Kisah Dibalik Marshanda dan Ariel Tatum yang Blak-blakan Berjuang Atasi Gangguan Mental

Bukan perkara mudah bagi seseorang untuk terbuka mengakui memiliki gangguan mental.

Kompas.com
Artis Marshanda dan Ariel Tatum 

Ia bahkan mengemas ceritanya tersebut dalam video-video yang diunggah dalam kanal YouTube pribadinya, MARSHED.

Dalam kanal YouTube tersebut Marshanda menceritakan pengalaman pribadinya melawan stigma masyarakat untuk sembuh dari penyakit mental.

Ia mengatakan, stigma buruk masyarakat terhadap orang dengan gangguan mental seperti dirinya membuat kondisinya lebih buruk.

Menurutnya, sebagian masyarakat Indonesia menilai negatif orang yang datang ke klinik terapis jiwa.

Padahal menurut Marshanda, di negara maju seperti di Eropa dan Amerika Serikat, seseorang pergi mendatangi terapis jiwa adalah hal yang wajar.

Ia berharap melalui pengalamannya masyarakat Indonesia lebih paham pentingnya dukungan moril untuk orang-orang yang mengalami gangguan mental.

Marshanda berharap, dengan demikian para penderita gangguan mental akan lebih cepat pulih dan tak terjerumus ke dalam kondisi yang lebih buruk.

Ariel Tatum usai mempromosikan bisnis kue bolunya di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (25/2/2018).
Ariel Tatum usai mempromosikan bisnis kue bolunya di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (25/2/2018).(KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG)

 Ariel Tatum dan borderline personality disorder (BPD)

Sama halnya dengan Marshanda, artis peran Ariel Tatum pun blak-blakan menceritakan tentang perjuanganya melawan penyakit mental.

Di balik pembawaannya yang ceria, Ariel ternyata sudah berulang kali mencoba bunuh diri. Hal ini sempat mengagetkan Ibundanya.

Adapun Ariel mengaku mengidap penyakit Borderline Personality Disorder (BPD) atau kepribadian ambang akut.

Ia menyadari mengidap gangguan mental tersebut sejak berusia 13 tahun.

Awalnya Ariel tak berani menceritakan hal ini kepada orang lain. Ia menutup diri rapat-rapat sehingga membuat kondisinya justru semakin parah.

Lantas, apa yang membuat Ariel mengungkapkan masalahnya tersebut kepada publik?

Dalam sebuah sesi wawancara di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (19/10/2019), Ariel melihat generasi saat ini sudah terbuka mengenai pembahasan mengenai kesehatan mental.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved