KPK: Eldin Bawa Istri dan 2 Anak Berdinas ke Jepang, Minta Kadis Tutupi Kelebihan Biaya Travel

Eldin membawa serta istri, dua orang anak, dan orang-orang yang tidak terkait dengan perjalanan dinas ke Jepang.

TRIBUN MEDAN/Dok
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin dan keluarga saat menggelar open house Lebaran di rumah dinas, Jalan Sudirman Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com-Wali Kota Medan Dzulmi Eldin meminta uang kepada Kepala Dinas PUPR  Isa Ansyari untuk menutupi biaya kelebihan perjalanan dinas ke Jepang pada Juli lalu.

Informasi ini diungkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi yang telah menangkap basah para anak buah Dzulmi Eldin saat bertransaksi.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, saat berkunjung ke Jepang dalam rangka kerja sama sister city dengan Kota Ichikawa di Jepang, Eldin membawa serta istri, dua orang anak, dan orang-orang yang tidak terkait dengan perjalanan dinas.

Eldin bahkan memperpanjang masa tinggalnya selama tiga hari di Jepang.

“Akibat keikutsertaan pihak-pihak yang tidak berkepentingan dalam perjalanan dinas terdapat pengeluaran yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan tidak bisa dibayarkan oleh APBD,” kata Saut di kantor KPK, Rabu (16/10/2019) malam.

Pihak travel pun meminta biaya perjalanan kepada Eldin.

Eldin selanjutnya menjumpai  Kasubag Protokoler Medan Syamsul Fitri Siregar dan memerintahkannya untuk mencari dana untuk menutupi pengeluaran nonbudgeter sekitar Rp800 juta

Syamsul Fitri Siregar membuat target kadis yang akan dimintai termasuk kepala dinas yang ikut ke Jepang.

Kepala Dinas PU Isa Ansari ditargetkan memberi uang Rp250 juta meskipun tidak ikut dalam perjalanan dinas ke Jepang. KPK menduga ia diminta uang karena telah diangkat oleh Eldin sebagai kepala dinas. Menurut KPK, Isa Ansari menyetorkan Rp20 juta setiap bulannya kepada Dzulmi Eldin.

Rabu, 15 Oktober, setelah memastikan adanya transaksi pemberian uang dari Kadis PU ke ajudan Dzulmi Eldin, And, tim KPK pun bergerak untuk mengamankannya.

Sekitar pukul 20.00 WIB tim mengejar seorang ajudan itu yang setelah diketahui mengambil uang Rp50 juta di rumah Kadis Isa Ansyari. Namun, tidak berhasil mengamankan dan ajudan itu malah kabur setelah berusaha menabtrak tim

Tim kemudian bergerak ke rumah Isa Ansyari dan mengamankannya sekitar pukul 21.30 WIB.

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin tiba di kantor KPK, Rabu (16/10/2019)
Wali Kota Medan Dzulmi Eldin tiba di kantor KPK, Rabu (16/10/2019) (Tribunnews)

Sekitar pukul 23.00 WIB, tim bergerak ke sebuah rumah sakit di medan dimana Dzulmi Eldin sedang melakukan fisioterapi dan langsung mengamankannya.

Di tempat ini, tim kemudian mengamankan ajudan bernama Aidiel Putra Pratama yang sedang mendampingi Dzulmi Eldin.

Rabu dini hari 1.30, tim bergerak ke Kantor Wali kota dan mengamankan ajudan Wali Kota, Sultan Solahudin beserta uang sebesar Rp200 juta di laci kabinet di ruang protokoler. Setelah itu, tim mengamankan  Kasubag Protokoler Medan Syamsul Fitri Siregar

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved