Isu Ikan Makan Bangkai Babi
Tangkal Isu Bangkai Babi Dimakan Ikan, Ini Hasil Uji Laboratorium
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut Zulfachri Siagian mengatakan, bahwa ikan di wilayah perairan Belawan layak untuk dikonsumsi.
TRIBUN-MEDAN.com-Pembuangan bangkai babi di beberapa aliran sungai di Kota Medan membuat resah masyarakat.
Tidak hanya itu, belakangan muncul isu bangkai babi dimakan ikan dan air pencemaran air.
Keresahan masyarakat akhirnya terjawab di mana hasil uji laboratorium yang menyatakan ikan layak dikonsumsi masyarakat.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut Zulfachri Siagian mengatakan, bahwa ikan di wilayah perairan Belawan layak untuk dikonsumsi masyarakat.
"Setelah dilajukan uji laboratorium di Balai Veteriner Medan, Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian, ikan di Belawan layak dimakan. Hasilnya negatif, artinya ikan tidak terjangkit kolera babi dan aman untuk dimakan," katanya, Jumat (22/11/2019).
Lebih lanjut dijelaskan Zulfachri, dengan adanya hasil uji ini, maka kepada seluruh masyarakat khususnya Kota Medan dan sekitarnya, agar tidak takut dan ragu lagi untuk mengkonsumsi ikan di perairan Belawan.
"Jangan lagi terpengaruh dari media sosial yang mengajak tidak makan ikan. Kasihan nelayan mata pencariannya jadi terganggu dengan isu-isu seperti ini," ujarnya.
Tidak hanya itu, Zulfahcri juga meminta kepada aparat kepolisian untuk menangkap oknum yang sudah membuang bangkai babi ke wilayah perairan.
Karena dengan perbuatannya sudah membuat resah masyarakat khususnya masyarakat nelayan.
"Pelaku pembuang bangkai babi ini harus ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Dan agar bisa menjadi efek jera kepada yang lainnya dan tidak mengulangi perbuatannya dimasa yang akan datang," pungkasnya. (mft/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bagan_percut_sei_tuan.jpg)