Edisi Cetak Tribun Medan

Lyondra Beru Ginting, Tak Pernah ke Luar Negeri, Tiba-tiba Jadi Juara Menyanyi di Italia

Remaja putri, yang murah senyum tersebut merupakan juara pertama Festival Sanmero Junior 2017. Ia menyisihkan perwakilan 18 negara lainnya.

KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN
Lyodra Margareta Ginting diabadikan di Studio Erwin Gutawa, Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, Jumat (12/5/2017). Lyodra, salah seorang anak Di Atas Rata-rata generasi dua (DARR 2), menyabet juara pertama untuk Festival Sanremo Junior yang digelar di Kota Sanremo, Italia, sejak 1-7 Mei 2017. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Mengenakan pakaian casual, Lyodra Margaretha beru Ginting (13), anak Medan yang berhasil mengharumkam nama Indonesia di Italia dalam dunia tarik suara, menerima Tribun-medan.com di rumahnya yang sederhana di Jalan Irigasi, Padangbulan, Medan, Senin sore.

Remaja putri, yang murah senyum tersebut merupakan juara pertama Festival Sanmero Junior 2017. Ia menyisihkan perwakilan 18 negara lainnya, termasuk empat peserta dari tuan rumah, Italia.

Ia mengaku, sangat bangga bisa membawa Indonesia dalam kancah internasional.

"Senang banget bisa juara, bawa nama Indonesia," ujarnya.

Lyodra Margaretha Ginting
Lyodra Margaretha Ginting (Instagram/@gitagut)

Baca: Lyodra Bikin Gita Gutawa Panik Karena Sempat Lupa Lirik

Baca: Si Cantik Isyana Sarasvati Trauma Belajar Main Gitar Gara-gara Hal Ini

Baca: Gita Gutawa Tak Suka Umbar Kisah Asmarat

Namun, Lyodra mengaku, tidak sadar bahwa namanya disebut sebagai juara pertama Festival Sanmero Junior 2017.

Ketidaksadarnya, tidak terlepas dari ketidaktahuanya mengenai bahasa yang digunakan master of ceremony acara, yaitu bahasa Italia. Selama berada di Italia, Lyodra menggunakan bahasa Inggris.

"Waktu itu saya telat tahu, kalau saya yang juara. Saya tidak tahu bahasa Italia-nya, yang juara itu siapa. Dia bilang numero uno, banyak bahasanya uno, saya tidak tahu artinya apa. Saat itu, semua tepuk tangan. Saya ikut tepuk tangan, tapi nggak tahu kalau tepuk tangan itu untuk saya. Belakangan Kak Gita (Gita Guntawa) bilang saya yang juara, saya baru heboh sendiri, penonton yang lain pun melihati saya," ujarnya seraya tertawa.

Anak kebanggaan pasangan Simar Ginting dan Natalia Johana beru Tarigan ini menambahkan, keikutsertaannya pada festival tersebut tidak berharap dapat juara. Baginya ajang tersebut untuk menambah jam terbang dalam dunia tarik suara.

Lyodra Margareta Ginting diabadikan di Studio Erwin Gutawa, Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, Jumat (12/5/2017). Lyodra, salah seorang anak Di Atas Rata-rata generasi dua (DARR 2), menyabet juara pertama untuk Festival Sanremo Junior yang digelar di Kota Sanremo, Italia, sejak 1-7 Mei 2017.
Lyodra Margareta Ginting diabadikan di Studio Erwin Gutawa, Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, Jumat (12/5/2017). Lyodra, salah seorang anak Di Atas Rata-rata generasi dua (DARR 2), menyabet juara pertama untuk Festival Sanremo Junior yang digelar di Kota Sanremo, Italia, sejak 1-7 Mei 2017. (KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWAN)

"Bersyukur sekali dapat juara. Padahal awalnya tidak kepikiran juara. Hanya kepikiran tampil menjadi yang terbaik," ujarnya.

Sebelum tampil, kata Lyodra, sempat mendapat masalah. Orchestra yang menjadi pengiringnya, saat latihan, dua kali tidak berhasil mengiringinya.

Namun, karena ketatnya waktu latihan dari panitia, ia tidak bisa mengulangi latihan tersebut berkali-kali.

Orchestra tersebut kesulitan, karena Lyodra menyanyikan lagu Dear Dream ciptaan Erwin Gutawa dan Gita Gutawa, dengan lirik berbahasa Inggris gubahan Ria Leimena.

"Di awal, saya sangat khawatir. Apalagi kan saya bawa lagu asli yang di buat sama Kak Gita. Tapi sangat bersyukur sekali saat penampilan puncak, mereka berhasil mengiringi saya, makanya saya semakin semangat, saya pun langsung beri salam cium sama orchestranya," katanya.

Lyodra juga mengakku, sempat nervous dan sampai lupa lirik. Tapi, dorongan semangat dari Gita Gutawa, yang mendampinginya di Italia, dan langsung mengunakan teknik-teknik yang dipelajari selama ini, ia langsung mengingatnya kembali.

"Saya tarik nafas, saya fokus dan bisa mengingat lirik jadinya," ujarnya.

Usai tampil, kata Lyodra, dapat standing ovation terbanyak dari para penonton. Fakta tersebut membuatnya merasa ada peluang juara. Tapi, ia kecut saat melihat para juri tersebut tidak memberikan respons apapun atas penampilannya.

"Wajah jurinya ketat-ketat. Jadi, saya sempat nggak yakin," ujarnya.

Punya kesempatan tampil di luar negeri, kata Lyodra,merupakan pengalaman yang luar biasa. Apalagi penampilan di Italia merupakan pengalaman pertama tampil di luar negeri.

"Ini baru pertama kali saya ke luar negeri loh. Ke Malaysia pun saya belum pernah. Makanya saya sangat semangat ikut," ujarnya.

Orangtuanya sempat tidak memperbolehkannya mengikuti festival di Italia. Mereka khawatir Lyodra tidak bisa mengurus diri selama kompetisi.

"Awalnya berdebat, saya tidak boleh ikut. Tapi, saya yakinkan orangtua bahwa saya bisa mengurus diri, buktinya kan bisa," ujarnya seraya tertawa di sebelah ayahnya.

Lyodra mulai menggeluti dunia tarik suara dengan mengikuti lomba-lomba, baik yang tingkat antarsekolah maupun antarkota. Selama setahun, Lyodra sudah berhasil menggondol ratusan piala, yang terpampang di lemari ruang tamu Lyodra.

Sebelum bergabung dengan program Di Atas Rata-rata yang dibentuk Erwin Gutawa dan Gita Gutawa, Lyodra pernah mewakili Kota Medan dalam ajang Indonesia Mencari Bakat (IMB) pada 2014. Namun, pada ajang tersebut ia hanya berada di urutan keenam.

Setelah selesai dari ajang mencari bakat tersebut, Lyodra pun dipanggil tim Di Atas Rata-rata. Sebelum masuk di IMB, Lyodra sudah pernah mengirimkan video bernyanyinya ke program Di Atas Rata-rata, dan sekarang bergabung dengan Di Atas Rata-rata.(ryd)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved