Inilah Pesan Menohok Wakil Bupati pada Bidan dan Petugas Kesehatan dalam Melayani Pasien
Simak Pesan-pesan Menohok Wakil Bupati Agus Boli Terhadap Para Petugas Kesehatan
Bidan Kamriah menangis dan minta maaf setelah heboh dugaan pelecehan terhadap seorang ibu hamil di Puskesmas.
Simak Pesan-pesan Menohok Wakil Bupati Terhadap Para Petugas Kesehatan.
////
TRIBUN-MEDAN.Com - Dugaan pelecahan terhadap seorang ibu hamil yang dilakukan oknum bidan K di Puskesmas Waiwerang, Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim) Pulau Flores sampai ke telinga Bupati dan Wakil Bupati.
Pemda pun memanggil Bidan K.
Melalui Wakil Bupati Flotim, Agus Boli, secara keras mengingatkan semua petugas kesehatan di seluruh Flotim agar berlaku ramah dan selalu ‘mengalah’ untuk melayani seluruh pasien.
Agus Boli melarang keras petugas kesehatan apakah medis dan paramedis melecehkan pasien dan keluarga pasien dengan tutur kata kasar, sikap, dan tindakan.
“Kasihan pasien yang sudah sakit, pasti keluarganya juga susah, tidak bisa kerja dan ketiadaan uang. Kalau pasien datang jauh-jauh dari kampung, sederhana dan minder. Kalau dibentak dan tidak ramah diterima maka psikolognya terganggu,” kata Agus Boli, kepada pos-kupang.com (Grup Tribun-Medan.com), Jumat (4/10/2019).
Agus Bioli percaya perlakuan dan keramahan petugas kesehatan dapat membantu kesembuhan pasien.
Mantan anggota DPRD Flotim ini mengaku, sering mendengar keluhan pasien dan keluarganya dilecehkan dengan kata-kata kampungan, kotor, bodok, dan udik.
Ia minta petugas kesehatan agar lebih menyadari bahwa hidup kita sampai pensiun bersama anak istri suami dibiayai oleh rakyat melalui negara.
"Tugas kita mensyukurinya dengan bekerja sebaik-baiknya."
“Layani mereka sebagai saudara dan yakini itu sebagai saluran rahmat dari Tuhan melalui tangan-tangan kita,” pesan Agus Boli.
Jika ada selisih paham, Agus Boli mengajak diselesaikan dengan hati dingin dan penuh senyum sebagai saudara dalam budaya Lamaholot "kakan keru, arin baki,mela sare helan wai". Artinya terimalah mereka sebagai saudara kandung dan tebarkan suasana aman nyaman seperti air yang menyejukan.
Agus Boli juga mengajak semua petugas kesehatan merefleksikan diri atas sikap bidan Kamriah Barek Ile yang diduga melecehkan ibu hamil asal Kiwangona saat berobat ke Puskesmas Waiwerang di Pulau Adonara, Jumat (3/10/2019).
Sang Bidan Menangis Minta Maaf
Di hadapan Wakil Bupati, Agus Boli, Bidan K mengakui dan menyesali perbuatannya.
Bahkan, sampai menangis saat dinasehati sang wakil bupati.
“Ia menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulanginya lagi,” ungkap Agus Boli usai pertemuan di ruang kerjanya.
Agus Boli sempat menanyakan kepada Bidan Kamriah mungkin sudah jenuh kerja dan ingin pindah.
Ia juga diberi opsi mendandatangi surat pernyataan di atas materai, yang menyatakan bertobat dan memperbaiki pelayanan.
Bidan Kamriah memilih opsi kedua menandatangani pernyataan bertobat dan tidak akan mengulanginya lagi.
Wabup Agus Boli pun mengiyakannya.
Namun, ia minta Bidan Kamriah secara adat budaya Lamaholot pada hari itu juga minta maaf langsung ke rumah pasien ibu hamil di Kiwangona, agar damai hati antarmereka.
Bidan Kamriah pun menangis dan minta maaf pada keluarga pasien ibu hamil tersebut.
Selanjutnya, Agus Boli memerintahkan Kadis Kesehatan Flotim membuat surat edaran kepada seluruh Puskesmas dan Polindes di Flotim, agar rumaah sakit menerapkan rumah ramah pelayanan.
Surat yang ditandatangi Wabup Agus Boli menjadi peringatan dini kepada segenap petugas kesehatan di Flores Timur.
“Bila ada ASN rasa jenuh melayani masyarakat maka ‘gentle’ mundur dari ASN dan jangan terima gaji lagi."
"Daripada beban batin dan masyarakat jadi korban,” tegas Wabup Agus Boli. (*)
Artikel telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul: Sambil Menangis Bidan Kamriah Yang Lecehkan Ibu Hamil di Flores Timur Minta Maaf
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bidan-kamriah-menangis-dan-minta-maaf-pada-pasien-ibu-hamil.jpg)