Piala Dunia 2026

Skenario Italia Tampil ke Piala Dunia 2026 Terbuka jika Iran Undur Diri, Opsi Alternatif FIFA

Skenario timnas Italia tetap tampil di putaran final Piala Dunia 2026 masih terbuka

Editor: Salomo Tarigan
Twitter/Azzurri
TIMNAS ITALIA - Skuat Timnas Italia jelang EURO 2024. Setelah tersingkir, tim Azzuri masih berharap bisa tampil di Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. 

 TRIBUN-MEDAN.com - Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026

Namun, tim Azzuri masih berharap bisa tampil di Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Seperti diketahui, Turnamen ini akan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan total 48 tim 

Skenario timnas Italia tetap tampil di putaran final Piala Dunia 2026 masih terbuka walaupun pastinya mendapatkan penolakan dari banyak pihak.

Celah sekecil itu tercipta dari ketidakpastian yang masih dihadapi timnas Iran beberapa pekan saja jelang kick-off turnamen di Amerika Utara.

Jatah Team Melli terancam dipindahkan ke peserta lain seiring konflik politik dengan Amerika Serikat.

Nama timnas Italia kemudian muncul sebagai salah satu kandidat perebut tiket limpahan dari Iran seandainya mereka dicoret dari Piala Dunia 2026.


Kenapa Italia? Jawabannya kontroversial.

Gli Azzurri, yang gugur di play-off Zona Eropa akibat dikalahkan Bosnia-Herzegovina, adalah tim berperingkat tertinggi di ranking FIFA yang absen di Piala Dunia.

Per April ini, timnas Italia menempati posisi ke-12.

Muncul keyakinan bahwa level kompetisi Piala Dunia 2026 bakal meningkat dengan adanya salah satu tim kuat seperti Azzurri.

Dari sisi finansial, Gianluigi Donnarumma cs juga berpotensi mengeruk penjualan tiket ataupun merchandise turnamen yang lebih besar daripada Iran.

Akan tetapi, resistensi pasti akan muncul dari kubu yang berseberangan.

Secara teknis, Gli Azzurri dinilai tidak pantas menggantikan jatah Iran.

 Kalaupun pencoretan Mehdi Taremi dkk terjadi, Uni Emirat Arab diklaim lebih pantas dapat limpahan.

UEA adalah wakil terbaik Asia berikutnya yang gagal lolos ke putaran final setelah kandas di fase-fase akhir kualifikasi.

Di luar itu, The Athletic memaparkan skenario alternatif yang mungkin pas buat opsi netral.

 

Guna memastikan peraih jatah kosong yang mungkin ditinggalkan Iran, sebuah pertandingan play-off tambahan bisa saja digelar.

Isinya mempertemukan tim-tim 'terbaik' yang gagal lolos, termasuk masing-masing dua wakil Asia dan Eropa.

Seandainya jadi ditempuh, pertandingan play-off yang kontroversial ini mungkin saja dilakukan pada kalender internasional terakhir beberapa hari jelang pembukaan Piala Dunia.

Adapun ide laga play-off tersebut muncul setelah kejadian sama mewarnai perjalanan kontestan Piala Dunia Klub 2025.

 

Baca juga: Timnas Indonesia vs Malaysia di Piala AFF U17 2026, Harimau Malaya tak Ciut

Kala itu Club America dan Los Angeles FC bertarung dalam play-off untuk memperebutkan jatah limpahan dari Club Leon.

Partisipasi Leon dicoret karena tersandung kasus kepemilikan ganda klub yang melanggar regulasi FIFA.

LAFC akhirnya menjadi peraih tiket terakhir di kejuaraan tersebut dengan mengalahkan America lewat jalan belakang.

Apabila skenario yang sama ditempuh, timnas Italia akan mendapatkan durian runtuh dalam misi mereka memulihkan citra pascakegagalan tiga kali beruntun di play-off Piala Dunia.

Opsi Alternatif

Kemungkinan Iran menarik diri dari Piala Dunia 2026 membuat FIFA mempertimbangkan opsi alternatif.

Salah satunya adalah Italia.

Situasi yang tidak stabil membuat tiket Iran ke Piala Dunia 2026 sulit diprediksi, meskipun Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa tim Asia itu tetap akan berpartisipasi. 

Iran berada dalam satu grup dengan Belgia, Mesir, dan Selandia Baru, dengan jadwal pertandingan yang mencakup banyak lokasi di AS.

Namun, penolakan FIFA untuk memindahkan tempat penyelenggaraan dari wilayah AS dapat mendorong Iran ke situasi di mana mereka terpaksa menarik diri, menciptakan dilema tepat sebelum turnamen. Dalam konteks itu, FIFA diharapkan segera menyiapkan rencana penanggulangan.

FIFA mungkin mempertimbangkan untuk membuat babak play-off khusus, yang mengumpulkan 4 tim yang tidak lolos kualifikasi, termasuk 2 perwakilan Eropa dan 2 tim Asia.

 Ini akan menjadi kesempatan terakhir untuk menentukan pengganti jika Iran secara resmi menarik diri.

Dalam skenario ini, Italia muncul sebagai kandidat utama untuk mendapatkan tempat di kompetisi Eropa berkat peringkat tinggi mereka dalam peringkat FIFA.

Setelah kekecewaan besar, pelatih Gennaro Gattuso meninggalkan posisinya, yang menyebabkan serangkaian perubahan besar. 

 

Namun, pintu harapan belum sepenuhnya tertutup bagi Italia.

 Jika skenario langka terjadi, Piala Dunia 2026 mungkin akan menjadi titik balik besar, membuka peluang bagi Italia untuk bangkit di menit-menit terakhir.


Bukan hal yang mustahil bahwa otoritas Iran memilih untuk menarik tim mereka dari Piala Dunia, atau bahkan Donald Trump berupaya untuk memblokir keterlibatan mereka.

Bahwa FIFA tidak akan berada dalam posisi untuk melakukan apa pun tentang hal itu adalah hal yang memalukan, dan kedekatan yang menjijikkan antara presiden FIFA Gianni Infantino dengan Gedung Putih akan menjadi studi kasus tentang bagaimana seharusnya tidak memisahkan politik dari sepak bola.


"Diskusi di dalam FIFA sedang mempertimbangkan untuk menyelenggarakan play-off antarbenua di menit-menit terakhir jika Iran mengundurkan diri," lapor RMC Sport. Play-off ini akan terdiri dari dua tim dari AFC (Federasi Sepak Bola Asia) dan dua tim UEFA dari antara tim yang tidak lolos kualifikasi," tulis pernyataan FIFA.

 

Baca juga: Senyum Menteri ESDM Bertemu Menteri Energi Rusia, Sebut akan Dapat Pasokan BBM dan LPG

(*/TRIBUN-MEDAN.com)

Sumber: bolasport.com/tribunnews.com

Baca juga: Barcelona Menang tapi Tersingkir dari Liga Champions, Atletico Madrid Melangkah ke Babak Semifinal

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved