Rapat Deadlock, Direktur RS Martha Friska Tak Bisa Pastikan Pembayaran Gaji Karyawan

Aksi tersebut merupakan bentuk protes karyawan dari berbagai divisi lantaran gaji tidak kunjung diterima selama dua bulan lebih.

TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Rapat Deadlock, Direktur RS Martha Friska Tak Bisa Pastikan Pembayaran Gaji Karyawan. Puluhan karyawan melakukan aksi mogok kerja di depan RS Martha Friska, Senin (26/8/2019). 

Mereka (pihak RS) masih dalam pengupayaan dalam satu minggu ini," ujarnya, Senin (26/8/2019).

Sementara itu, lanjut Anton dari unsur pekerja ingin tanggal pastinya.

Tapi dari pemilik tidak bisa memastikan hanya bisa menjanjikan.

"Jadi untuk sementara pertemuan ditunda, dilanjutkan mungkin besok.

Pekerja bersikeras akan terus melakukan aksi.

Kami akan mengeluarkan nota," ungkapnya.

Terkait pertemuan dengan pihak manajemen, salah seorang karyawan bagian Farmasi, yang mewakilkan karyawan lain, Taufik Hidayat (41), mengatakan, di mana menuntut hak kerja.

"Sudah hampir dua tahun, gaji nyendat-nyendat mungkin ini puncaknya.

Tiga bulan kerja baru digaji setengahnya artinya dua bulan setengah belum dikeluarkan," ujarnya.

Saat tadi rapat dengan pihak direktur, Disnaker, sambung Taufik namun belum ada titik terangnya.

"Mereka (manajemen) gak bisa mastikan gaji gak bisa keluar cuma ngasih uang Rp 500.

Dari UMK 2,8 juta. Itu 2,8 udah bersih gak ada uang lembur dan sebagainya.

Ya kami gak masalah. Tidak ada kejelasan dari owner aksi kami ya lanjut. Ini seluruh karyawan," ungkapnya.

Saat disinggung alasan dari pihak manajemen dalam pertemuan tersebut, Taufik mengatakan bahwa kalau kendala mereka mengatakan tetap kendala di keuangan.

Direktur berharap dari BPJS.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved