Piala Dunia

Kenya Nesbastiansyah, Diaspora Muda yang Doakan Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2026

Meski besar di luar negeri, darah Indonesia tetap mengalir kuat dalam dirinya. Kedua orang tuanya memang asli Indonesia. 

Tayang:
Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Ayu Prasandi
ISTIMEWA
Kenya Nesbastiansyah ketika berada di Emirates Stadium markas tim Arsenal. Sebagai diaspora Kenya tetap berharap Timnas Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia 2026. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Nama Kenya Nesbastiansyah mungkin belum banyak dikenal publik sepak bola Tanah Air, namun kisah dan semangatnya mencerminkan kecintaan seorang diaspora muda Indonesia terhadap dunia sepak bola, terutama Timnas Garuda.

Lahir di Boulder, Colorado, Amerika Serikat, pada 5 Oktober 1996, Kenya kini tepat berusia 29 tahun.

Meski besar di luar negeri, darah Indonesia tetap mengalir kuat dalam dirinya. Kedua orang tuanya memang asli Indonesia. 

"Tentunya saya juga mendukung Timnas Indonesia. Itu pasti," kata Kenya, Minggu (5/10/2025).

Sejak kecil, Kenya sudah menempuh pendidikan internasional di berbagai negara.

Ia bersekolah dasar di Chatsworth International School, Singapura, kemudian melanjutkan pendidikan SMP dan SMA di Alphington Grammar School, Melbourne, Australia.

Kecerdasannya membawanya menempuh pendidikan tinggi di Eropa. Kenya meraih gelar S1 di The American University of Paris, mengambil jurusan International and Comparative Politics. Tak berhenti di situ, ia melanjutkan S2 di Western Governors University, Amerika Serikat, dengan jurusan Information Technology Management.

Di sela pendidikan, dia kerap melakukan perjalanan terutama ke Indonesia.

Salah satunya ke Sumatera Utara, khususnya Medan.

Terakhir 2024, dia ke Samosir seperti Sibea-bea, Simalem Resort, Gunung Sinabung dan lainnya. Di Medan, Kenya senang kulineran di sana. Baginya, Medan adalah surganya kuliner. 

"Suka semuanya makanan Medan. Arsik enak, saya suka. Ikan-ikan saya suka," katanya.

Sebelum menetap di New York bersama sang kakak, Bianca dan sang ibu Debby Arsyad -seorang mantan model dan peragawati  - Kenya sempat mencari pengalaman profesional selama dua tahun di Xiamen, China, sebagai pengajar Bahasa Inggris.

Pengalaman lintas negara itu membentuk dirinya menjadi pribadi terbuka dan penuh semangat.

Meski hidup di luar negeri, kecintaannya terhadap sepak bola Indonesia tak pernah luntur. Kenya mengikuti perkembangan Timnas Indonesia yang saat ini berjuang di babak keempat kualifikasi Piala Dunia 2026.

Ia optimistis skuad Garuda mampu menembus Piala Dunia untuk pertama kalinya.

“Doa saya untuk Timnas Indonesia yang sedang berjuang melawan Arab Saudi dan Irak. Semoga bisa menang dan membuat sejarah lolos ke Piala Dunia 2026. Kita semua bangga,” ungkapnya penuh harap.

Kenya dikenal sebagai penggemar berat Arsenal sejak 2017. Ia sering menonton langsung pertandingan The Gunners di Stadion Emirates, London.

Ia mengidolakan sejumlah pemain legendaris Arsenal seperti Per Mertesacker, Mesut Özil, Olivier Giroud, Theo Walcott, dan Petr Čech, hingga Robie Lyle, founder Arsenal Fan TV. 

Tak hanya menjadi penonton, Kenya juga gemar bermain sepak bola, di samping hobinya bermain golf, naik kuda, dan bermain gitar. 

Sebagai seorang fans sejati, Kenya terus mengikuti perkembangan Timnas dari jauh. Ia berharap Skuad Garuda tampil habis-habisan. 

“Saya doakan Timnas ke Piala Dunia. Dari jauh saya tetap mendukung,” tutup Kenya.

(Cr29/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved