VIDEO Jenazah Terduga Teroris yang Ditembak Mati di Hamparan Perak Dikuburkan di TPU Kemiri
Terlihat taburan daun pandan masih segar berada tepat di atas makam almarhum Ananda Putra.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid |
TRIBUN-MEDAN.com - Jenazah Ananda Putra (21) terduga teroris yang ditembak mati Densus 88 di Hamparan Perak, Deliserdang, Sumatera Utara, dimakamkan di TPU Kemiri, Kelurahan Sudirejo, Kecamatan Medan Kota, Selasa (19/11/2019).
Pada hari yang bersamaaan, terduga teroris lainnya yang bernama M Chairuddin yang di tembak mati juga oleh Densus 88 di Hamparan Perak, Deliserdang, dimakamkan di TPU Kampung Sentosa Barat, Kelurahan Belawan Sicanang, Medan Belawan.
Kedua tersangka dimakamkan di dua lokasi yang berbeda.
Saat wartawan www.tribun-medan.com mengunjungi salah satu makam terduga teroris Ananda Putra, Rifdal, Ketua Badan Pengelolahan Penguburan Islam (BPPI) TPU Kemiri menjelaskan, bahwa tersangka merupakan warga Tanjung Balai.
Terlihat taburan daun pandan masih segar berada tepat di atas makam almarhum Ananda Putra.
"Dia dari Tanjung Balai. Kalau si Chairuddin itu dari Belawan Sicanang. Awal mula saya tahu si Chairuddin ini juga enggak diterima di Belawan Sicanang, saya kira dua-dua di sini. Tapi belakangan orang dari Polrestabes Medan mengabarkan, bahwasanya yang satu sudah diterima di Sicanang. Jadi satu lah yang di sini," ucap Rifdal, Rabu (20/11/2019).
Rifdal juga menjelaskan, sebelum melakukan prosesi pemakaman Ananda, cuaca sebelumnya hujan deras.
"Alhamdulillah pukul 15.10 WIB sampai jenazah, jam 15.30 WIB sudah selesai lah," ucap Rifdal.
Diketahui, jenazah didampingi ibunya beserta Kepling 1, Kelurahan Matahalasan, Tanjung Balai Utara, dari TNI, Polri dan kelurahan setempat TPU Kemiri.
"Cuma itu tadi, mamaknya tidak turun. Mungkin entah karena malu, entah sedih, entah takut, gak tahu kan. Keplingnya pun cuma di depan saja mengawani mamaknya ini. Cuma pas di mobil dia menyatakan bahwasanya benar, Ananda Putra ini berdomisi di Tanjung Balai," ucap Rifdal.
Jenazah dibawa ke TPU menggunakan Ambulans.
"Karena hujan lebat itu saya kurang tahu pakai ambulans Bhayangkara atau tidak. Cuma itu tadi saya bilang jangan di hidupkan sirinenya karena takut ganggu," ujar Rifdal.
"Polisi ngomong juga ke saya, mohon bantuan dan kerjasamanya pak, bahwasanya kami di sini akan mengebumikan jenazah teroris. Ya, saya jawab teroris yang bagaimana, apakah teroris yang bunuh diri atau yang mana, enggak pak, yang tembak-tembakan di Hamparan Perak. Salah satunya kami minta mohon di sini lah dikebumikan. Ya kami dari BPPI Kemiri, saya selaku ketua, namanya ini tanah wakaf sesama masih muslim dia, ya kita berhak mengebumikan, gak mungkin kita telantarkan jenazahnya," sambungnya.
Lanjut pria berlobe putih ini ke awak media, ia selaku ketua tentu menerima dan tidak mungkin menolak, karena pihak Muspika, Camat, Lurah, dan Kepolisian sudah bersedia.
"Untuk warga sendiri sebagian ada yang tahu ada pemakaman teroris di sini. Tapi setelah pemakaman. Ada satu dua orang tanyak ke saya, ada pemakaman teroris di sini, saya jawab ada. Sebatas itu saja. Alhamdulillah tidak ada penolakan," ucap Rifdal.
Diketajui, Ananda Putra dan M Chairuddin, keduanya disebut polisi terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Keduanya kata polisi berperan sebagai perakit bom yang diledakkan di Markas Polrestabes Medan.
(cr23/tribun-medan.com)