Mahasiswa Teknik USU Ciptakan Kursi Roda yang Dapat Dikendalikan dengan Posisi Tubuh
“Hal ini memungkinkan karena denngan penggunaan load sensor yang diletakkan pada alas duduk kursi roda,” terangnya.
Penulis: Ayu Prasandi |
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU) berhasil melakukan inovasi dengan menciptakan rancangan kursi roda yang mampu mengendalikan posisi tubuh untuk pasien lumpuh.
Karya Awaludin Rizki Samosir, Aldafa Ayubi, dan Alfi Aulia Ramadhan tersebut bahkan terpilih untuk mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) di Universitas Udayana Bali.
Ketua tim, Awaludin Rizki Samosir, kepada Tribun, mengatakan, yang melatarbelakangi inovasi tersebut karena melihat kursi roda di rumah sakit masih menggunakan sistem yang manual.
“Bagi penderita kelumpuhan total atau penderita sakit saraf, menggunakan kursi roda dengan sistem yang manual tentunya tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada yang membantu karena yang menggunakan tenaga untuk menggerakan kursi roda tersebut,” ujarnya, Minggu (18/8/2019).
Melihat hal tersebut, kemudian ketiga mahasiswa jurusan Elektro ini melakukan inovasi dengan merancang kursi roda yang dapat dikendalikan hanya dengan menggunakan posisi badan.

“Hal ini memungkinkan karena denngan penggunaan load sensor yang diletakkan pada alas duduk kursi roda,” terangnya.
Ia menuturkan, dengan kursi roda tersebut, penderita kelumpuhan tidak lagi membutuhkan bantuan orang lain atau tangan untuk menggerakan kursi roda kursi, cukup dengan gerakan tubuh saja.
“Kemudian juga dengan penggunaan kursi roda ini dapat mengurangi ketergantungan para disabilitas terhadap orang lain dan jenis pengendali pada kursi roda ini merupakan yg pertama kali di Indonesia,” tuturnya.
Ia menjelaskan, kursi roda tersebut juga bisa dimiliki oleh siapapun karena harga produksinya jauh lebih murah dibanding kursi roda elektrik jenis lainnya yang telah ada dipasaran.
“Ide rancangan kursi roda ini juga terinspirasi dari nenek saya yang mengalami penyakit syaraf kejepit pada kakinya sehingga tidak lagi bisa berjalan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, ketiganya membutuhkan waktu kurang lebih lima bulan untuk melakukan penelitian sampai akhirnya tercipta rancangan kursi roda yang memudahkan penderita lumpuh atau penderita penyakit saraf.
“Kesulitan selama penelitian yaitu mencari alogaritma yang tepat agar kursi roda bergerak lebih responsif,” ungkapnya.
(pra/tribun-medan. com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/awaludin-rizki-samosir-aldafa-ayubi-dan-alfi-aulia-ramadhan.jpg)