Begini Pembelaan Agnez Mo Setelah Viralnya Pernyataan Tak Punya Darah Indonesia
Dalam tayangan YouTube BUILD Series, awalnya pembawa acara Kevan Kenney menyatakan rasa penasarannya tentang keberagaman Indonesia.
"Saya juga (beragama) kristen, di mana mayoritas masyarakat Indonesia adalah muslim, jadi saya selalu merasa... saya tidak akan bilang saya merasa tidak termasuk di sana karena saya selalu merasa orang-orang menerima saya apa adanya, tapi selalu ada rasa 'ehhh, saya tidak seperti orang lainnya'," sambungnya.
Kenney kemudian bertanya, "jadi kamu butuh perspektif?".
"Ya, saya pikir itu benar-benar membuat saya berpikir bagaimana untuk merangkulnya, merangkul kerentananku, perbedaanku, keunikanku," jawab Agnez.
Setelah itu, Kenney menyambung jawaban Agnez dengan mengatakan, dia yakin hal itu juga soal merangkul orang lain dan keunikan mereka.
Itulah sebabnya Kenney berpikir Agnez bisa bicara dengan begitu banyak orang.
"Ya. Saya hanya tidak ingin dikaitkan dengan 'cool kids', kau tahu maksudku, saya ingin dikaitkan dengan orang yang mereka merasa 'mereka tidak termasuk', maksudnya dalam masyarakat apa pun mereka berada," kata Agnez.
"Saya ingin bilang ke mereka, 'hei, ngomong-ngomong, saya sebenarnya introvert, saya tidak terbiasa bicara di publik. Ya saya figur publik, ya saya punya begitu banyak followers', jadi saya pikir merepresentasikan itu jauh lebih penting bagi saya daripada mewakili 'cool kids'," kata Agnez.
"Saya tidak masalah merepresentasikan keduanya, tapi ini pengingat yang baik bahwa saya yang berasal dari tempat di mana saya merasa saya tidak mirip orang lainnya, tapi saya berhasil," ujar Agnez.
Agnez Mo: Memalukan, Telah Memelintir Ucapan Saya
Penyanyi Agnez Mo kembali angkat bicara soal kontroversi ucapannya dalam wawancara dengan program BUILD Series di New York, Amerika Serikat.
Melalui akun Instagram-nya, @agnezmo, dia mempertanyakan niat orang yang memotong video wawancara tersebut.
Dia mengunggah cuplikan video pada bagian ketika dia mengatakan memasukkan unsur budaya Indonesia ke dalam musiknya.
“Saya ingin mencoba memasukkan budaya Indonesia ke karya musik saya, video musik saya. Meskipun bukan di musik, tetapi ada di video musik saya,” kata Agnez dalam wawancara itu.
Dia memberi contoh mengenakan gaun batik di video musik “As Long As I Got Paid” serta gerakan tari Jaipong di lagu “Overdose”.
“Saya berharap bisa memperkenalkan budaya saya kepada dunia,” lanjut penyanyi bernama lengkap Agnes Monica Moeljoto tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/agnez-mo-terbaru.jpg)