Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Buat Laporan Pengeroyokan Dirinya ke Polrestabes, Bawa Nama Pelaku

Meski bekas luka pada pelipis matanya masih terlihat, orang nomor satu di Polsek Patumbak ini mendatangi Polrestabes Medan.

TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Buat Laporan Pengeroyokan Dirinya ke Polrestabes, Bawa Nama Pelaku. Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar bersama anggotanya saat membuat laporan di Mapolrestabes Medan, Selasa (13/8/2019). 

Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Buat Laporan Pengeroyokan Dirinya ke Polrestabes, Bawa Nama Pelaku

TRIBUN-MEDAN.com- Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Buat Laporan Pengeroyokan Dirinya ke Polrestabes, Bawa Nama Pelaku.

MEDAN-Kapolsek Patumbak, Ajun Komisaris Polisi Ginanjar Fitriadi, sudah kembali beraktivitas seperti sediakala.

Meski bekas luka pada pelipis matanya masih terlihat, orang nomor satu di Polsek Patumbak ini mendatangi Polrestabes Medan.

Kedatangan Kapolsek beserta anggota yakni membuat laporan resmi terkait kejadian yang dialaminya bersama anggotanya.

Sebelumnya, AKP Ginanjar Fitriadi dikeroyok dan dianiaya saat penggerebekan kampung narkoba (GKN) di Marindal I, Kecamatan Patumbak pada Kamis (8/8/2019) lalu.

Pasca pengeroyokan bandar narkoba, AKP Ginanjar pun mengalami luka di bagian wajah dan dirawat di RS Asia Columbia.

Baca: BREAKING NEWS: Driver Ojol Geruduk Kantor Gojek di CBD Polonia, Polisi Lakukan Penjagaan Ketat

Baca: AKHIRNYA Terkuak, SPG Yuniwati Dibunuh di Kamar Hotel, Pelaku Tak Terima Dibilang Tak Memuaskan

Baca: Andre Sitepu Siapkan Mental Terima Teror Suporter Persiraja Aceh, Optimistis Curi Poin

Tidak hanya Ginanjar, seorang anggotanya juga terlihat masih dalam kondisi penyembuhan karena mengalami luka goresan di dekat hidungnya.

Saat ditanya kedatangan polisi berpangkat balok tiga emas ini mengatakan bahwa dirinya membuat laporan resmi.

Baca: Sepak Terjang KKB Lekagak Telenggen yang Jebak Briptu Heidar, Paling Berbahaya di Segitiga Hitam

Baca: Minum Soda Setiap Hari, Pria ini Alami Diabetes Akut dan Akhirnya Meninggal

Baca: Hanyut Dua Hari di Aliran Sungai Belawan Dirga Ditemukan Meninggal

"Jadi pada hari ini kami buat laporan akan terjadinya pengeroyokan saat grebek kampung narkoba," ujarnya, Selasa (13/8/2019).

Untuk kondisi, sambung Ginanjar, sudah mulai penyembuhan.

"Sudah mulai penyembuhan. Kemarin juga sudah perawatan. Sudah agak pulih. Begitu juga dengan anggota Maka hari ini kita buat laporan," ungkapnya.

Baca: Harga Ponsel Lebih Murah, Pemerintah Akan Blokir IMEI Handphone Ilegal Smartphone Black Market (BM)

Baca: Nurhayati dan Yeni Remaja Asal Tebingtinggi Hilang 4 Hari, Keluarga Panik, Sempat Terlacak di Medan

Lebih lanjut dijelaskan Ginanjar terkait pelaki pengeroyokan yang dialaminya bersama anggotanya, dirinya sudah mengantongi beberapa nama.

"Untuk pelaku, sudah beberapa yang terindentifikasi. Ada beberapa nama yang kita dapatkan dan kami masih lakukan pengejaran," jelasnya.

Terkait penggerebekan kampung narkoba tersebut, petugas kepolisian sebelumnya telah mengamankan pelaku utama.

Baca: Riko Simanjuntak dan Valentino Duet Lagu Batak Boru Panggoaran, Disukai Puluhan Ribu Warganet. .

Baca: Impor Solar Indonesia Turun 45 Persen, Pemerintah Optimistis Biodiesel Jenis B30 Segera Diluncurkan

Namun saat pengembangan, sesuai informasi yang dihimpun, pelaku mencoba melarikan diri dan melawan petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur.

Sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan hari ini Senin (12/8/2019) kemarin, Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar sudah mulai beraktifitas.

"Sampai dengan hari ini kami masih melakukan penyelidikan kasus penganiayaan terhadap anggota kita. Sebagian pelaku pengeroyokan dan penganiayaan sudah teridentifikasi. Kita minta segera pelaku lainnya menyerahkan diri," ujarnya.

Lebih lanjut dikata Dadang, untuk beberapa pelaku sudah diamankan.

Untuk pelaku yang diamankan dari lokasi kejadian lebih ditekankan pada kasus keterlibatan narkotika.

"Ada beberapa pelaku dari TKP kami amankan. Tapi pelaku itu bukan kasus penganiayaan terhadap anggota (AKP Ginanjar) melainkan kita fokuskan keterlibatannya dengan kasus narkotikanya," ungkap Dadang.

Terkait peredaran narkoba, Polrestabes Medan terus melakukan pemberantasan peredaran narkotika di wilayah hukumnya.

"Dari awal memang kami sudah komit dengan masalah narkotika ini. Medan ini akan benar-benar kita bersihkan dari peradaran narkotika," pungkasnya.

Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Dikeroyok saat Gerebek Bandar Narkoba, Tersangka  Akhirnya Tewas 

Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar dikeroyok bandar narkoba, hingga alami luka-luka dan terpaksa harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit, Kamis (8/8/2019) sore.

Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo menjelaskan bahwa sebelum penganiayaan terjadi, pada Selasa (6/8/2019) Polsek Patumbak mendapat info dan pengaduan soal maraknya peredaran narkoba di Jalan Karya Marindal I Gang Rukun.

Baca: Akhir Pelarian Pembunuh SPG Mobil, Dipacari, Bertengkar lalu Dibunuh, Bagus Dibekuk di Rumah Istri

Baca: 5 Fakta Wanita Muda Tewas Diduga OD di Diskotek, Oknum TNI Korban, CF Pernah Digerebek Polda Sumut

Kapolsek Patumpak AKP Ginanjar luka di kening
Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar Dikeroyok saat Gerebek Bandar Narkoba, Tersangka Akhirnya Tewas. Kapolsek Patumpak AKP Ginanjar luka di kening (HO)

Baca: Bergaji Rp 15 Ribu Per Hari, Aria jadi Pelayan setelah Pulang Sekolah untuk Hidupi Ayah dan Adiknya

Baca: Prananda Prabowo (Nanan) si Pendiam Penerus Tahta Politik PDI-P, Terima Tongkat Estafet 2024

Mendapat adanya laporan masyarakat, polisi kemudian melakukan penyelidikan pada Kamis (8/8/2019) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar dan Kanit Reskrim Iptu Budiman Simanjuntak beserta jajaran melakukan gerebek kampung narkoba (GKN) di wilayah yang dimaksud (Jalan Karya Marindal I).

Dalam GKN itu, polisi berhasil mengamankan 3 pengedar narkoba, di antaranya berinisial U (49), K (30) dan S (29).

Dari tangan tersangka berinisial U petugas menyita barang bukti 2 plastik kecil berisi sabu, kaleng bekas rokok berisi ratusan plastik klip berukuran sedan dan kecil serta uang sebesar Rp 150 ribu hasil dari menjual barang haram tersebut.

Baca: Adik Bongkar Kelakuan Selebgram yang Unggah Foto Berpetualang, Padahal cuma di Halaman Belakang

Sedangkan dari tersangka berinisial K, diamankan 2 paket kecil sabu, belasan plastik klip berukuran sedang dan kecil dan uang sebesar Rp 200 ribu hasil penjualan narkoba.

Terakhir, dari tersangka berinisial S (29) diamankan barang bukti 1 plastik berukuran sedang berisi sabu dan 15 plastik kecil berukuran kecil.

Baca: 5 Fakta Wanita Muda Tewas Diduga OD di Diskotek, Oknum TNI Korban, CF Pernah Digerebek Polda Sumut

Setelah diamankan, ketiga tersangka diinterogasi oleh petugas dan didapatkan nama bandar besarnya.

"Mereka (ketiga tersangka) mengaku bahwa sabu yang dijual berasal dari bandar berinisial A," kata Raphael, Sabtu (10/8/2019).

Mendapat informasi itu, Ginanjar beserta anggota lantas melakukan pengembangan dan mencari rumah bandar besar berinisial A dikediamannya Jalan Marindal I Pasar IV Gang Keluarga, Kecamatan Patumbak.

Polisi melihat tersangka A sedang duduk di depan rumah, seperti menunggu pembeli sabu datang.

Mengetahui petugas akan melakukan penyergapan, tersangka A berusaha melarikan diri dengan cara kabur menuju jalan besar.

Petugas yang tidak ingin buruannya kabur begitu saja, kemudian melakukan pengejaran terhadap tersangka.

Sesampainya di jalan besar, ternyata tersangka tidak sendirian.

Ia dan sekitar 20 orang rekannya lantas melakukan pengeroyokan terhadap AKP Ginanjar dan anggota Polsek Patumbak menggunakan senjata tajam.

"Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar alami luka di wajah tepatnya pipi kiri dibawah mata dan lengannya. Kemudian dilarikan oleh anggotanya ke RS Colombia guna mendapatkan perawatan medis," sebut Raphael.

Usut punya usut, ternyata tersangka berinisial S merupakan adik kandung dari bandar besar A.

Satres Narkoba dan Tim Pegasus Polrestabes Medan yang mendapat informasi Kapolsek Patumbak dianiaya bandar narkoba, langsung melakukan pengejaran dan menyeser di seputaran rumah tersangka

Tak butuh waktu lama, tersangka A akhirnya berhasil dibekuk saat berusaha bersembunyi di kamar mandi milik salah seorang warga.

Petugas menemukan barang bukti 5 plastik klip berukuran sedang berisi sabu, 5 plastik klip berukuran kecil berisi sabu, timbangan elektrik ratusan plastik dan uang Rp 300 ribu hasil penjualan narkoba.

Tersangka kemudian dibawa untuk dilakukan pengembangan mencari barang bukti lainnya.

Setibanya di Jalan Marindal belakang Pabrik Alumex, tersangka melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri.

"Kita sudah memberikan beberapa kali tembakan peringatan ke udara namun tidak diindahkan.

Petugas akhirnya terpaksa melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak tersangka," beber Raphael.

Bukannya menyerahkan diri, tersangka yang sudah dalam posisi terluka justru melompat ke parit

Tersangka yang sudah tak berdaya kemudian dibawa polisi ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan perawatan.

Setelah beberapa jam dirawat tersangka akhirnya tewas

"Tersangka A sudah lama jadi target operasi.

Dia ini lihai, karena dalam seminggu ia bisa menjual setengah sampai satu kilogram sabu," urainya.

Siaran Langsung Link Live Streaming Borneo FC vs PSM Makassar Pukul 15.30 WIB, Cek Link Live di Sini

Idul Adha, Takut Santap Daging? Simak Manfaat 15 Buah Penurun Kolesterol: Alpukat, Anggur, Berry . .

"Pokoknya, kita tidak akan berhenti disini, kita masih melakukan pengembangan untuk mencari jaringan narkoba dari tersangka," tegas Raphael.

Kapolsek Patumbak AKP Ginanjar yang berulang kali coba dikonfirmasi tidak mengangkat telepon.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Budiman Simanjuntak yang dikonfirmasi membenarkan adanya pengeroyokan yang dialami Kapolsek Patumbak.

"Waktu itu kita lagi GKN. Terus saat tersangka mau diamankan, memang ada perlawanan dan Kapolsek AKP Ginanjar sempat terluka terkena senjata tajam," kata Budiman.

"Tapi saat ini, kondisi Kapolsek AKP Ginanjar sudah enggak apa-apa kok," sambungnya.

Ditanya siapa nama detail dari tersangka A yang telah tewas terkena timah panas, Iptu Budiman enggak menyebutkan secara detail.

"Nanti saja ya tunggu di release," tutup Budiman.

(mft/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved