Survei Sebut Tito tak Cocok Mendagri, Gebrakan Terbaru Mendagri Tito Berangus Lahan Basah Dukcapil

Survei Sebut Tito tak Cocok Mendagri, Gebrakan Terbaru Mendagri Tito Berangus Lahan Basah Dukcapil

Editor: Tariden Turnip
KOMPAS.COM
Survei Sebut Tito tak Cocok Mendagri, Gebrakan Terbaru Mendagri Tito Berangus Lahan Basah Dukcapil . Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat mengikuti rapat kerja dengan Komite I DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2019). 

Survei Sebut Tito tak Cocok Mendagri, Gebrakan Terbaru Mendagri Tito Berangus Lahan Basah Dukcapil 

Sebulan setelah dilantik, Indonesia Political Opinion (IPO) melansir hasil survei publik terhadap para menteri pembantu Jokowi Maruf, Sabtu (23/11/2019),  

IPO melakukan survei pada 30 Oktober-2 November 2019 dengan responden yang tersebar di 27 provinsi di Indonesia.

Hasilnya, menteri yang dinilai paling tidak tepat berada di pos kementeriannya yaitu Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Sebanyak 15,2 persen responden menjawab Luhut sebagai menteri yang tak tepat di posisinya.

Kemudian, sebesar 14,7 persen publik menilai, mantan Kapolri Tito Karnavian tak tepat mengisi posisi di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Artinya orang yang bagus, tapi tidak sesuai dengan posisi kementriannya yang didapatkan di sini adalah Pak Luhut binsar Panjaitan 15,2 persen juga tinggi adalah Pak Tito Karnavian," kata Dedi.

Dedi mengatakan, 12 persen publik menilai, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate tidak tepat berada di pos Kemenkominfo.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019).
Survei Membuktikan Prabowo Menteri Paling Tepat jadi Menhan, Luhut dan Tito Paling Tidak Tepat. Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). (KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)

Kemudian, 8,2 persen publik menilai, Nadiem tidak tepat berada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Sementara itu, ada juga yang menurut saya menarik, Nadiem Makarim.

Dia dianggap sebagai tokoh publik yang baik sekali tapi, begitu disandingkan dengan Kementerian Pendidikan banyak yang meragukan," ujar dia.

Dedi menyampaikan, survei ini dilakukan pada 30 Oktober-2 November 2019 dengan responden yang tersebar di 27 provinsi di Indonesia.

Survei ini, kata dia, menggunakan metode purposive sampling dalam penarikan sampel.

Selain itu, survei melibatkan 800 responden dengan margin of error +/- 4,5 persen (pada tingkat kepercayaan 95 persen).

"Pengumpulan data wawancara jaringan menggunakan kuesioner, berbasis teknologi informasi modern," ucap dia.

Lantas bagaimana reaksi Menteri Dalam Negeri ( Mendagri) Tito Karnavian?

Mendagri Tito Karnavian menegaskan, dirinya tak terpengaruh dengan hasil survei dari Indonesia Political Opinion (IPO).

Survei tersebut menyatakan dirinya tidak tepat menjabat sebagai Mendagri.

"Saya tidak terpengaruh. Saya kan baru sebulan menjabat sebagai Mendagri. Saya lillahi taala, " ujar Tito kepada wartawan usai menghadiri acara pemberian penghargaan untuk ormas berprestasi di bilangan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (25/11/2019).

"Saya ikhlas bekerja demi bangsa dan negara. Saya diberi kepercayaan amanah oleh Allah SWT yang melalui Pak Presiden. Untuk melakukan dengan sebaik-baiknya, " lanjut Tito.

Dia melanjutkan sudah memiliki pengalaman sebagai Kapolda dua kali, yakni Kapolda Papua dan Kapolda Metro Jaya.

Kemudian, Tito juga menyebut pernah menjabat sebagai Kapolri selama tiga tahun tiga bulan.

Dengan pengalaman ini, kata Tito, dia berharap bisa menjadi bekal mengemban tugas sebagai Mendagri

"Mudah-mudahan bisa jadi bekal saya untuk kerja di Kemendagri. Saya juga tahu bahwa teman-teman Kemendagri banyak yang pintar-pintar, saya juga menyerap (ilmu), memberdayakan teman-teman di Kemendagri," lanjut Tito.

Tak hanya itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meluncurkan anjungan dukcapil mandiri ( ADM) di Discovery Ancol Taman Impian, Pademangan, Jakarta Utara, pada Senin (25/11/2019) malam.

Tito mengatakan, ADM ini membuat warga bisa mencetak berbagai kartu identitas yang dikeluarkan Dukcapil secara mandiri.

"ADM bisa mencetak KTP, akta kelahiran, akta kematian, KK, dan lain-lain dalam hitungan menit," kata Tio seusai peresmian, Senin malam.

Mendagri Tito Karnavian meluncurkan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di Ancol Taman Impian, Jakarta Utara Senin (25/11/2019) malam. (KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI)
Mendagri Tito Karnavian meluncurkan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di Ancol Taman Impian, Jakarta Utara Senin (25/11/2019) malam. (KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI) (KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI)

Tito menjabarkan, ADM dapat mempermudah layanan publik di Dukcapil yang selama ini terbilang sulit.

Saat meresmikan ADM tersebut, Tito mendemonstrasikan pembuatan KTP dengan alat tersebut.

Ia tampak menginput beberapa data ke anjungan tersebut.

"Tadi saya sudah coba sendiri, lebih kurang 1,5 menit sudah bisa dilakukan dengan cepat, ini terobosan bagus," tutur Tito.

Ia lantas mendorong agar Dukcapil di setiap daerah bisa mengadakan ADM tersebut.

Tito menyebutkan, anjungan dukcapil mandiri ( ADM) bisa mengurangi potensi terjadinya korupsi.

"Dengan hilangnya sentuhan antara petugas dengan masyarakat, otomatis potensi korupsi itu hampir bisa dikatakan hilang," kata Tito.

Tito menyampaikan, selama ini pengurusan identitas seperti KTP, KK, Akta Kelahiran, Akta Kematian terbilang menyulitkan masyarakat karena harus datang ke kantor-kantor pemerintahan.

Dengan ADM, pengurusan berbagai karti identitas bisa lebih mudah, bahkan dalam hitungan menit.

Dalam sambutannya, Tito menyinggung bahwa di Dukcapil sempat ada mindset "jika bisa dipersulit kenapa harus dipermudah."

Bahkan, orang berlomba-lomba masuk Dukcapil untuk memperpanjang urusan orang. Kini, semua mulai berubah saat menggunakan ADM.

"Mungkin rekan-rekan lihat ini bukan tempat 'basah' lagi, dulu," ucap Tito sambil tertawa.

Sementara itu, Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrullah menyebutkan, ADM ini sudah masuk dalam katalog sehingga sudah bisa dipesan oleh masing-masing pemerintah daerah.

"Sudah kita letakkan di e-katalog. Jadi lelangnya melalui e-katalog, daerah silakan beli," ucap Zudan.

Zudan menjelaskan bagaimana cara kerja mesin tersebut.

"Caranya, penduduk harus meminta pin ke Dukcapil. Sambil meminta pin penduduk menyerahkan nomor HP," kata Zudan usai acara peresmian alat tersebut.

Setelah itu, warga akan dikirimkan notifikasi yang berisi pin tersebut.

Pin yang dikirimkan berupa kode QR untuk dimasukkan saat hendak mencetak kartu identitas.

Setelah kartu identitas dicetak, QR code tersebut otomatis tidak bisa lagi digunakan.

"Semua pencetakan itu hanya didesain satu kali, jadi penduduk mencetak KTP-nya satu kali, kartu keluarga satu kali, akta kematian satu kali, surat pindah satu kali," ujar Zudan.

Zudan menjelaskan, ADM akan mengurangi potensi pemalsuan kartu identitas karena tanda tangan yang ada di E-KTP merupakan tandatangan elektronik.

"Optimisme muncul karena liat tokoh yang masuk, terutama generasi baru seperti Nadiem Makarim, Whisnutama, dan Erick thohir.

Kemudian menteri-menteri yang punya kredibilitas semacam Sri Mulyani, dan Mahfud MD," ujar dia.

Survei Sebut Tito tak Cocok Mendagri, Gebrakan Terbaru Mendagri Tito Berangus Lahan Basah Dukcapil 

Artikel ini dikompilasi dari Kompas.com dengan judul "Survei IPO: Luhut, Tito Karnavian, hingga Nadiem Makarim Dinilai Tak Tepat di Kementeriannya", "Survei Sebut Dirinya Tak Tepat Jadi Mendagri, Tito Karnavian: Saya Ikhlas Bekerja..","Anjungan Dukcapil Mandiri Diluncurkan, Bisa Cetak Sendiri KTP, KK, hingga Akta Kelahiran"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved