Sosok Pembunuh Alung Harahap
Alung Harahap yang Ditemukan Tewas di Kamar Kos Dikabarkan Punya Anak Bayi
Pelaku sempat menulis kata-kata di dinding kamar korban menggunakan darah.
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
TRIBUN-MEDAN.com - Polisi sudah mengidentifikasi pelaku pembunuh AH alias Alung Harahap (25) yang ditemukan tewas di dalam kamar kos-kosan di Jalan Punak, Kota Medan, Rabu (4/12/2019) pagi.
Salah seorang penghuni kos-kosan, Icha Siallagan mengatakan terakhir kali bertemu AH, Selasa (3/12/2019) sore. Saat itu AH terlihat membuang sampah disamping kos-kosan.
"Jadi dia bilang, kalian lihat ini ya, saya enggak ada buang sampah ke samping," ucap Icha menirukan perkataan AH semasa hidup.
"Saya kurang dekat sama dia. Kalau kerjaannya saya enggak tahu," ujarnya.
Icha mendenfar AH sudah memiliki seorang anak. Seorang pria yang diduga suami AH diduga pernah terlihat mendatangi kos tersebut.
"Pernah kemarin datang suaminya, ada anaknya masih bayi," ungkapnya.
"Kalau kampungnya enggak tahu. Saya juga tidak dekat sama dia," sambungnya.
Sementara itu, Kasubbag Wasintern RS Bhayangkara, AKBP Edison Sembiring mengatakan bahwa jenazah AH sudah dibawa pihak keluarga untuk disemayamkan.
"Sudah dibawa kemarin siang," kata Edison singkat.
Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengidentifikasi pelaku pembunuh AH. Pihaknya sudah mengidentifikasi siapa pelaku yang tega habisi nyawa korban secara keji hingga tewas bersimbah darah.
"Pelaku sudah teridentifikasi dan sedang kita kejar. Kita berharap kalau sudah tertangkap tentu kita kuatkan dengan alat bukti," kata Dadang, Kamis (5/12/2019).
Polisi telah memiliki alat bukti awal untuk mengidentifikasi siapa pelaku.
"Alat bukti awal sudah kita miliki untuk mengidentifikasi siapa pelakunya. Pelaku masih satu orang yang diidentifikasi," ujarnya.
Dadang mengungkapkan bahwa pelaku sempat menulis kata-kata di dinding kamar korban menggunakan darah.
"Beberapa barang bukti banyak ditemukan termasuk tulisan-tulisan tangan dari pelaku di dinding menggunakan darah dan lain sebagainya," ungkap Dadang.
Dijelaskan Dadang bahwa goresan tangan di dinding berupa tulisan-tulisan tentang kesedihan menjadi salah satu alat bukti untuk mengamankan pelaku.
"Itu juga sebagai alat bukti," tegas Dadang.
Terkait dari mana asal korban, Dadang mengaku pihaknya masih terus mendalaminya.
"Kita sedang dalami latar belakangnya. Doakan semoga pelaku segera ditangkap," jelas Dadang.(mak/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/alung-harahap-atau-yang-akrab-disapa-bian-tewas-mengenaskan-dengan-leher-digorok-di-kamar-kos.jpg)