Punya Tubuh Menjulang Paskibraka Asal Sumut Arya Juna Fathan Pengin jadi Danpok 8 atau Pembentang

Rasanya seperti mimpi, karena gak pernah terbayang sebelumnya bisa terpilih menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional 2019

Penulis: Ayu Prasandi |
TRIBUN MEDAN/Ayu Prasandi
Punya Tubuh Menjulang Paskibraka Asal Sumut Arya Juna Fathan Pengin jadi Danpok 8 atau Pembentang. Arya Juna Fathan (tengah), siswa SMAN 1 Medan yang terpilih mewakili Sumut menjadi anggota paskibraka nasional, bersama Kepala Sekolah SMAN 1 Medan, Suhairi Saiman (kanan) sebelum berangkat ke Jakarta. 

Punya Tubuh Menjulang Paskibraka Asal Sumut Arya Juna Fathan Pengin jadi Danpok 8 atau Pembentang

TRIBUN-MEDAN.com-Punya Tubuh Menjulang Paskibraka Asal Sumut Arya Juna Fathan Pengin jadi Danpok 8 atau Pembentang.

Terpilih mewakili Sumatera Utara (Sumut) menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2019 di tingkat nasional merupakan hal yang tak pernah terpikirkan oleh Arya Juna Fathan.

Siswa kelas XI SMAN 1 Medan ini mengaku, sebelumnya sempat tidak percaya ketika diumumkan terpilih mewakili Sumut untuk mengibarkan Bendera Merah Putih di Istana Negara pada 17 Agustus mendatang.

“Rasanya seperti mimpi, karena gak pernah terbayang sebelumnya bisa terpilih menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional 2019,” ujar siswa kelahiran 7 Desember 2002 tersebut.

Agar bisa mengharumkan nama Sumut dan sekolahnya, iapun sempat bertanya kepada kedua seniornya yaitu Fadli Ichsan Siregar dan Lucas Alexeindre Siburian yang sudah terlebih dahulu membanggakan nama Sumut dan sekolah.

“Saya adalah siswa ketiga dari SMAN 1 Medan yang terpilih sebagai anggota paskibraka. Sebelumnya ada Faldy Ichsan Siregar yang terpilih di tahun 2017 dan Lucas Alexeindre Siburian yang terpilih di tahun 2018,” jelasnya.

Ia mengaku, dari dua seniornya tersebut mendapatkan cukup banyak hal tentang paskibraka nasional dan apa saja yang perlu dipersiapkan selama mengikuti pelatihan paskibraka nasional 2019.

Baca: Detik-detik Jambret Diamuk Massa setelah Kedapatan Ambil Ponsel Seorang Wanita

Baca: Beda Harga Oppo K3 dan Realme X, Bandingkan Spesifikasi dan Keunggulan 2 Handphone Terbaru, Fiturnya

Baca: Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Buat Laporan Pengeroyokan Dirinya ke Polrestabes, Bawa Nama Pelaku

“Saya sudah sering bertanya ke dua senior saya itu tentang paskibraka nasional dan keduanya tidak pelit ilmu dan cukup banyak memberikan masukan kepada saya,” terangnya.

Lewat bekal dari seniornya tersebut, Arya merasa percaya diri untuk mengikuti berbagai tes dan pelatihan yang akan dijalaninnya selama di asrama paskibraka nasional 2019.

Baca: Untaian 3 Kasus Turis Mancanegara Melakoni Pelecehan di Tempat Suci di Bali, Langgar Larangan

Baca: Ferdinand Hutahaean: Demokrat Bulat Perkuat Rezim Jokowi-Ma’ruf, Diputus 40 Hari Ibu Ani Tutup Usia

Baca: BREAKING NEWS: Driver Ojol Geruduk Kantor Gojek di CBD Polonia, Polisi Lakukan Penjagaan Ketat

“Saya tidak memiliki target yang muluk-muluk untuk di paskibraka nasional 2019 ini, karena sudah terpilih saja menurut saya sudah merupakan hal yang luar biasa,” ungkapnya.

Akan tetapi jika diberikan pilihan, ia berkeinginan untuk bisa terpilih sebagai Komandan Kelompok (Danpok) 8 atau pembentang.

“Saya, perwakilan dari Bangka Belitung dan perwakilan dari Maluku memiliki tinggi 181 cm. Jadi, kalau menurut saya, kami ini bakal ditempatkan di penjuru. Sebab, dia pleton atau tim kami, kami yang paling tinggi. Sehingga tidak mungkin kami dibariskan di tengah-tengah,” tuturnya.

Terpilih sebagai salah satu paskibraka nasional 2019 juga menjadi ajang pembuktian kepada kedua orangtuanya jika ia mampu dan bisa menjadi seorang paskibraka.

“Saya mau menunjukkan ke orangtua bahwa saya bisa menjadi paskibraka nasional dan bisa meraih posisi terbaik dengan cara bersaing yang sehat tanpa harus menjatuhkan,” katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved