Proliga 2026

Kalah 1-3 dari Samator, Tirta Bhagasasi Dipastikan Gagal ke Final Four Proliga 2026

Medan Falcona Tirta Bhagasasi kembali harus menerima kenyataan pahit dalam lanjutan Proliga 2026.

|
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
Tim voli Medan Falcons Tirta Bhagasasi saat menghadapi Surabaya Samator di pertandingan putaran kedua yang digelar di GOR Utama Bojonegoro, Minggu (15/2/2026) malam. Medan Falcona Tirta Bhagasasi kembali harus menerima kenyataan pahit kalah 1-3 atas Surabaya Samator dalam lanjutan Proliga 2026. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Medan Falcona Tirta Bhagasasi kembali harus menerima kenyataan pahit dalam lanjutan Proliga 2026.

Pada pertandingan putaran kedua yang digelar di GOR Utama Bojonegoro, Minggu (15/2/2026) malam, tim asal Medan itu takluk dari Surabaya Samator dengan skor 1-3 (17-25, 23-25, 25-22, 17-25).

Kekalahan tersebut semakin memperpanjang tren negatif Tirta Bhagasasi sepanjang musim ini. Hingga berakhirnya seri ketiga putaran kedua, mereka belum mampu mencatatkan satu pun kemenangan dan baru mengoleksi satu poin dari seluruh laga yang telah dijalani. Situasi itu membuat posisi mereka semakin terpuruk di dasar klasemen sektor putra dan secara matematis sudah tidak memiliki peluang untuk menembus babak final four.

Sebaliknya, tambahan kemenangan ini menjadi momentum penting bagi Samator. Tim asuhan Rodolfo Luis Sanchez kini telah mengoleksi tiga kemenangan dari tujuh pertandingan musim ini. Raihan tersebut cukup untuk mengunci satu tempat di babak final four, karena secara hitung-hitungan poin dan jumlah kemenangan sudah tidak mungkin lagi terkejar oleh Tirta Bhagasasi maupun pesaing lain seperti Jakarta Garuda Jaya.

Dalam pertandingan tersebut, kedua tim sebenarnya sama-sama tampil agresif sejak awal set pertama. Perolehan angka berjalan ketat dengan saling kejar hingga pertengahan set. Tirta Bhagasasi sempat memberikan perlawanan melalui variasi serangan terbuka dan quick attack. Namun, Samator mampu menjaga konsistensi permainan, terutama dalam hal blok dan transisi bertahan ke menyerang. Memasuki poin-poin krusial, Samator tampil lebih tenang dan akhirnya menutup set pertama dengan keunggulan 25-17.

Set kedua berlangsung lebih sengit. Tirta Bhagasasi mencoba memperbaiki pola receive dan mempercepat tempo serangan untuk menekan pertahanan lawan. Upaya tersebut membuat pertandingan berjalan lebih seimbang hingga menjelang akhir set. Meski begitu, efektivitas serangan Samator di momen-momen penting kembali menjadi pembeda. Mereka mampu mencuri poin beruntun dan mengamankan set kedua dengan skor tipis 25-23.

Tertinggal dua set, tim asuhan Ariyanto Joko Sutrisno berusaha bangkit pada set ketiga. Mereka tampil lebih berani dalam melakukan tekanan servis serta memperbaiki koordinasi pertahanan. Hasilnya, Tirta Bhagasasi mampu memimpin sejak awal set dan menjaga keunggulan hingga akhir. Dengan serangan yang lebih efektif dan minim kesalahan sendiri, mereka sukses merebut set ketiga dengan skor 25-22, sekaligus membuka peluang untuk memperpanjang pertandingan.

Namun momentum tersebut tidak mampu dipertahankan pada set keempat. Samator kembali mengambil alih kendali permainan dengan memperketat blok di depan net serta memaksimalkan serangan dari sisi sayap. Tirta Bhagasasi terlihat kesulitan mengembangkan pola permainan akibat kurang optimalnya penerimaan bola pertama. Samator pun melaju tanpa banyak hambatan dan menutup set keempat dengan skor 25-17, memastikan kemenangan 3-1.

Manajer Samator, Hadi Samator, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan timnya mengamankan tiket final four. Ia menilai kemenangan ini menjadi bukti konsistensi tim sepanjang putaran kedua.
“Saya bersyukur bisa lolos final four,” kata Hadi usai laga.

Terkait hilangnya satu set di set ketiga, ia menilai hal tersebut lebih kepada faktor psikologis pemain yang sempat menurunkan fokus setelah unggul dua set lebih dulu.

“Sudah menang dua set, pada set berikutnya sudah menganggap pertandingan akan berakhir dengan kemenangan,” ujarnya.

Sementara itu, Pelatih Medan Falcons Tirta Bhagasasi,Ariyanto Joko Sutrisno mengakui bahwa kekalahan timnya tak lepas dari lemahnya penerimaan bola pertama. Ia menjelaskan, buruknya receive membuat skema serangan tidak berjalan maksimal dan memudahkan lawan membaca arah permainan.

“Karena receive yang jelek, sehingga serangan tidak ada,” tambah Ariyanto.

Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi besar bagi Tirta Bhagasasi untuk memperbaiki performa di sisa musim, meskipun peluang melangkah ke final four sudah tertutup.

(Cr29/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved