Munas KAHMI
Buka Munas KAHMI, Presiden Joko Widodo Ungkap Alasan Prof Dr Lafran Pane Jadi Pahlawan Nasional
Musyawarah Nasional ke 10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) resmi di buka oleh Presiden Joko Widodo
Laporan Wartawan Tribun Medan / Ryan Achdiral Juskal
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Musyawarah Nasional ke 10 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) resmi di buka oleh Presiden Joko Widodo di Convention Hall Hotel Santika Dyandra Medan, Jumat (17/11/2017).
Jokowi juga membuka fakta terkait proses penyematan Pahlawan Nasional yang diberikan kepada Pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Prof Dr. Lafran Pane.
Dikatakannya, sebelum memutuskan Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional, Jokowi mendapatkan bisikan dari tokoh nasional yang juga KAHMI yakni, Ir Akbar Tanjung.
Baca: Munas KAHMI di Medan, Dibuka Presiden Jokowi, Ditutup Wakil Presiden Jusuf Kalla
"Kalau saya tidak dibisiki Pak Akbar Tanjung, saya tidak akan tahu. Selain Pak Lafran Pane merupakan orang hebat, dengan dedikasinya, Pak Akbar Tanjung bilang gini, Pak Jokowi, Pak Lafran Pane itu, dari Tapsel, nanti akan jadi saudara Pak Jokowi juga. Sorenya langsung saya rapatkan, dan kita putuskan Prof Dr Lafran Pane jadi pahlawan nasional," ujar Jokowi yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan hadirin yang berhadir.
Baca: Petugas Gabungan Disiapkan Kawal Kedatangan Jokowi Musyawarah Nasional KAHMI
Selain itu, disampaikan Jokowi, ia senang sekali langsung hadir dan membuka Munas ke-10 KAHMI. Sebab, menurutnya KAHMI diisi dengan orang-orang hebat dan orang-orang pintar.
"Saya senang sekali hadir di tengah-tengah KAHMI. Artinya saya hadir di tengah-tengah orang hebat, orang pintar, tokoh yang hebat di berbagai bidang. Ini semua saya yakini semangat yang ditularkan dari Prof Lafran Pane. Di sini orang hebat semua, apalagi tadi pas Pak Anies Baswedan disebut kok tepuk tangannya keras sekali," ungkapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/munas-kahmi_20171117_194852.jpg)