Tito Karnavian: Saya Dengar Komjen Idham Aziz Jadi Kapolri
SOSOK pengganti Tito Karnavian dari jabatan Kapolri, masih teka-teki. Sejumlah nama perwira tinggi Polri disebut-sebut menggantikan Tito
SOSOK pengganti Tito Karnavian dari jabatan Kapolri, masih teka-teki.
Sejumlah nama perwira tinggi Polri disebut-sebut berpeluang menjadi orang nomor satu di Korps Bhayangkara.
Kabar terbaru, Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Idham Aziz dikabarkan akan menduduki posisi Kapolri menggantikan Tito Karnavian yang ditunjuk sebagai Menteri Dalam Negeri di Kabinet Indonesia Maju.
Menurut Tito Karnavian, surat pergantian dirinya sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu sudah dikirim ke DPR hari ini, Rabu (23/11/2019).
"Sudah dikirim hari ini ke DPR," ucap Tito di Istana Merdeka.
Tito tak menjawab saat ditanya siapa yang akan menggantikannya sebagai Kapolri.
Namun, ia tidak membantah saat dikonfirmasi bahwa Kabareskrim Komjen Idham Aziz yang akan menggantikannya sebagai Kapolri.
"Saya dengar gitu," ucapnya.
Baca: Ungkap Kasus Siti Rahmah Guru SD Dibunuh di Kota Tebingtinggi, Polisi Periksa 18 Saksi
Baca: AKHIRNYA Mahfud MD Legawa Membongkar Kronologi Dirinya Dipilih Jadi Menteri oleh Jokowi
Baca: RESMI - Daftar Menteri Kabinet Kerja Jilid II Jokowi-Maruf, Mahfud MD Duduki Kursi Menkopolhukam
Saat ini Komjen Idham Azis menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.
Sebelumnya, Idham Aziz berpangkat inspektur jenderal (Irjen) tatkala menjabat Kapolda Metro Jaya.
Kenaikan pangkat satu tingkat ini dilakukan usai dirinya dimutasi menggantikan Komjen Arief Sulistyanto sebagai Kabareskrim.
Acara serah terima jabatan sendiri sudah dilakukan pada Kamis (24/1/2019).
Idham Azis adalah mantan Wakil Kepala Densus 88 Antiteror.
Dikutip dari wikipedia, Idham Azis merupakan lulusan Akpol tahun 1988 dan berpengalaman dalam bidang reserse.
Ia termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat cukup cepat saat tergabung dalam tim Bareskrim, dengan prestasi melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Jawa Timur, pada tanggal 9 November 2005.
Ia bersama dengan para kompatriotnya, Tito Karnavian, Petrus Reinhard Golose, Rycko Amelza Dahniel, dan kawan-kawan, mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jenderal Sutanto.
Baca: SAAT Istri Wapres KH Maruf Amin Disebut Pakai Tas Hermes Seharga Rp 672 Juta, Ini Klarifikasi Mega
Baca: HASIL LENGKAP Liga Champions: Juventus 2-1 Lokomotiv, Real Madrid, Bayern Muenchen & M City Menang
Pada malam tanggal 10 November 2005, Brigjen Surya Dharma memanggil dan memerintahkan Idham Azis untuk berangkat ke Poso.
Keesokan harinya, Idham Azis terbang dari Surabaya menuju Palu dan tiba di Poso pada sore harinya untuk langsung bergabung dengan Tito Karnavian yang sudah berada di sana.
Tito Karnavian memintanya untuk menjadi wakilnya dalam kasus investigasi mutilasi tiga gadis yang terjadi di Poso.
Per tanggal 12 November 2005, Idham Azis resmi menjadi Wakil Ketua Satgas Bareskrim Poso, mendampingi Tito Karnavian.
Kemampuannya di bidang anti-terorisme membuat Kapolri mempercayakan Idham menjabat di Sulawesi Tengah, yang rawan dengan kelompok sipil bersenjata.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian resmi diberhentikan, Selasa (21/10/2019). Komjen Ari Dono didapuk sebagai pengganti Tito Karnavian untuk melaksanakan tugas-tugas Kapolri.
"Oleh Presiden sudah disampaikan bahwa yang akan menjadi Plt adalah Wakapolri atau Pak Ari Dono sampai ditentukan lagi siapa pengganti dari Kapolri," kata Ketua DPR RI Puan Maharani di Gedung DPR/MPR, Selasa (22/10/2019).
Baca: Najwa Shihab Bicara Prabowo Jadi Menteri, Ingat Ucapan Adian Napitupulu hingga Ramalan Santri
Baca: TERUNGKAP Anggota DPRD Ini Satu Bulan Menginap di Hotel, Hingga Terjadi Penggerebekan Wanita PSK ABG
Puan Maharani mengatakan, surat permintaan pemberhentian Kapolri Tito Karnavian yang dilayangkan Presiden Jokowi ke parlemen, telah dibahas dalam rapat badan musyawarah dan disetujui oleh seluruh fraksi di DPR.
Dalam surat permintaan itu, Presiden Jokowi menyebutkan posisi Tito Karnavian digantikan oleh Wakapolri Ari Dono.
“Posisi Tito akan diisi oleh Wakapolri Ari Dono, yang akan menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kapolri, sesuai dengan instruksi Presiden,” kata Puan Maharani.
Posisi Ari Dono sebagai orang nomor satu di korps baju cokelat telah berlaku sejak Selasa (21/10/2019) kemarin, atau saat surat tersebut telah disetujui saat rapat Bamus, dengan pengesahan melalui paripurna DPR.
"Beliau (Presiden) menyampaikan surat terkait dengan penugasan lain kepada Kapolri dan tentu saja surat pengunduran diri dari Kapolri dan anggota Polri," ujarnya.
Puan Maharani menambahkan, permintaan pemberhentian dilakukan untuk menghindari adanya rangkap jabatan.
Baca: Setelah Tito Karnavian Berhenti, KPK Ungkit Hasil Penyelidikan Kasus Penyerangan Novel Baswedan
Baca: Tanpa Pemberitahuan, Begini Respon Surya Paloh pada Syahrul Limpo saat Dipanggil Jokowi ke Istana
Adapun surat permintaan pemberhentian Kapolri yang dikirimkan Presiden Jokowi ke DPR RI, langsung disetujui.
Tanpa interupsi, 515 anggota DPR yang hadir menyatakan setuju pemberhentian Kapolri Jenderal Tito Karnavia dari jabatannya.
Persetujuan tersebut ditetapkan dalam rapat paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10/2019).
"Usul pemberhentian kapolri diajukan oleh presiden kepada DPR berserta alasannya. Untuk itu, kami mohon persetujuan dewan apakah dapat disetujui?" ucap Ketua DPR Puan Maharani saat memimpin rapat paripurna.
Tanpa interupsi, 515 anggota DPR yang hadir menyatakan setuju.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BREAKING NEWS: Idham Azis Dikabarkan Jadi Kapolri Gantikan Tito Karnavian
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kapolda-metro-irjen-idham-azis_20180404_165734.jpg)