BERITA TERKINI KASUS SUAP WALI KOTA MEDAN, KPK Surati Imigrasi Cegah ke Luar Negeri Mak Te (Swasta)

BERITA TERKINI KASUS SUAP WALI KOTA MEDAN, KPK Surati Imigrasi Cegah ke Luar Negeri Mak Te (Swasta)

Editor: Salomo Tarigan
Tribunnews/Irwan Rismawan
BERITA TERKINI KASUS SUAP WALI KOTA MEDAN, KPK Surati Imigrasi Cegah ke Luar Negeri Mak Te (Swasta) 

BERITA TERKINI KASUS SUAP WALI KOTA MEDAN, KPK Surati Imigrasi Cegah ke Luar Negeri Mak Te (Swasta)

T R I B U N-MEDAN.com - BERITA TERKINI KASUS SUAP WALI KOTA MEDAN, KPK Surati Imigrasi Cegah ke Luar Negeri Mak Te (Swasta).

//

Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) melarang seorang pihak swasta bernama Farius Fendra alias Mak Te untuk berpergian ke luar negeri.

BERITA TERKINI KASUS SUAP WALI KOTA MEDAN, KPK Surati Imigrasi Cegah ke Luar Negeri Mak Te (Swasta)
BERITA TERKINI KASUS SUAP WALI KOTA MEDAN, KPK Surati Imigrasi Cegah ke Luar Negeri Mak Te (Swasta) (Tribunnews/Ilham)

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pelarangan Mak Te ke luar negeri itu berkaitan dengan statusnya sebagai saksi dalam kasus dugaan suap yang menjerat Wali Kota Medan Dzulmi Edlin.

"KPK telah mengirimkan surat ke Ditjen Imigrasi tentang larangan bepergian ke luar negeri terhadap seorang saksi Farius Fendra alias Mak Te," kata Febri dalam keterangan tertulis, Jumat (29/11/2019).

Nadiem Makarim - Terkini Ujian Nasional (UN) Dihapus? Nadiem Pastikan Kemendikbud Kaji Ulang UN

Pelarangan Mak Te ke luar negeri berlaku selama enam bulam terhitung sejak Kamis (28/11/2019) kemarin.

Sebelumnya, KPK juga telah menggeledah rumah Akbar di Medan pada Rabu (30/10/2019) lalu.

Febri juga pernah mengimbau Mak Te untuk kooperatif memenuhi panggilan karena Mak Te sempat mangkir dari panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi.

Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin menggunakan rompi oranye dan tangan diborgol usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019) dini hari.
Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin menggunakan rompi oranye dan tangan diborgol usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019) dini hari. (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Diberitakan sebelumnya, KPK menetapkan Dzulmi Eldin menjadi tersangka kasus dugaan suap dari Isa Ansyari.

Baca juga: Periksa Anggota DPRD Sumut Terkait Kasus Wali Kota Medan, Ini yang Didalami KPK

Dzulmi diduga menerima suap sebesar Rp 380 juta sejak Ferbruari hingga September 2019.

Kasus Dzulmi ini bermula pada 6 Februari 2019, saat Dzulmi melantik Isa Ansyari menjadi Kepala Dinas PUPR Kota Medan.

Setelah pelantikan tersebut, Isa diduga rutin memberikan sejumlah uang kepada Dzulmi sebesar Rp 20 juta setiap bulan.

Pemberian terhitung mulai Maret 2019 hingga Juni 2019. Pada 18 September 2019, Isa diduga kembali memberikan uang Rp 50 juta ke Dzulmi.

Nadiem Makarim - Terkini Ujian Nasional (UN) Dihapus? Nadiem Pastikan Kemendikbud Kaji Ulang UN

Ruben Onsu Angkat Bicara saat Kedekatan Sarwendah dan Betrand Peto Dianggap Terlalu Berlebihan

Selain itu, Isa diduga merealisasikan permintaan uang Rp 250 juta untuk menutupi ekses dana nonbudget perjalanan dinas Dzulmi ke Jepang.

Sebab, sekitar Juli 2019, Dzulmi melakukan perjalanan dinas ke Jepang dalam rangka kerja sister city antara Kota Medan dan Kota Ichikawa di Jepang.

Akibat Kecanduan Game Online Hingga Banyak Alami Depresi, Rumah Sakit Jiwa Penuh

Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin menggunakan rompi oranye dan tangan diborgol usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019) dini hari.
Wali Kota Medan, Tengku Dzulmi Eldin menggunakan rompi oranye dan tangan diborgol usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019) dini hari. (TRIBUNNEWS)

Kunjungan Dzulmi ke Jepang didampingi beberapa kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

Saat kunjungan, Dzulmi juga ditemani istri dan dua anaknya serta beberapa orang yang tidak memiliki kepentingan dengan kunjungan kerja tersebut.

Nadiem Makarim - Terkini Ujian Nasional (UN) Dihapus? Nadiem Pastikan Kemendikbud Kaji Ulang UN

Hadir dengan Konsep Baru, Suzuya Buka Toko Ketiga di Banda Aceh

kompas.com

BERITA TERKINI KASUS SUAP WALI KOTA MEDAN, KPK Surati Imigrasi Cegah ke Luar Negeri Mak Te (Swasta)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved