Awang Meninggal setelah Diserang 200 Ekor Lebah, Sempat Dirawat 4 Hari di Rumah Sakit karena Kritis

Baru-baru ini, seorang lelaki tua tewas setelah diserang lebih dari 200 ekor lebah saat membersihkan kebunnya.

TRIBUN MEDAN/ Reporter & The Star
Awang Meninggal setelah Diserang 200 Ekor Lebah, Sempat Dirawat 4 Hari di Rumah Sakit karena Kritis. 

Awang Meninggal setelah Diserang 200 Ekor Lebah, Sempat Dirawat 4 Hari di Rumah Sakit karena Kritis

TRIBUN-MEDAN.com - Awang Meninggal setelah Diserang 200 Ekor Lebah, Sempat Dirawat 4 Hari di Rumah Sakit karena Kritis.

Saat mengerjakan sesuatu, kita sebaiknya tetap berhati-hati. Karena kita tidak tahu, ada kemungkinan bahaya menyerang.

Baru-baru ini, seorang lelaki tua tewas setelah diserang lebih dari 200 ekor lebah saat membersihkan kebunnya.

Pria itu adalah Mohd Ghazali Awang berusia 67 tahun.

Dia dinyatakan meninggal di Rumah Sakit Kuala Krai (HKK) setelah empat hari berjuang untuk hidup.

Menurut putra korban, Mohd Firdaus Mohd Ghazali berusia 21 tahun, ayahnya itu pergi ke taman bersama dua saudara lelakinya.

Pria itu dan saudaranya yang lain menggunakan kendaraan terpisah untuk membersihkan kebun.

Namun, korban menuruni bukit untuk membersihkan semak-semak.

Dan tiba-tiba sekelompok lebah datang, membuat korban jatuh.

Korban melompat dari escavator dan merangkak ke atas bukit untuk sampai ke mobil.

Korban memanggil putranya, bernama Mohd Ikhwan berusia 33 tahun, yang tidak jauh dari daerah itu.

Mereka melarikan ayahnya Rumah Sakit Gua Musang dan.

Dan dari hasil pemeriksaan, ditemukan sebanyak 24 luka sengat di kepalanya. Sedang di bagian tubuh lain, ada lebih dari 200 luka tusuk.

Kondisi korban sangat kritis dan dia dirawat di rumah sakit selama empat hari sebelum dinyatakan meninggal setelah dirujuk ke rumah sakit lain, pada Kamis (24/8/2019) pada jam 12:45 siang.

Jenazahnya dimakamkan pada Minggu (1/9/2019) pukul 8 malam tadi.

Setelah Bunuh Kerbau, Pemburu Tewas Diserang Pejantan yang Balas Dendam

Kabar meninggalnya seorang pemburu piala Afrika Selatan, Claude Kleynhans, justru membuat orang-orang senang.

Pria berusia 54 tahun itu meninggal dalam sebuah kejadian tragis saat seekor kerbau jantan besar mengejarnya.

Kleynhans yang juga seorang mantan perwira polisi hobi berburu hewan untuk mendapatkan trofi dikabarkan meninggal oleh serangan kawanan hewan yang baru saja ia bunuh.

Ia meninggalkan tiga anak, yaitu Marina, Jolene, dan Alec.

Kleynhans, yang merupakan pemilik Guwela Hunting Safari adalah seorang pemburu terbaik yang diakui di negara tersebut.

viralsection.com
viralsection.com

Namun secara tragis ia meninggal seketika setelah diserang seekor kerbau.

Diduga hewan itu menyerang Kleynhans karena marah kawanannya diserang.

Melansir dari viralsection.com (6/6/2018), saat diwawancara di peternakan mereka di Agatha, istri Kleynhans, Corina van der Merwe mengatakan, suaminya menembak mati seekor kerbau yang diincarnya.

Namun, saat akan mengangkat jasad kerbau ke atas jip mereka, ada kawanan kerbau marah dan menyerang Kleynhan.

viralsection.com
viralsection.com

Ternyata, bukan cuma kawan kerbau yang dibunuh Kleynhan saja yang marah.

Banyak netizen pengguna media sosial yang juga mengecam aksi Kleynhan.

Bukan rasa duka cita yang mereka sampaikan atas kepergian Kleynhan.

Beberapa orang justru mengomentari laman Facebook Kleynhan dan mengatakan dia layak mendapatkan serangan itu.

Mereka ingin melindungi hak hidup hewan dan menganggap perburuan adalah perbuatan kejam.

viralsection.com
viralsection.com

Tak lama setelah kabar meninggalnya Kleynhan beredar, laman Facebook ' Justice for Cecil the Lion' atau keadilan bagi Singa Cecil yang mati diburu juga membuat postingan artikel tentang kematian Kleynhan.

Dalam postingan tersebut, disertakan caption, "hewan-hewan itu melawan, tidak ada rasa simpati di sini."

Banyak netizen mengatakan jika yang terjadi pada Kleynhan mungkin adalah karmanya.

(cr12/tribun-medan.com)

Artikel ini sudah terbit di thereporter dengan judul Warga emas maut disengat lebih 200 ekor tebuan ketika membersihkan kebun

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved