Komunitas Food Truck Sedekah dan Komunitas 1000 Dhuafa Sumbangkan Makanan Setiap Minggu

Ia mengatakan berbagi itu harus muncul dari diri sendiri, dan itu bisa di lakukan dengan menumbuhkan sikap positif dalam diri.

TRIBUN MEDAN/HO
Agenda rutin dari dua komunitas, yakni komunitas Food Truck Sedekah dan Komunitas 1000 Dhuafa yang memanfaatkan transportasi untuk berbagi makanan secara konsisten setiap minggunya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Berbagi bukan hanya soal materi, namun konsistensi.

Demikianlah pedoman dua komunitas yang rutin tiap minggunya dari tempat ke tempat berbegi rezeki kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sama-sama dibentuk tahun 2018, komunitas Food Truck Sedekah dan Komunitas 1000 Dhuafa manfaatkan mobil sebagai wadah untuk menyalurkan makanan secara konsisten setiap minggu.

Founder komunitas 1000 Dhuafa, Cici mengatakan sesungguhnya berbagi adalah kebutuhan setiap individu.

"Berbagi itu penting, alasannya karena manusia terlahir sebagai makhluk sosial, artinya manusia di ciptakan untuk hidup bersama, saling membantu dan berkegantungan. Saat kita berbagi dengan sesama, dan keberadaan kita bisa saja menjadi berkah untuk orang lain. Hal itu menimbulkan kebahagiaan yang luar biasa dalam hidup kita, saat kita bisa berguna bagi org lain, jadi berbagi itu sebenarnya kebutuhan setiap manusia," katanya, Minggu (18/8/2019).

Saat ditanya siapa yang pantas mendapat bantuan? Ia mengatakan bantuan bisa diberikan kepada siapa saja dan dimana saja, tanpa melihat status ataupun umur.

"Bagi saya bantuan sebenarnya pada dasarnya diberikan kepada orang terdekat terlebih dahulu. Akan tetapi jika yang terdekat sudah merasa tercukupi maka bantuan yang di berikan di sini dalam pengertian yg lebih luas yaitu masyarakat, seperti kaum dhuafa, fakir miskin dan anak yatim dan lainnya," tuturnya

Bagi Cici siapapun bisa berbagi, Ia menegaskan tidak harus kaya dulu baru bisa berbagi, bahkan dalam keadaan kekurangan pun sesungguhnya bisa berbagi.

Misalnya seperti cara komunitas mereka lakukan, yakni mengumpulkan sebagian pendapatan dari beberapa orang, dan menggunakannya untuk orang yang membutuhkan.

Banyaknya kehadiran komunitas sosial saat ini kata Cici malah menimbulkan kebahagiaan tersendiri, karena ternyata masih banyak yg peduli terhadap sesama yang membutuhkan, sehingga semakin banyak yang terbantu.

"Kalau untuk posisi kami, buat kami itu tidak penting dimana posisi kami keberadaannya, yang terpenting adalah semakin banyak yang bisa kita bantu dan terbantu dengan adanya kami, kami sudah cukup bahagia melihat senyum para dhuafa, fakir miskin dan anak yatim walau bantuan yg kami berikan hanya sepiring nasi," katanya.

Bagi cici peran anak muda, sangat lah penting, karena anak muda adalah generasi penerus masa depan, jika mental anak muda saat ini sudah mempunyai rasa empati yang besar kata Cici untuk sesama maka negara ini akan menjadi negara yg damai, bahagia serta sentosa.

Ia mengatakan berbagi itu harus muncul dari diri sendiri, dan itu bisa di lakukan dengan menumbuhkan sikap positif dalam diri.

"Selain itu sikap empati kita menjadi kuncinya, jika kita mampu merasakan penderitaan org lain, dan bisa merasakan posisi kita jika ada di posisi mereka," katanya.

Tidak muluk-muluk Cici bersama rekan-rekannya berharap dapat menambah jumlah porsi makanan, saat ini Cici mengaku bisa memberi 100 porsi, makan setiap minggunya.

"Harapan kami bisa memberi lebih. Dan bukan hanya di lakukan di satu titik lokasi tetapi di beberapa titik lokasi lain. Dalam waktu yang sama. Harapan kedepannya gak muluk muluk, semoga Allah tetap memberikan barokahnya agar komunitas 1000 dhuafa ini tetap konsisten, tetap berjalan, tetap bisa berbagi, walau yang kami bagi hanya dengan seporsi nasi. Buat kami, kebahagiaan kami adalah bukan karena melakukan kebaikan. Akan tetapi bahagia bisa diberikan kesempatan oleh Allah utk berbuat baik, itu saja," pungkas Cici.

Mewujudkan Rasa Syukur

Demikian pula dengan Food Truck Sedekah, komunitas yang dibentuk pada 22 juni 2018 ini bergerak atas dasar global hunger indeks.

Founder Komunitas, Laras mengatakan Indonesia kini mencapai titik yang serius, sehingga perlu adanya penyelamat makanan.

Jika komuniyas 1000 Dhuafa menbagikan makanan kepada masyarakat membutuhkan, Food Truck Sedekah berperan sebagai penyelamat makanan, sebab selain rutin membagikan makanan mereka juga menyalurkan makanan dari suatu perayaan ke masyarakat yang membutuhkan.

Ketua Komunitas, Debbie mengatakan bahwa berbagi adalah mewujudkan rasa syukur, karena memberikan rasa kebahagiaan kepada si pemberi maupun si penerima.

Ia sendiri berpendapat bahwa siapapun dapat memberi apalagi jika rezeki yang dimiliki berlebih.

"Bantuan itu juga bukan melulu soal barang, uang yang ada wujudnya, tapi bantuan itu bisa aja seperti edukasi, memberi semangat, dan apapun itu, jadi siapapun pantas mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan," katanya.

Ia menjelaskan Food Truck Sedekah bergerak di penyelamatan makanan yang berlebih, serta penyaluran makanan ke masyarakat yang membutuhkan, juga wadah meniadakan kesenjangan pangan dengan konsep bersedekah.

"Setau saja di Medan ini baru Food Truck Sedekah yang memiliki konsep menyelamatkan dan menyalurkan makanan berlebih, jadi harapannya semakin banyak anak muda yang peduli berbagi sekaligus peduli lingkungan," katanya

Konsep berbagi tanpa pamrih dan bekelanjutan merupakan konsep yang terbaik bagi Debbie.

"Jangan berbagi pas ada momen saja, dan sebenarnya kemauan berbagi itu mulanya berasal dari diri sendiri," katanya.

Bicara target, Food Truck Sedekah ingin agar adanya kesadaran berbagi dan tiada lagi kesenjangan pangan.

"Harapannya komunitas ini tetap berkelanjutan, targetnya semakin banyak, intinya kita berharap semakin banyak makanan yang dapat diselamatkan dan semakin banyak yang merasakan manfaatnya," katanya

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved