Taklukkan SMA Wahidin Sudirohusodo, SMA Sutomo 1 Melaju ke Semifinal Honda DBL 2019
Dua tim unggulan, yang juga penghuni grup neraka itu sudah harus saling gilas di fase delapan besar demi meraih satu tiket ke semifinal
Penulis: Chandra Simarmata |
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pertarungan seru sarat gengsi di babak perempat final Honda DBL North Sumatera Series 2019, mempertemukan SMA Sutomo 1 Medan versus SMA Wahidin Sudirohusodo di GOR Unpri, Rabu sore (30/10/2019).
Dua tim unggulan, yang juga penghuni grup neraka itu sudah harus saling gilas di fase delapan besar demi meraih satu tiket ke semifinal Honda DBL tahun ini.
Sejak kuarter awal, kedua tim sudah tampil ngotot. Sorak Sorai penonton menambah semarak jalannya laga.
Semenit pertandingan baru berjalan, tim SMA Wahidin berhasil membuka skor. Bermain cepat, lemparan dua angka pemain Nomor 7 membuat SMA Wahidin memimpin. 0-2 Wahidin unggul di menit awal kuarter 1.
Tak berselang lama SMA Sutomo 1 mendapatkan hadiah pelanggaran. Pemain nomor 15 sukses melakukan tugasnya. Satu lemparan free throw berhasil memerkecil jadi 1-2. Sepertinya belum puas, pemain Nomor 15 sempat membawa Sutomo unggul 3-2. Namun Wahidin kemudian mampu mengejar. Aksi pemain nomor 11 mengubah skor jadi 5-6 sekaligus menutup kuarter 1 untuk keunggulan SMA Wahidin.
Memasuki kuarter kedua, masing-masing tim tak mengendurkan serangan. Ketatnya pertahanan kedua tim membuat skor yang dihasilkan tak banyak. Pelatih Sutomo 1 yang berada di pinggir lapangan juga mulai tampak semakin aktif memberikan instruksi pada para pemain.
Hasilnya tim besutan Anthony ini berhasil membalikkan skor dan unggul 12-8. Hingga kuarter kedua berakhir skor tetap 12-8.
Memasuki awal kuarter ketiga, tensi pertandingan tetap tinggi. Hadiah free throw yang dilakukan dapat Wahidin memperkecil ketertinggalan jadi 12-10. Namun tak lama langsung dibalas lemparan tiga angka pemain nomor 11 jadi 15-10.
Pada kuarter ini SMA Sutomo 1 Medan mulai kembali mengandalkan lemparan tiga angka. Strategi tersebut tampaknya berhasil. Lemparan tiga angka pemain nomor 13 mampu perbesar keunggulan jadi 21-10.
Hingga dua menit terakhir Sutomo 1 masih menambah skor. Kuarter kedua ditutup dengan keunggulan Sutomo 25-11.
Memasuki kuarter keempat, tim SMA Wahidin yang tertinggal 14 angka berusaha mengejar. Tampil ngotot, aksi pemain nomor 6 sedikit memperkecil ketertinggalan jadi 25-15.
Namun lima menit terakhir lemparan bebas pemain nomor 13 perbesar jadi 26-15.
Kembali Wahidin memperkecil lewat aksi pemain nomor 15. Skor berubah jadi 26-19. Eksekusi lemparan bebas pemain nomor 6 sempat perkecil ketertinggalan jadi 26-21.
Jelang akhir laga, suporter saling balas yel-yel untuk dukung tim masing-masing.
Hadiah Free throw buat Sutomo sukses dieksekusi nomor 11 perbesar skor jadi 28-21. Skor makin jauh setelah nomor 15 perbesar 29-21 di setengah menit terakhir. Wahidin sempat perkecil jadi 29-23 namun itu jadi angka terakhir bagi Wahidin. Sutomo tetap melenggang ke semifinal.
Diwawancara usai laga, pelatih Sutomo 1 , Anthony mengaku puas melihat permainan anak asuhnya.
"Puas kalau sudah sampai semifinal. Langkah final makin dekat. Selanjutnya gak mau anggap remeh tetap fokus," ujarnya.
Lebih lanjut Anthony optimistis tim nya bisa masuk ke final. Namun untuk laga selanjutnya selain membenahi pertahankan , dia juga akan mencoba meramu strategi untuk meningkatkan offense.
"Liat tim lawan juga nanti cara main nya dan tetap fokus tim lawan. Evaluasi tetap di defense dan kali ini offense juga kurang karena buru-buru nampaknya, jadi akan diperbaiki," ucapnya.
Sementara itu, dua pemain Sutomo 1 Fanes Guo dan Kapten tim Fernando Putranto Optimistis bisa terus melaju. Fernando mengatakan pada laga kali ini tim lawan yang terlalu individual membuat tim nya mampu unggul.
"Tadi tim lawan terlalu individual jadi kurang berhasil cetak angka. Selanjutnya kami tetap Optimistis bisa melaju," ujarnya.
Terpisah, pelatih SMA Wahidin, Mariana mengatakan laga ini menjadi penampilan terburuk anak asuhnya. Namun kalah menang menurutnya hal yang biasa dan akan di balas pada event berikutnya.
"Saya gak tau anak anak hari ini kenapa, kuarter satu dan dua mereka anjlok , game hari ini terburuk. Kami akan evaluasi karena setelah ini ada event kelompok umur (KU) 18 . Kekalahan kali ini bisa dibilang 1-1, karena waktu KU 16 kemarin kami yang menang," ujarnya.
(cr11/Tribun-Medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tim-basket-putra-sma-sutomo-1-medan-jersey-putih.jpg)