Sadar Penyu Sisik Seberat 100 kg yang Terjaring Langka,Nelayan Urung Jual, Sudah Ditawar Rp 600 Ribu
Karena tidak mengetahui bahwa penyu ini hewan yang dilindungi, Nurdin bersama rekanya Mahmud Siregar lantas membawanya pulang dan sempat ingin menjual
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Sadar Penyu Sisik Seberat 100 kg yang Terjaring Langka,Nelayan Urung Jual, Sudah Ditawar Rp 600 Ribu
TRIBUN-MEDAN.com-Sadar Penyu Sisik Seberat 100 kg yang Terjaring Langka,Nelayan Urung Jual, Sudah Ditawar Rp 600 Ribu.
Seekor Penyu Sisik (Eretmochelys Imbricata) dengan berat sekitar 100 kilogram berhasil dilepaskan di Perairan Pantai Desa Tapian Nauli I, Kota Sibolga Sumut, pada Minggu (1/9/2019) kemarin.
Sebelumya, hewan langka itu terjaring dua orang nelayan dan sempat ingin dijual seharga Rp 600 ribu.
Nelayan yang menemukan penyu, Nurdin Simatupang mengaku tak sengaja menjaring penyu raksasa saat mencari ikan di Pulau Poncan Gadang, Kota Sibolga, pada Minggu (1/9/2019) pukul 06.00 WIB pagi.
Karena tidak mengetahui bahwa penyu ini hewan yang dilindungi, Nurdin bersama rekanya Mahmud Siregar lantas membawanya pulang dan sempat ingin menjualnya.
Beruntung informasi itu diketahui, salah seorang anggota, Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab), yang kemudian berkoordinasi dengan pihak keamanan, lalu meminta Nurdin untuk tidak menjual penyu itu.
"Sudah sempat ada yang menawar seharga Rp 600 ribu. Tapi kami ditelepon kalau Penyu itu dilindungi, jadi kami batalkan menjual," kata Nurdin.
Nurdin mengaku baru pertama kali mendapatakan penyu di Perairan Pulau Poncan Gadang, dirinya juga tak menyangka bisa mendapatkan penyu langkah sebesar itu.
Baca: Kisah Heroik Legenda Persipura Jayapura Selamatkan SPBU dari Kebrutalan Massa, Pakai Baju Pegunungan
Baca: Sedang Hamil, BBKSDA Tunda Pelepasan Tapir yang Terjebak di Kolam Lumpur di Desa Bandar Selamat
Baca: Info Intelijen, Jaringan Internasional Terlibat Aksi Rusuh Papua
“Baru kali ini kami dapat Penyu dan memang di perairan Poncan itu jarang terlihat Penyu," ujar Nurdin.
Sementara itu, Co Koordinator Komantab, Damai Mendrofa mengatakan keberadaan penyu langka itu diketahui setelah salah seorang warga melapor kepada anggota Komantab sambil menunjukkan video dan foto kedua nelayan membawa penyu tersebut.
Begitu mendapatkan informasi, Tim Komantab bersama Polisi dan TNI AL, kemudian melakukan penelusuran.
"Akhirnya kita ketemu kedua nelayan itu. Penyunya saat itu sempat berada di atas becak. Sudah sempat ditawar seseorang Rp 600 Ribu,’’ kata Damai.
Baca: Ruben Onsu Masukkan Betrand Peto ke Sanggar Ananda dan Belajar Akting, Ini Alasannya
Baca: Kasat Reskrim Polrestabes Medan Berjanji dan Minta Waktu Tangkap Begal Loper Koran: Mohon Doanya
Baca: PAPUA TERKINI, Setelah Kantor Gubernur Papua Dijarah, Ini 6 Imbauan Lukas Enembe, Polri Larang 5 Hal
Setelah diberi penjelasan, dua nelayan yang sebelumnya tidak paham, jadi sadar dan memilih melepaskan hewan langka tersebut, tepat pukul 14.30 WIB di Perairan Pantai Desa Tapian Nauli I.
Pelepasan didampingi Babhinkamtibmas Kota Beringin Hadi Sitanggang dan Danposmat Gunung Kecamatan Tapian Nauli, Lambok Marbun.
Baca: GEMPA HARI INI-Gempa Bumi 5 SR Guncang Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera
Baca: VIRAL Pernikahan Batal setelah Terbongkarnya Penyamaran Calon Pengantin Pria yang Ternyata Wanita
“Penyu diturunkan dari karung dengan diangkat 6 orang. Karung dan tali yang mengikat penyu diputus dan digiring menuju Laut. Dengan cepat, Penyu itu berenang dan kembali ke habitatnya,’’ ujar Damai.
Dengan peristiwa ini, Damai berharap pemerintah segera turun melakukan langkah preventif agar kejadiaan serupa tidak terulang.
Menurutnya wilayah pesisir kabupaten bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah saja, namun juga tanggungjawab Dinas Kelautan dan Perikanan (DPK) Sumut serta Balai Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut.
“Kita minta baik itu BBKSDA dan DKP Sumut, kemudian dibantu pemerintah setempat tingkatkan langkah preventif apakah sosialiasi atau pendampingan," sebut Damai.
"Jangan kemudian tunggu ditangkap baru ditindak, sementara sosilisasi jarang dilakukan, ini kan yang kita sesalkan,” sambungnya.
Baca: Remaja Putri 16 Tahun Diperkosa Kekasih dan 5 Teman Pria, Bunuh Diri karena Waswas Video Tersebar
Baca: Suami Pasang CCTV di Rumah, Tak Menyangka Istri Lakukan Hal Ini hingga Berikan Pengakuan Ini
Masih kata Damai, ketidaktahuan masyrakat ini membahayakan keberadaan hewan langkah tersebut. Komanntab bukan sekali dua kali menemukan kasus serupa. Mirisnya, upaya pemerintah masih terlalu minim melindungi habitat penyu.
“ini sudah masuk bulan bertelur hingga sampai ke awal tahun baru nanti. Kita akan lebih sering menemukan penyu naik ke darat di pantai di Tapteng," urainya.
"Kalau masyarakat tahunya nangkap dan dijual, ya habislah penyu-penyu ini semua,” pungkas Damai.
(mak/tribun-medan com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/prosesi-pelepasan-penyu-sisik.jpg)