingi-suaminya-hakim-jamaluddin-saat-masih-hidup.jpg)