Jusuf Kalla Blak-blakan soal Kabut Asap, Sindir Negara Tetangga Tak Tahu Terima Kasih
Jusuf Kalla mengatakan Indonesia tidak bermaksud mengirimkan asap, dan masalah itu harus diatasi bersama-sama.
TRIBUN-MEDAN.com - Kebakaran hutan yang terjadi di 6 provinsi di Indonesia beberapa waktu belakangan, menyita perhatian banyak orang. Terutama negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia.
Asap kebakaran menyebrang ke sana, dan mengganggu aktivitas masyarakat di dua negara itu. Perdana Menteri Malaysia bahkan melontarkan kritik terkait penanganan yang dilakukan Indonesia.
Mereka juga mengajukan bantuan untuk menyelesaikan masalah karhutla. Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pendapatnya saat diwawancarai Reporter VOA, Valdya Baraputri
Wawancara ini dilakukan seusai Jusuf Kalla menyampaikan pidato (National Statement) di hadapan Sidang tahunan ke-74, Majelis Umum PBB dari Studio Mini VOA di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.
Dilansir Voaindonesia.com, Jusuf Kalla mengatakan Indonesia tidak bermaksud mengirimkan asap, dan masalah itu harus diatasi bersama-sama.
Baca: Iwan Damanik Tewas Ditikam di Warung Bandrek, Pelaku Sempat Pura-pura Pesan Mi
Baca: Tundukkan Menara Kembar China, Fajar/Rian ke Final Korea Open 2019 Hadapi Takeshi Kamura/Sonoda
“Orang kadang-kadang lupa bahwa, 10-11 bulan justru mendapat oksigen yang baik dari Indonesia tanpa ucapan terima kasih,” serunya dalam wawancara eksklusif dengan VOA, 27 September 2019.
“Jadi apabila ada masalah seperti itu, maka harus bersama-sama kita atasi masalahnya.”
“Dan Indonesia tidak ada maksud berniat menyebabkan negara lain kena. Tapi Indonesia tidak bisa mengontrol udara, mengontrol angin.”
“Bukan hanya Indonesia, Brazil kena. Di California berapa orang meninggal karena kebakaran hutan. Di Australia, di Spanyol, di seluruh dunia. Di mana ada hutan, di situ ada risiko terbakar.
Bantuan tidak perlu kita minta. Karena kalau ingin menikmati climate yang baik, iklim yang baik, ya bekerja bersama, lah.”
Wawancara Khusus VOA Jusuf Kalla
Wapres JK Sampaikan Pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Wakil Presiden Jusuf Kalla, selaku Ketua Delegasi Indonesia dalam sidang Majelis Umum ke-74 PBB, menyampaikan pandangan Indonesia dalam sesi debat umum Jumat pagi waktu New York. Ada lima hal yang disampaikan Wapres, yang mendapat giliran kedua dalam sesi tersebut.
Pertama-tama, kata JK, Indonesia menekankan tentang pentingnya multilateralisme, yang merupakan fondasi berdirinya PBB, yang akan membuat dunia akan semakin stabil, damai dan sejahtera.
Sehubungan dengan itu, lanjutnya, hal penting berikutnya adalah menjaga perdamaian dunia, sebagaimana yang dicita-citakan sewaktu PBB didirikan.
Yang memprihatinkan, “perang dan konflik lama masih banyak yang belum terselesaikan, sementara yang baru terus bermunculan, termasuk di Timur Tengah,” ujar JK.
Ia mengingatkan bahwa perdamaian di Timur Tengah tidak akan terjadi tanpa menyelesaikan masalah Palestina dan Indonesia kembali menegaskan dukungan bagi “solusi dua negara” untuk konflik tersebut.
Terkait dengan itu, JK mengemukakan pentingnya penguatan regionalisme. JK mencontohkan Indonesia yang telah 5 dekade lebih bersama-sama dengan ASEAN terus berupaya memperkuat budaya dialog, kerjasama dan penyelesaian dengan cara damai di Asia Tenggara.
“Namun perdamaian yang dipelihara tidak akan langgeng jika hasil pembangunan global tidak dirasakan,” katanya. Karena itu JK mengingatkan perlunya semua pihak bekerja keras dalam 11 tahun ini untuk mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 2030, serta mempertebal kemitraan global. Terkait Indonesia, angka kemiskinan berhasil diturunkan di bawah 10 persen pada tahun 2018, lebih dari 200 juta warga kini memiliki akses ke Jaminan Kesehatan Nasional serta 18,7 juta anak usia sekolah yang menerima bantuan siswa miskin.
Pada bagian lainnya, JK juga menegaskan tentang pentingnya penghormatan prinsip-prinsip Piagam PBB oleh semua negara tanpa kecuali.
Sebelum menutup pidatonya, Wapres Jusuf Kalla memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan pencalonan Indonesia pada Dewan HAM PBB untuk periode tahun 2020-2022.
Wakil Presiden Jusuf Kalla akan menggelar Resepsi Indonesia di ruang jamuan makan para anggota delegasi di Markas Besar PBB sebagai penutup lawatannya pada Sidang Umum PBB ke-74 di New York, Amerika Serikat.
Ketua Delegasi Indonesia pada Sidang Majelis Umum PBB 2019, Jusuf Kalla bersama rombongan dijadwalkan meninggalkan kota New York untuk kembali ke tanah air, Sabtu 28 September 2019 dengan menggunakan pesawat komersiil dan diperkirakan tiba di Jakarta pada hari Senin, 30 September 2019 dini hari waktu setempat. (VOA)
(cr12/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/reporter-voa-valdya-baraputri-mewawancarai-wapres-ri-jusuf-kalla.jpg)