Polri Dihujat saat Tangani Aksi Demo Mahasiswa, Pensiunan TNI Sulaiman Hardiman Angkat Bicara

Postingan-postingannya pun adalah mengenai aktivitasnya sehari-hari dan juga mengenai peristiwa yang kini menjadi sorotan masyarakat.

Tribun Medan/IG Sulaiman Hardiman
Kolase Foto Sulaiman Hardiman dan polisi yang tumbang saat menangani pendemo di Sumatera Utara. 

Polri Dihujat saat Tangani Aksi Demo Mahasiswa, Pensiunan TNI Sulaiman Hardiman Angkat Bicara

TRIBUN-MEDAN.com- Masih ingat dengan Mayor Inf Sulaiman Hardiman yang memutuskan pensiun dini dari TNI Angkatan Darat setelah 16 tahun mengabdi ?

Keputusan pensiun dini Mayor Inf Sulaiman Hardiman dari TNI AD ini sempat viral di media sosial dan menimbulkan banyak asumsi disana-sini.

Kini setelah pensiun dini, Sulaiman Hardiman hardiman cukup aktif di media sosial, baik Instagram maupun facebook.

Postingan-postingannya pun adalah mengenai aktivitasnya sehari-hari dan juga mengenai peristiwa yang kini menjadi sorotan masyarakat.

Postingan terbarunya adalah mengenai dukunganya kepada polisi yang bertugas melakukan pengamanan saat unjuk rasa di berbagai daerah di Indonesia.

Postingan tersebut dia unggah di Instagram, yaitu berupa foto dari Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Hoegeng Imam Santoso.

Massa menembakkan petasan ke arah aparat kepolisian, Rabu (25/9/2019).
Massa menembakkan petasan ke arah aparat kepolisian, Rabu (25/9/2019). (TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat)

Berikut postingannya.

"Bila anda SENANG ketika Polri secara institusi dihinakan dan tdk dipercaya lagi, maka anda BUKANLAH warga negara yg baik dan waras

Tidak semua kerusuhan di negeri ini gagal ditangani oleh Polri. Masih banyak daerah2 yg melakukan demonstrasi besar2an tetapi dapat ditangani dgn baik

Akhir2 ini perbincangan di masyarakat kita menuduh Polri “bermesraan” dgn penguasa, sehingga bermunculan pernyataan maupun video2 di media sosial yg secara direct menyerang kepolisian

Para sahabatku... coba anda bayangkan apa yg anda lakukan bila menjadi polisi yg bertugas menjaga stabilitas kamtibmas dihadapkan pada massa yg berskala besar, cenderung tdk terkendali, reaktif, dan tdk terduga...?

Sambil membaca tulisan ini di hp anda, tentu akan banyak variasi jawaban yg bisa anda sampaikan...

Kericuhan terjadi antara demonstran dengan aparat kepolisian di flyover Slipi, Jakarta Barat, Senin (30/9/2019).
Kericuhan terjadi antara demonstran dengan aparat kepolisian di flyover Slipi, Jakarta Barat, Senin (30/9/2019). (Kompas TV)

Namun bila anda berada di lapangan menghadapi massa yg kami maksud secara langsung maka saya menjamin 100% bulu kuduk anda akan berdiri dan rasa horor akan menghinggapi anda. Namun karena anda sbg petugas, anda harus tetap berdiri disitu, tdk boleh mundur dan tetap menjalankan tugas hingga tuntas

Ketika petugas tdk memiliki ketegasan dlm menangani massa maka akibatnya tentu sangat fatal bagi kita semua

Sebagai warga negara yg baik dan maju, sudah saatnya demonstrasi dilakukan secara beradab dan damai dengan tetap memberikan “tekanan”. Hindari cara2 masyarakat kuno yg jelas2 merugikan kita semua

BILA Polri sampai bermesraan dgn penguasa, maka belajarlah pada sejarah tentara di zaman Orba... tentara akhirnya terpuruk dan tumbang secara politik dikala itu

Tentu kita tdk menginginkan semua itu terjadi karena sudah pasti akan banyak memakan KORBAN

Kami juga sangat yakin bahwa Polri bukanlah institusi yg sempurna layaknya malaikat, namun kedamaian yg kita nikmati dihari kemarin hingga hari ini terjadi “sedikitnya” juga berkat campur tangan kepolisian kita

Mari bersama menjaga dan mengingatkan Polri kita, Bravo POLRI... negara membutuhkan darma baktimu".

Alasan Pensiun Mayor Inf Sulaiman Hardiman yang Viral

Melansir Grid.ID dari akun Instagram pribadi Sulaiman Hardiman, @sulaiman_hardiman, mantan komandan Batalyon Infanteri ini menjelaskan alasan mengapa ia memutuskan pensiun secepat itu.

Dalam postingan yang diunggah pada Selasa (4/6/2019), Sulaiman mengungkap bila keputusannya untuk pensiun dini memang sudah menjadi cita-citanya dari dulu.

 

Selama menjadi anggota TNI AD, Sulaiman mengaku tak pernah berambisi atau bermimpi menjadi Jenderal.

Dan bila memang dirinya pernah menuliskan hal seperti itu, Sulaiman mengaku itu semata hanya untuk melengkapi administrasi.

Terkait berbagai asumsi yang timbul atas keputusannya untuk pensiun dini, Sulaiman menganggap hal tersebut adalah wajar.

Hal ini dikarenakan gaya pemahaman setiap orang berbeda-beda, terlebih lagi dengan media yang terkadang melebih-lebihkan isi berita untuk menarik minat pembacanya.

Oleh sebab itu, Sulaiman mengembalikan masalah ini kepada individu masing-masing, mau kemanakah pemahaman mereka tergiring.

Lalu terkait pertanyaan yang selalu ditanyakan kepadanya tentang kehidupannya setelah pensiun, Sulaiman menulisnya dengan gaya yang santai.

 

Dalam tulisannya tersebut ia menyebut bahwa ia tentunya tidak akan bekerja lagi dan akan banyak berpikir.

Ia juga akan kembali menggeluti hobinya, fokus mengurus keluarga dan mengamati kehidupan disekitarnya.

Tak ayal, unggahan mantan komandan Batalyon Infanteri Raider Khusus ini kembali ramai dibanjiri beragam komentar dari publik.

Berikut unggahan lengkap Sulaiman: 

''Kenapa Pensiun...?
.
Apa yg dilakukan setelah pensiun...?
.
2 pertanyaan yg sudah ribuan kali saya jawab dlm satu minggu ini

Sudah menjadi cita2 kami di masa lalu untuk pensiun di umur 40 tahun. Dan saat ini, pada akhir tahun 2019 kami akan menginjak usia itu. Kami tdk pernah bermimpi menjadi jenderal walaupun dlm form administrasi tertentu (harus diisi) kami tuliskan cita2 maksimal kami ingin menjadi Pangdam (two star general). Itu hanya melengkapi administrasi dan tdk pernah ada ambisi dibenak kami utk itu
.
Itu mengapa dlm bekerja kami hanya bekerja saja dan tdk berharap apa2 selain membantu anak2 kami yg memang kondisinya perlu diperhatikan
.
Tulisan ini kami buat secara terbuka agar bila ada penyimpangan dari pernyataan kami dapat langsung di debat oleh para anak buah kami tempat dimana kami pernah bertugas dlm kolom komentar.

Dalam tulisan kami sebelumnya mendapatkan reaksi yg beragam dan itu sah2 saja, tdk ada yg sempurna terutama kami sendiri. Dalam gaya bahasa/majas terdapat 24 macam kekayaan bahasa yg dapat digunakan utk menimbulkan efek2 tertentu dalam penyampaian maksud si penulis. Beberapa media online juga terpengaruh dgn gaya bahasa kami kemudian mengambil tulisan itu dan mengemasnya kembali dgn gaya bahasa/judul yg tdk kalah cetar (hiperbola) utk menarik minat pembacanya
.
Kemanakah anda tergiring...? Sangat tergantung pada kualitas edukasi dan wawasan masing2
.
Selanjutnya apakah yg kami lakukan setelah pensiun...?
.
Seperti pernyataan kami di awal, kami tentunya “tidak bekerja” lagi. Kami hanya akan mengurusi keluarga, hobi, jalan2 dan melihat indonesia serta dunia. Syukur2 bisa kembali membantu saudara2 kita yg membutuhkan bantuan melalui kepercayaan yg diberikan kepada kami
.
Mohon jangan bertanya lagi... jari kami sudah bengkak menjawab chat sahabat2 dari seluruh indonesia,'' pungkas @sulaiman_hardiman.

Tidak sedikit dari publik yang memuji sikap bijaksananya dan tetap mendukungnya meski kini ia tela pensiun.

Baru saja diunggah 6 menit yang lalu, postingan ini telah disukai lebih dari 200 pengguna aktif Instagram.

@abdulrachman_alghifari: Semoga sukses ya pak, bahagia bersama keluarga.

@linda_sgn: Luar biasa, semoga jd panutan buat yang lain. Untuk mengambil suatu keputusan itu amatlah sulit, tapi saya yakin rencana Tuhan itu indah. Tetap semangat!

@sepatu_dahlan: @sulaiman_hardiman salut abangda pilihan hidup yg luar biasa.

@muchtar_sanusi: Speechless, I'm so proud of you commander (Tak bisa berkata-kata, saya sangat bangga kepadamu, Komandan).

Berita pensiun dini Mayor Inf Sulaiman Hardiman viral di media sosial.

Sulaiman memutuskan untuk pensiun dini dari jabatannya sebagai Kasi Ren Ops Lat Bag Lat Rindam XVII Cenderawasih.

Dilansir Grid.ID dari laman Instagram pribadinya, Mayor Inf Sulaiman tampak berpamitan dari jabatannya sebagai TNI Angkatan Darat.

Mayor Inf Sulaiman mengunggah foto dirinya beserta istri dan anaknya yang bertuliskan kata pamit.

Dari kolom keterangan unggahan tersebut juga tampak mengumumkan keputusannya untuk pensiun dini.

"Mohon diri dan pamit kami sekeluarga (Anak laki kami tdk ikut, anak2 sahabat saya ikut nimbrung)

16 tahun lebih berdinas di angkatan darat, inilah hari terakhir kami berdinas aktif," tulis @sulaiman_hardiman, Sabtu (1/5/2019).

Selanjutnya Mayor Inf Sulaiman juga mengungkap kenangan dan pengalaman yang luar biasa, namun tidak menjelaskan alasan pensiun dini.

"Pengalaman yg luar biasa bersama saudara2 dan sahabat2 terbaik saya tentu banyak memberikan pembelajaran

Banyak yg bertanya mengapa kami pensiun dini, namun pertanyaan itu tdklah penting utk dijawab mengingat struktur berpikir setiap orang berbeda sehingga apapun pilihan bait utk menjelaskan hal itu, tdk dpt memuaskan dahaga kepo semua orang

Rasa hormat kami yg tulus dan terima kasih kepada para saudara2ku, para senior, dan TNI Angkatan Darat," pungkas @sulaiman_hardiman.

Tak hanya itu, Mayor Inf Sulaiman juga memberikan pesan kepada para Komandan Batalyon.

Mayor Inf Sulaiman yang pernah menjabat sebagai Danyonif RK 753/AVT memberikan pesan khusus untuk para Komandan Batalyon.

"Pesan utk para Komandan Batalyon

Jabatan Danyon adalah simbol kehormatan bagi setiap prajuritnya. Satu paket dgn tunggul/bendera batalyon, bedera perang, prestasi, sejarah & tradisi satuan

Danyon tdk akan pernah menjadi dirinya sendiri karena seperti apa tindak tanduk & pikirannya harus berlandaskan serta selaras dgn kehormatan satuan itu sendiri," tulis Mayor Inf Sulaiman.

Tak berhenti sampai di situ, Mayor Inf Sulaiman juga mengungkap tantangan yang bakal dihadapi pemilik jabatan Danyon.

"Engkau harus siap “dimusuhi” anggotamu karena mereka harus kau latih dgn keras agar tdk terjadi korban sia2.

Engkau harus siap “berdebat” dgn atasanmu karena engkau yg lebih tau kondisi prajurit dgn segala kekurangan & kelebihannya. Tdk ada satuan manapun yg benar2 ideal & terkadang ada atasan anda yg karena kesibukannya, tdk terlalu paham akan itu.

Dan tentunya engkau harus jagoan karena bila prajuritmu jagoan sejati, dia hanya akan loyal kepada jagoan sesungguhnya.

Singa tidak akan pernah loyal kepada domba, domba yg banyak gaya dan berisik pasti akan dimakan oleh singa," lanjutnya.

Pesan untuk para Komandan

Pesan untuk para Komandan Instagram @sulaiman_hardiman

Tak cukup sampai di situ, Mayor Inf Sulaiman juga bakal dihadapkan dengan banyak tantangan berupa pelanggaran dan anggaran.

"Tantanganmu

PELANGGARAN

Bila prajurit di dlm wewenang komandomu, maka awasi dgn sebaik2nya & jaga kedisiplinannya, bertanggungjawablah bila mereka melakukan pelanggaran.

Jangan sakit hati saat kamu sudah total namun mereka masih ada yg melanggar, mereka masih belia dan baru lepas dari orang tuanya, bersabarlah...

Bila mereka melanggar tapi diluar wewenang komandomu, JANGAN MAU DIPERSALAHKAN. Jangan membiarkan orang yg tdk ksatria melepaskan tanggung jawabnya.

Di tempat prajuritmu di BPkan, Komandan setempat hanya mau menerima uang Kodal tetapi tdk melaksanakan Kodal dgn baik. Para pengecut itu bisanya cuci tangan & menyalahkan orang lain.

ANGGARAN

Budget anggaran selama 1 tahun kegiatan utk satuan tempur dgn jumlah prajurit 1.039 orang adalah Rp 3,6M.

Itu adalah uang yg sangat kecil, dihadapkan pada kehormatan dan martabat keluarga besarmu di kampung sana yg sangat tdk ternilai itu.

Jangan pernah tergoda, Danyon itu gak ngelirik apalagi tergoda ama uang receh.

Bila kamu berpikir uang 3,6M itu sangat besar dan tergoda utk “mengakali” nya lalu mengabaikan prajuritmu, KAMU adalah DANYON RECEHAN

Selamat berjuang sahabat2ku, kini nasib para prajurit dan keluarganya berada ditangan kalian. Jadilah DANYON yg TERHORMAT," pungkasnya.

Artikel ini sudah tayang di grid.id berjudul: Kabar Pensiun Dininya dari TNI AD Viral dan Timbulkan Asumsi, Mayor Inf Sulaiman Hardiman Akhirnya Angkat Bicara

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved