Viral Medsos

Viral Cuitan Kaesang, Mengaku Sedang Menunggu Panggilan Telepon padahal Sudah Pakai Kemeja Putih

Para tokoh yang diundang ke Istana, semuanya mengenakan kemeja putih dan celana hitam, kecuali Jenderal Pol Tito Karnavian.

Editor: AbdiTumanggor
VIA TRIBUNNEWS.COM
Keluarga Presiden Jokowi sebelum pelantikan pada Minggu (20/10/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Setelah pelantikan Presiden Jokowi dan wakil presiden Ma'ruf Amin, pada Minggu (20/10/2019), sejumlah tokoh politik dan profesional diundang Presiden Jokowi ke Istana, pada Senin (21/10/2019).

Mereka di antaranya adalah Mahfud MD, Christiany Eugenia Paruntu, Nadiem Makarim, Erick Thohir, Wishnutama, Tito Karnavian, Airlangga Hartarto,  Pratikno, Fadjroel Rachman, Nico Harjanto, Edhy Prabowo, dan Prabowo Subianto. 

Para tokoh yang diundang ke Istana, semuanya mengenakan kemeja putih dan celana hitam, kecuali Jenderal Pol Tito Karnavian. 

Gara-gara seragam yang dipakai para calon menteri yang diundang ke Istana tersebut, anak bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep ikut memberikan komentar melalui akun Twitter.

"Saya lagu nungguin telpon. Padahal sudah pake kemeja putih," tulis @kaesangp.

Netizen beranggapan, cuitan Kaesang Pangarep ini dikaitkan dengan seragam yang dipakai para tokoh saat dipanggil ke Istana Merdeka.

Saat berita ini diunggah, sudah ditanggapi 15 ribu netizen dengan 1.500 retweet.

Selain Prabowo, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo juga mendapat pos menteri. Namun Prabowo belum mengumumkan pos menteri yang dimaksud. Prabowo sekaligus memastikan ia dan Edhy siap membantu kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto turut hadir di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin (21/10/2019).

Ia datang bersama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo. Keduanya kompak mengenakan kemeja putih lengan panjang.

Prabowo Subianto dan  Edhy Prabowo tak berkomentar kepada wartawan dan langsung masuk ke Istana Kepresidenan.

Kedatangan Prabowo dan Edhy ini menyusul kedatangan tokoh lainnya yang disinyalir sebagai calon menteri.

Usai bertemu dengan presiden Jokowi, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku diminta untuk masuk ke kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Tonton videonya:

Meski tak menyebut spesifik pos menteri yang akan ia emban, namun Prabowo menyebut ia akan membantu kabinet Jokowi-Ma'ruf di bidang pertahanan.

"Saya diminta bantu beliau di bidang pertahanan," ujar Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut mengaku, akan bekerja keras untuk mencapai apa sasaran yang telah ditentukan oleh pemerintahan Jokowi..

PRABOWO TERKINI - Terjawab Tujuan Prabowo ke Dubai Naik Jet Pribadi, Pengakuan Politisi Gerindra
PRABOWO TERKINI - Terjawab Tujuan Prabowo ke Dubai Naik Jet Pribadi, Pengakuan Politisi Gerindra (instagram/prabowo/tribunnews)

"Beliau beri beberapa pengarahan, saya akan kerja keras untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan," lanjut Prabowo.

Selain Prabowo, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo juga mendapat pos menteri. Namun Prabowo belum mengumumkan pos menteri yang dimaksud.

Prabowo sekaligus memastikan ia dan Edhy siap membantu kabinet Jokowi-Ma'ruf.

"Saya sudah sampaikan keputusan kami dari Partai Gerindra apabila diminta kami siap membantu, hari ini siap diminta dan kami siap membantu," sambung dia. 

Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai mengadakan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai mengadakan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, beberapa waktu lalu. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Mahfud MD Dipercaya Jadi Menteri

Sebelumnya, Mahfud MD mengaku diminta oleh Presiden Jokowi untuk menjadi menteri di kabinetnya. Pelantikan dilakukan lusa.

"Intinya saya diminta membantu beliau menjadi salah seorang menteri," kata Mahfud Md saat keluar dari Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2019).

"Yang kalau tidak berubah akan dilantik besok lusa hari Rabu. Pagi sudah berkumpul di sini," ujarnya.

Mahfud mengaku diajak Presiden Jokowi  berbicara soal permasalahan hukum dan HAM.

Masalah pemberantasan korupsi juga jadi pembahasan.

Namun dia tidak diberi tahu akan menjadi menteri apa.

Selain soal hukum dan HAM, Mahfud mengaku sempat diisukan jadi menteri agama.

Partai NasDem Kasih Sinyal Jadi Oposisi

Dengan bergabungnya Prabowo Subianto dan Gerindra ke koalisi, Partai Nasdem memberikan sinyal siap menjadi oposisi pada pemerintahan kali ini.

Padahal, Partai Nasdem diketahui merupakan salah satu partai pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Sinyal tersebut diberikan langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh usai menghadiri pelantikan Jokowi-Ma'ruf di Gedung Kura-Kura, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Menurut dia, bila semua partai politik mendukung pemerintah, Partai Nasdem siap menjadi oposisi.

"Kalau tidak ada yang oposisi, Nasdem saja yang jadi oposisi," kata Surya seperti dilansir dari Kompas TV, Senin (21/10/2019).

Nama-nama yang dipanggil Jokowi

Hari ini, Senin (21/10/2019), Presiden Jokowi memanggil sejumlah kandidat calon menteri ke Istana Kepresidenan.

Hingga pukul 16.30 sudah ada sebelas orang yang menyambangi Istana.

Mereka yaitu mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, Bos Gojek Indonesia Nadiem Makarim, dan Bos NET TV Wishnutama.

Kolase Foto Mahfud MD, Nadiem Makarim dan Tetty Paruntu
Kolase Foto Mahfud MD, Nadiem Makarim dan Tetty Paruntu (Kompas.com)

Selanjutnya, pengusaha Erick Thohir, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, mantan Mensesneg Pratikno, relawan Jokowi-Ma'ruf Fadjroel Rachman dan peneliti Populi Center Nico Harjanto

Terakhir yang datang yakni Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Edhy Prabowo.

Seperti diketahui, Partai Gerindra merupakan rival partai politik pendukung Jokowi-Ma'ruf saat pilpres lalu.

Surya sebelumnya menyatakan, bila seluruh partai menjadi koalisi pemerintahan, dikhawatirkan sistem check and balance akan hilang.

Padahal, sistem tersebut diperlukan di dalam negara demokrasi seperti yang dianut Indonesia.

"Kalau begitu check and balance tidak ada, tidak ada lagi yang beroposisi berarti demokrasi sudah selesai. Negara sudah berubah menjadi negara otoriter, atau bermonarki," ujarnya.(*)

Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah mendampingi Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh usai membuka Rapat Koordinasi Wilayah DPW Partai Nasdem Sumut, di Hotel JW Marriott, Jalan Putri Hijau, Medan, Selasa (8/7/2018).
Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah mendampingi Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh usai membuka Rapat Koordinasi Wilayah DPW Partai Nasdem Sumut, di Hotel JW Marriott, Jalan Putri Hijau, Medan, Selasa (8/7/2018). (TRIBUN MEDAN/M NASRUL)

Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul "Prabowo Ditunjuk Jokowi Jadi Menteri Bidang Pertahanan", dan Partai Nasdem Lempar Sinyal Siap Jadi Oposisi...

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved